ilustrasi ibu, bayi serta anak balita bermain (pexels.com/rdne)
Meskipun perilaku anak terkadang terlihat menggemaskan, seperti saat mereka bermain atau makan dengan cara yang tidak sopan, sebagai orangtua penting untuk mengajarkan etika dan perilaku yang baik pada anak. Perlu tindakan yang tegas untuk mengajarkan anak beretika dan berperilaku yang baik.
Sebaiknya, hindari untuk merespons dengan tertawa atau tersenyum ketika anak melakukan perilaku buruk. Misalnya, anak bercanda dengan saudaranya dan saling mengejek satu sama lain, tak jarang orangtua melihat interaksi tersebut lucu, padahal sebenarnya tindakan mengejek orang lain bukanlah hal yang baik.
Jika orangtua tertawa atau tersenyum terhadap perilaku buruk anak ketika merasa itu lucu, anak mungkin akan terus melakukan perilaku tersebut dan bahkan mencoba untuk menjadi lebih mencolok atau mengganggu untuk mendapatkan lebih banyak perhatian dan tawa. Oleh karena itu, penting untuk memberikan contoh perilaku yang baik dan memberikan panduan kepada anak tentang cara berperilaku dengan sopan dan pantas.
Penting untuk diingat bahwa peran orangtua dalam membentuk perilaku anak sangatlah signifikan. Kebiasaan orangtua yang kurang baik atau perilaku negatif yang ditiru oleh anak, bisa memiliki dampak serius pada perkembangan anak. Oleh karena itu, penting bagi setiap orangtua untuk lebih memperhatikan dan memahami bagaimana tindakan dan perilaku mereka dapat mempengaruhi anak-anak.