Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Anak Belajar Mandiri

4 min read
5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Anak Belajar Mandiri
ilustrasi menemani anak belajar (freepik.com/freepik)
Share Article

Punya anak yang bisa melakukan banyak hal sendiri tentu bikin orangtua bangga. Namun, mengajarkan kemandirian ternyata gak harus dimulai dari hal besar seperti membiarkan anak pergi sendiri atau mengurus semua kebutuhannya. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa menjadi latihan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan anak. Mulai dari memakai sepatu sampai membereskan mainan, semuanya bisa menjadi kesempatan untuk belajar.

Masalahnya, orangtua kadang terlalu cepat membantu. Anak baru mencoba memasukkan tangan ke lengan baju, kita langsung membantunya karena takut terlambat. Dia baru memegang sendok, kita langsung mengambil alih karena khawatir makanannya tumpah ke mana-mana. Niatnya memang baik, tetapi kalau selalu dibantu, anak jadi punya lebih sedikit kesempatan untuk mencoba sendiri.

  1. 1. Biarkan anak mencoba melakukan hal-hal kecil sendiri

    ilustrasi seorang anak senang belajar (freepik.com/freepik)
    ilustrasi seorang anak senang belajar (freepik.com/freepik)

    'Biar Mama aja.' Kalimat ini mungkin pernah keluar begitu saja ketika melihat anak kesulitan melakukan sesuatu. Padahal, bagi anak, hal yang terlihat sepele seperti membuka tempat makan, memakai sandal, atau menuangkan air bisa menjadi tantangan yang menarik. Berikan kesempatan untuk mencoba sebelum kamu turun tangan membantu.

    Anak memang mungkin membutuhkan waktu lebih lama ketika mengerjakan sesuatu sendiri. Air bisa tumpah, baju bisa terbalik, atau sepatu bisa tertukar antara kaki kanan dan kiri. Selama situasinya aman, gak apa-apa membiarkannya belajar dari percobaan tersebut. Kamu bisa berada di dekatnya dan membantu kalau memang dia sudah benar-benar membutuhkan bantuan.

  2. 2. Biasakan anak membereskan barang setelah digunakan

    ilustrasi ayah menemani anak belajar (freepik.com/freepik)
    ilustrasi ayah menemani anak belajar (freepik.com/freepik)

    Mainan berserakan di ruang tamu memang pemandangan yang cukup akrab bagi orangtua. Baru saja dibereskan, beberapa menit kemudian lantai sudah penuh lagi. Daripada setiap kali melihat keadaan seperti itu kamu langsung membereskan semuanya sendiri, coba ajak anak ikut bertanggung jawab. Mulailah dari satu atau dua benda yang mudah dia bawa.

    Kamu bisa membuatnya seperti bagian dari permainan. 'Yuk, kita masukkan mobil-mobilannya ke kotak,' misalnya, lalu lakukan bersama-sama. Anak gak harus langsung mampu membereskan seluruh kamarnya karena kebiasaan ini memang perlu dilatih sedikit demi sedikit. Lama-kelamaan, dia akan memahami bahwa mengambil barang dan mengembalikannya setelah selesai merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari.

  3. 3. Beri pilihan sederhana dalam keseharian

    ilustrasi menemani anak belajar (freepik.com/our-team)
    ilustrasi menemani anak belajar (freepik.com/our-team)

    Belajar mandiri juga berarti belajar membuat keputusan kecil. Kamu gak harus memberikan pilihan yang terlalu banyak karena malah bisa membuat anak bingung. Cukup berikan dua pilihan yang sama-sama aman, seperti 'Mau pakai baju biru atau kuning?' atau 'Mau makan pisang atau apel?' Anak jadi punya kesempatan untuk menyampaikan keinginannya sendiri.

    Kebiasaan ini juga membuat anak merasa bahwa pendapatnya didengar. Tentu, bukan berarti semua keinginannya harus selalu dituruti. Ada batas yang tetap perlu dibuat orangtua, terutama jika menyangkut keamanan atau aturan keluarga. Namun, untuk hal-hal sederhana yang gak bermasalah, membiarkan anak memilih bisa menjadi latihan kecil sebelum dia menghadapi keputusan yang lebih besar.

  4. 4. Jangan langsung memperbaiki setiap kesalahan

    ilustrasi menemani anak belajar (freepik.com/our-team)
    ilustrasi menemani anak belajar (freepik.com/our-team)

    Melihat anak memakai baju terbalik atau menaruh buku di tempat yang salah memang kadang membuat tangan gatal ingin langsung membetulkan. Apalagi kalau kamu sedang terburu-buru. Namun, gak semua kesalahan harus segera diperbaiki oleh orangtua. Beberapa kesalahan justru bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk menyadari sendiri apa yang kurang tepat.

    Misalnya, ketika anak memakai sepatu di kaki yang salah, kamu bisa bertanya, 'Coba rasanya nyaman gak?' daripada langsung mengatakan, 'Salah, itu harus ditukar.' Pertanyaan sederhana membuat anak berpikir dan menemukan jawabannya sendiri. Tentu, kalau kesalahannya berkaitan dengan keselamatan, orangtua tetap perlu turun tangan. Kemandirian bukan berarti anak dibiarkan tanpa arahan, tetapi diberi ruang untuk belajar dalam batas yang aman.

  5. 5. Beri tanggung jawab kecil sesuai usianya

    ilustrasi menemani anak belajar (freepik.com/freepik)
    ilustrasi menemani anak belajar (freepik.com/freepik)

    Anak juga bisa belajar mandiri lewat tugas-tugas sederhana di rumah. Anak yang masih kecil mungkin bisa memasukkan pakaian kotor ke keranjang, membawa piringnya ke tempat cuci, atau menyimpan buku setelah selesai membaca. Jangan menunggu sampai dia cukup besar untuk mulai diberi tanggung jawab. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang justru membuatnya lebih terbiasa membantu dirinya sendiri dan lingkungan sekitar.

    Gak perlu berharap hasilnya langsung sempurna. Kalau pakaian masuk ke keranjang tapi posisinya berantakan, ya gak masalah. Kalau mainan sudah masuk kotak tetapi masih ada dua benda tertinggal, kamu gak perlu langsung menganggap tugasnya gagal. Berikan apresiasi pada usahanya, lalu perlahan ajarkan cara melakukannya lebih baik. Anak perlu tahu bahwa mencoba itu lebih penting daripada selalu menghasilkan sesuatu yang sempurna.

    Mengajarkan anak mandiri memang membutuhkan kesabaran ekstra. Kadang, membiarkannya mencoba sendiri terasa jauh lebih lama daripada kalau kamu langsung mengerjakannya. Namun, waktu beberapa menit yang kamu berikan hari ini bisa menjadi latihan penting untuknya di kemudian hari. Anak belajar bahwa dia mampu melakukan sesuatu, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah sederhana tanpa selalu menunggu bantuan orang dewasa.

    Jadi, kalau besok pagi anakmu ingin memakai sepatu sendiri meski prosesnya lama, coba tahan sedikit keinginan untuk mengambil alih. Duduk di dekatnya, beri kesempatan, dan bantu hanya ketika memang diperlukan. Gak apa-apa kalau hasilnya belum rapi atau masih banyak salahnya. Sebab, kemandirian gak tumbuh dari satu nasihat besar, tetapi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang terus diberi ruang untuk dicoba setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More