Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Stroller Bayi Gak Boleh Ditutup Kain atau Selimut?

4 min read
Kenapa Stroller Bayi Gak Boleh Ditutup Kain atau Selimut?
ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)
Share Article

Stroller menjadi salah satu perlengkapan yang memudahkan orangtua saat membawa bayi bepergian, termasuk ketika cuaca sedang panas. Namun, kebiasaan menutup bagian atas stroller dengan kain atau selimut untuk melindungi si kecil dari sinar matahari ternyata bisa menimbulkan risiko. Bukannya membuat bayi lebih nyaman, cara ini justru dapat membuat suhu di dalam stroller meningkat dan sirkulasi udara terganggu.

Lantas, kenapa stroller bayi gak boleh ditutup kain atau selimut? Berikut penjelasannya agar kamu bisa tetap melindungi si kecil dari panas tanpa mengabaikan faktor keamanannya.

  1. 1. Kain atau selimut bisa memerangkap panas

    ilustrasi bayi memakain beanie hat
    ilustrasi bayi memakain beanie hat (pexels.com/william-fortunato)

    Ketika kain atau selimut dipasang menutupi stroller, sirkulasi udara di dalamnya menjadi lebih buruk. Kondisi tersebut dapat membuat panas terperangkap sehingga suhu di dalam stroller meningkat dengan cepat, bahkan ketika kain yang digunakan sangat tipis seperti katun muslin. Dalam pengujian yang dikutip Global News, suhu di dalam stroller dapat meningkat dari 22 derajat Celsius menjadi 34 derajat Celsius hanya dalam waktu 30 menit ketika ditutupi selimut.

    Risiko tersebut gak hanya berkaitan dengan rasa gak nyaman akibat kepanasan. Ketika tubuh bayi gak mampu melepaskan panas dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi dan berkembang menjadi kelelahan akibat panas hingga sengatan panas. Karena itu, kain yang bertujuan membuat stroller teduh justru dapat menjadi masalah jika menutup ruang stroller dan menghambat aliran udara.

    “Jika seorang anak gak mampu melepaskan panas dari tubuhnya dan berada dalam situasi tersebut, mereka akan mengalami dehidrasi. Kemudian kondisinya dapat berkembang menjadi kelelahan akibat panas dan, jika gak ditangani, kondisi tersebut dapat dengan cepat berkembang menjadi sengatan panas, ujar” Ian Pike, BC Injury Research and Prevention Unit, dikutip dari Global News.

  2. 2. Sirkulasi udara yang buruk membuat bayi lebih berisiko kepanasan

    ilustrasi bayi tidur di dalam stroller
    ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

    Menutup stroller dengan kain juga membuat udara di dalamnya gak dapat bergerak dengan leluasa. Menurut Svante Norgren, MD, PhD, dokter anak di Astrid Lindgren Children’s Hospital, Stockholm, Swedia, dikutip dari Parents, kondisi di dalam stroller yang tertutup bahkan dapat menjadi sangat panas, sementara keberadaan penutup juga membuat orangtua lebih sulit melihat kondisi bayi. Hal ini menjadi semakin berisiko ketika stroller berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama.

    Bayi juga lebih rentan terhadap panas dibandingkan anak yang lebih besar dan orang dewasa karena kemampuan tubuh mereka mengatur suhu belum seefisien orang dewasa. Paparan panas yang berlebihan dapat menyebabkan bayi mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga sengatan panas. Karena itu, orangtua sebaiknya gak hanya berusaha membuat stroller teduh, tetapi juga memastikan udara tetap mengalir di sekitar bayi.

    “Di dalam stroller suhunya bisa menjadi sangat panas, seperti berada di dalam termos. Sirkulasi udaranya juga buruk dan sulit untuk melihat bayi ketika ada penutup di atas stroller,” ujar Svante Norgren.

  3. 3. Gunakan kanopi stroller dan pilih tempat yang teduh

    ilustrasi bayi memakai jacket dan beanie hat
    ilustrasi bayi memakai jacket dan beanie hat (pexels.com/yankrukov)

    Untuk melindungi bayi dari sinar matahari, gunakan kanopi stroller yang memang dirancang untuk memberikan perlindungan tanpa menghambat sirkulasi udara. Kamu bisa menggunakan kanopi berukuran besar atau pelindung matahari berbahan jaring maupun bahan berlubang yang dibuat khusus untuk stroller. Pilihan ini dapat memberikan keteduhan sekaligus memungkinkan udara tetap mengalir di sekitar bayi.

    Selain menggunakan pelindung yang sesuai, usahakan menghindari waktu ketika matahari sedang terik dan pilih area yang teduh saat membawa bayi keluar. Orangtua juga perlu memeriksa kondisi bayi secara berkala dengan menyentuh kulitnya untuk memastikan tubuh si kecil gak terlalu panas. Dengan begitu, bayi tetap bisa diajak berjalan-jalan tanpa harus menutup seluruh stroller menggunakan kain atau selimut.

    “Ada keseimbangan antara menggunakan selimut untuk mencoba menghalangi sinar matahari dan justru memerangkap panas di dalam stroller,” ujar Ian Pike.

    Menutup stroller dengan kain atau selimut justru bisa membuat bayi kepanasan karena sirkulasi udara di dalamnya terganggu. Jadi, pilih pelindung yang memang dirancang untuk stroller dan tetap pantau kondisi si kecil saat berada di luar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More