Orangtua tentu tidak selalu sepakat dalam segala hal. Perbedaan pendapat tentang uang, pekerjaan rumah, pola asuh, maupun masalah dalam hubungan adalah hal yang bisa terjadi dalam kehidupan berkeluarga. Namun, ada perbedaan antara anak mengetahui bahwa orangtuanya sedang punya masalah dan anak dibuat menjadi bagian dari masalah tersebut.
Konflik orangtua yang penuh permusuhan atau membuat anak merasa harus ikut bereaksi dapat berkaitan dengan masalah penyesuaian emosional dan perilaku pada anak. Sebaliknya, konflik yang dapat dikelola secara konstruktif tidak selalu berdampak buruk dan dalam kondisi tertentu justru dapat menjadi kesempatan bagi anak melihat bagaimana perbedaan diselesaikan.
Karena itu, bukan berarti semua persoalan harus disembunyikan, tetapi ada beberapa konflik yang sebaiknya tidak dibebankan langsung kepada anak. Apa saja? Simak beberapa konfliknya di bawah ini!
