Menyadari bahwa kita membawa luka dari masa lalu adalah langkah awal yang sangat berani bagi sebagai orangtua. Sering kali tanpa sengaja, kita mengulangi pola asuh yang dulu pernah membuat kita merasa kecil dan tidak berharga. Kita tentu tidak ingin melihat anak kita merasakan kesedihan yang sama seperti yang kita simpan sendiri selama ini.
Memutus rantai trauma ini membutuhkan kesadaran penuh untuk tidak lagi menggunakan amarah sebagai senjata saat mendidik anak. Jika dibiarkan, luka lama yang kita bawa bisa menjadi beban berat yang merusak masa depan dan keceriaan buah hati. Inilah saatnya kita berkomitmen untuk berubah agar kepedihan masa lalu berhenti di kita saja, yuk simak ulasannya di bawah ini.
