"AKU ANAK BIASA!"
#MahakaryaAyahIbu: Tentang Mimpi dan Harapan Kokoh Tak Tertandingi

Artikel ini merupakan karya tulis peserta kompetisi storyline "Mahakarya untuk Ayah dan Ibu" yang diselenggarakan oleh IDNtimes dan Semen Gresik.
Bukan tanpa alasan aku berkata demikian. Aku adalah anak yang biasa-biasa saja di antara anak-anak lain di dunia. Aku tidak menarik. Aku tidak pintar. Aku bukan orang yang mudah mendapat teman. Aku bukan atlet nasional berprestasi. Aku bukan pemenang olimpiade. Aku bukan penyanyi yang menjuarai kompetisi menyanyi. Aku bukan artis yang main film. Aku bukan koki terkenal. Aku bukan siapa-siapa.
Ada seribu alasan mengapa aku harus sedih menjadi anak biasa, karena kata orang-orang, rumput tetangga selalu tampak lebih hijau. Namun aku punya satu alasan mengapa aku harus bahagia meskipun aku bukan siapa-siapa: aku punya keluarga. Aku punya keluarga yang menyayangiku sepenuh hati. Ayah dan Ibu. Mereka membuatku, anak yang biasa saja ini, merasa menjadi manusia paling luar biasa di dunia. Manusia yang kokoh tak tertandingi.
Mungkin untuk saat ini aku tidak bisa memberikan apapun untuk Ayah dan Ibu. Aku baru saja diwisuda, menjadi sarjana, dan euforiaku akan itu tidak terlalu bergema. Aku menambah daftar panjang jumlah pengangguran di negara ini. Tapi dengarlah, Ayah, Ibu. Suatu saat nanti, aku akan menjadi orang yang sukses dalam karir. Kelak jika aku berhasil menjadi 'orang', akan kupersembahkan Mahakarya yang kuberikan setulus hati. Yang terbentuk atas segala keringat dan jerih payahku. Baktiku.
Ayah dan Ibu ingat? Dulu kalian bermimpi ingin menjadi seorang pengusaha bengkel mobil yang sukses dengan memanfaatkan tanah kosong di desa. Saat itu, aku tidak bisa mewujudkannya karena aku belum terbentuk menjadi manusia dewasa yang bisa melakukan banyak hal dengan keringatnya sendiri. Saat itu aku hanya bisa bercita-cita dan berangan-angan. Tidakkah menjadi hal yang begitu membanggakan, jika seorang anak dapat mewujudkan impian kedua orang tuanya?
Selangkah lagi, aku akan mewujudkan impian itu. Kelak, aku akan membangun sebuah bengkel mobil untuk Ayah dan Ibu. Aku akan membangun mushola kecil di dalamnya. Mengapa? Karena kelak jika impianku tersebut benar-benar tercapai, maka aku takkan lupa bahwa segala pencapaianku dalam hidup tak pernah lepas dari doa-doa yang kupanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Impian, tanpa persetujuan Tuhan, maka tidak akan pernah terwujudkan. Itulah sebab mengapa saat ini aku harus berusaha, berikhtiar, dan bertawakal untuk mencapai mimpi-mimpiku. Karena aku sadar… aku berani bermimpi karena aku punya harapan.
Tanpa harapan, hidup sama sekali bukan hidup. Maka dari itu, Ayah, Ibu…. Dengarlah anakmu ini. Aku memang anak yang biasa saja. Aku tidak berbakat seperti anak-anak lain di luar sana, namun aku memiliki impian dan harapan yang kokoh dan tak tertandingi dibandingkan mereka semua. Untukmu, Ayah, Ibu… aku akan mewujudkan impian bengkel mobil keluarga kita. Bengkel mobil yang kudesain untuk kalian, mahakarya terbaikku. Tunggu aku untuk mewujudkannya! Aku pasti bisa!










![[QUIZ] Pilih Karakter Upin Ipin, Ini Cara Kamu Ciptain Konflik Tanpa Disadari](https://image.idntimes.com/post/20260624/inshot_20260624_182523895_6f1f6937-d93e-43e6-91d4-1fcd704d14ca.jpeg)

![[QUIZ] Pilih Karakter Upin Ipin, Ini Alasan Kamu Sering Terlambat Mulai Sesuatu](https://image.idntimes.com/post/20260620/1000016023_8db55259-733b-4243-a7c3-9af1b59374ce.jpg)



![[QUIZ] Seberapa Banyak Sikap Optimis dalam Dirimu Ketika Menghadapi Masalah?](https://image.idntimes.com/post/20250903/pexels-fauxels-3184419_af1d88eb-218f-4e37-b458-7488d55d072b.jpg)
![[QUIZ] Ekspektasimu dalam Hubungan Mengungkap Apakah Kamu Masih Semangat Menemukan Cinta Sejati?](https://image.idntimes.com/post/20251016/pexels-mlkbnl-8632945_d13cd1fd-3c2e-4f67-966b-62f303213947.jpg)
