ilustrasi parenting (pexels.com/Tatiana Syrikova)
Salah satu cara melatih kemandirian anak adalah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan tantangan sederhana sesuai dengan usianya. Misalnya, membiarkan anak memakai pakaian sendiri, merapikan mainan, menyiapkan perlengkapan sekolah, atau mencoba menyelesaikan permainan yang cukup sulit.
Meskipun membutuhkan waktu lebih lama, pengalaman tersebut dapat membantu anak belajar mengambil keputusan dan memahami kemampuannya. Dokter Harold S. Koplewicz, M.D., psikiater anak dan remaja, menjelaskan bahwa orangtua perlu beralih dari kebiasaan menjadi 'penyelesai masalah' menjadi pendamping yang membantu anak menemukan solusinya sendiri.
"Saat anak-anak masih kecil, tugas kita adalah menjadi sosok yang membereskan masalah, pelindung, dan pengatur jadwal sosial mereka. Namun, pada suatu titik, peran orangtua berubah tanpa peringatan atau tanda-tanda sebelumnya, dan kita pun beralih menjadi konsultan. Tugas kita kemudian adalah membantu mereka menemukan solusi sendiri. Beralih dari peran 'penyelesai masalah' menjadi konsultan adalah perubahan besar, dan orangtua mungkin merasa kesulitan menghadapinya," jelas Harold dalam Child Mind Institute.
Oleh karena itu, ketika anak mengalami kesulitan sederhana, orangtua sebaiknya tidak langsung mengambil alih. Berikan waktu kepada anak untuk mencoba beberapa cara dan mencari tahu apa yang berhasil. Jika anak mulai frustrasi, orangtua bisa memberikan petunjuk atau mengajukan pertanyaan yang membantunya berpikir.