ilustrasi parenting (freepik.com/Lifestylememory)
Kepercayaan merupakan salah satu fondasi penting dalam hubungan antara orangtua dan anak. Ketika anak berani menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi, orangtua perlu menghargai keberanian tersebut. Salah satu caranya adalah dengan tidak sembarangan menyebarkan cerita anak kepada orang lain, terutama jika hal tersebut berpotensi membuatnya malu atau merasa dikhianati.
Orangtua juga perlu menghindari penggunaan cerita pribadi anak sebagai bahan candaan di hadapan keluarga atau teman. American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat, menekankan pentingnya komunikasi yang positif dan saling menghormati antara orangtua dan anak dalam artikel Talking With Your Teen: Tips for Parents.
"Karena remaja sedang dalam tahap membentuk jati diri dan menguji batasan, beberapa percakapan mungkin berujung pada perbedaan pendapat dan terasa kurang nyaman. Tujuan Anda adalah membangun percakapan yang terbuka, saling menghargai, dan jujur. Remaja perlu merasa disayangi dan merasa bahwa sudut pandang mereka dihargai, bahkan saat Anda tidak sependapat dengan mereka," demikian laporan AAP.
"Komunikasi positif memberi remaja kesempatan untuk: Belajar cara berbicara secara jujur dan penuh hormat dengan orang lain, bahkan saat mereka berbeda pendapat. Merasa lebih percaya diri dalam membicarakan kebutuhan dan perasaan mereka. Menyadari bahwa sikap positif dapat menjaga keselamatan mereka dan menghindarkan mereka dari pertengkaran," lanjutnya.
Untuk menerapkan kebiasaan ini, orangtua bisa mulai dengan menepati janji sederhana, seperti menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita anak atau tidak membicarakan masalah pribadinya kepada orang lain tanpa alasan yang jelas. Namun, menjaga privasi bukan berarti orangtua harus merahasiakan segala sesuatu.
Jika anak mengungkapkan pengalaman yang berkaitan dengan kekerasan, ancaman, atau keselamatan dirinya, orangtua tetap perlu mencari bantuan dari orang dewasa atau tenaga profesional yang tepat. Jelaskan kepada anak bahwa langkah tersebut dilakukan untuk melindunginya, bukan untuk menghukum atau mengkhianatinya.
Membuat anak merasa aman untuk bercerita tidak harus dimulai dengan perubahan besar dalam pola pengasuhan. Orangtua bisa membangunnya melalui kebiasaan kecil, seperti mendengarkan dengan penuh perhatian, mengendalikan reaksi, menghargai perasaan, menyediakan waktu untuk mengobrol, dan menjaga kepercayaan.