Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seluk Beluk Rintihan Jakarta di Buku Sisi Tergelap Surga

Seluk Beluk Rintihan Jakarta di Buku Sisi Tergelap Surga
Buku Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna (Instagram.com/brian.khrisna)
Intinya Sih
  • Novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna menggambarkan realitas keras kehidupan masyarakat kecil di Jakarta yang berjuang bertahan hidup di tengah gemerlap kota.
  • Melalui berbagai tokoh seperti pencuri, pramuria, hingga pengamen, novel ini menyoroti ketimpangan sosial dan makna kemanusiaan di balik perjuangan mereka mencari nafkah.
  • Gaya bahasa emosional dan jujur membuat setiap bab menghadirkan renungan mendalam tentang rasa syukur, empati, serta pentingnya tidak menghakimi cara hidup orang lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mendengar kata Jakarta, apa yang akan terlintas di benak kalian? Bisa jadi impian anak rantauan mencari kerja, banyak gedung-gedung tinggi, kawasan elit kota, atau surganya mendapatkan uang banyak. Di balik gemerlapnya gedung tinggi tersebut, terdapat sisi gelap yang kerap luput dari perhatian orang-orang.

Buku Sisi Tergelap Surga membahas banyak sekali tokoh di tiap bab-bab nya yang masih saling berhubungan satu sama lain di satu wilayah. Ditulis apa adanya, setelah baca buku ini bikin kita kaget, jijik, sesak, sedih, dan bahagia. Pokoknya seru banget, deh!

Penasaran dengan alurnya? Yuk, simak review-nya di bawah ya!

1. Sinopsis Buku Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna

Buku Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna
Buku Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna (Instagram.com/brian.khrisna)

Novel ini berlatar kota Jakarta, sebuah tempat untuk menyabung nyawa demi bisa hidup dari hari ke hari. Tempat bekerja keras mereka-mereka yang tersisih demi sesuap nasi. Kota yang bagi sebagian orang dianggap sebagai surga yang penuh dengan peluang, tapi sebagian lainnya justru menjadi tempat paling kejam untuk bertahan hidup.

Ada seorang pencuri motor yang rela melanggar hukum demi membiayai pengobatan ibunya, perempuan yang rela menjual tubuhnya agar anaknya tetap bisa bersekolah, hingga pramuria yang rela mengubah penampilannya demi bisa menyambung hidup dan membiayai keluarganya di desa, dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya. Semua tokoh hidup dalam satu kesamaan, yaitu berjuang untuk bertahan hidup.

2. Sudut pandang gemerlap Jakarta yang dianggap surga oleh banyak orang

Ilustrasi Jalanan Malam Perkotaan
Ilustrasi Jalanan Malam Perkotaan (Instagram.com/brian.khrisna)

Tidak semua “surga” selalu dipenuhi cahaya. Kadang, ia justru tersembunyi di sisi tergelap kehidupan pada mereka yang tetap memilih bertahan, meski dunia berkali-kali mematahkan semangat mereka. Seperti para pramuria, pengamen, pemulung, manusia silver, maling, preman, begal, ataupun pedagang pasar, yang masih saling berhubungan satu sama lain di satu wilayah.

Brian Khrisna menunjukkan bahwa kemiskinan bukan hanya soal tak memiliki uang, tapi juga tentang harus kehilangan harga diri, kehilangan pilihan, ketidakadilan, rasa sakit bahkan kehilangan harapan. Terdapat satu kutipan yang bikin kita berpikir dua kali untuk menjalani hidup dan menikmati semuanya dengan penuh syukur. Kutipannya kurang lebih seperti ini, "Jangan hakimi cara bertahan hidup orang lain".

3. Hadirkan makna tersirat di setiap bab nya yang kompleks

Ilustrasi Jalanan Malam
Ilustrasi Jalanan Malam (Instagram.com/brian.khrisna)

Bahasa yang digunakan dalam buku ini sangat emosional, tegas, dan tajam. Selain itu, ada beberapa bagian yang terasa keras bahkan vulgar, tetapi itu justru memperkuat kejujuran cerita. Gaya bahasa yang seperti itu membuat novel benar-benar terasa lebih hidup dan membekas, sehingga pembaca mudah mengambil pelajaran dari makna yang tersirat di setiap alur ceritanya.

Selama membaca setiap bab-nya, buku ini membuat kita terus meninggalkan pertanyaan dan renungan. Dalam buku ini, kita belajar bahwa hidup tidak perlu menunggu baik dulu untuk bersyukur, tidak harus susah dulu untuk ingat Tuhan, dan yang paling penting tidak mudah menghakimi orang lain yang sedang berjuang dengan caranya sendiri. Buku ini banyak sekali memberikan pembelajaran hidup dan sangat layak kita baca satu kali seumur hidup kita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More