Ada satu momen yang mungkin terasa sepele, tetapi diam-diam membuatmu kapok bercerita. Kamu baru saja pulang dan ingin menceritakan masalah yang sedang dipikirkan kepada keluarga. Ceritanya memang tidak terlalu panjang, tetapi cukup pribadi untuk tidak didengar oleh orang lain. Beberapa hari kemudian, kamu bertemu kerabat dan tiba-tiba ternyata mereka sudah tahu cerita yang kamu ceritakan semalam.
Awalnya kamu mungkin menganggapnya sebagai hal biasa. “Oh, mungkin cuma cerita ke satu orang.” Namun, semakin sering terjadi, kamu mulai lebih berhati-hati saat akan bercerita ke anggota keluarga. Ada bagian cerita yang sengaja dipotong, ada masalah yang akhirnya disimpan sendiri, bahkan ada momen ketika kamu memilih pergi ke kamar daripada ikut mengobrol. Bukan karena kamu tidak sayang keluarga, tetapi karena kamu mulai merasa tidak punya kendali atas cerita tentang dirimu sendiri.
