Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Masalah Tidur Siang yang Sering Dialami Bayi dan Cara Mengatasinya

ilustrasi orangtua dan bayi
ilustrasi orangtua dan bayi (pexels.com/nappy)

Tidur siang punya peran penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi, mulai dari suasana hati hingga kualitas tidur malam. Namun dalam praktiknya, waktu tidur siang justru sering jadi sumber stres bagi orangtua. Pola yang berubah-ubah pun membuat banyak orangtua merasa kebingungan.

Mulai dari bayi sulit tidur hingga durasi yang terlalu singkat, masalah tidur siang bisa muncul di berbagai fase usia. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa membuat bayi mudah rewel dan kelelahan. Yuk, kenali masalah tidur siang yang paling sering dialami bayi beserta cara mengatasinya agar waktu istirahat si kecil kembali optimal.

1. Jadwal tidur siang tidak teratur

ilustrasi balita dan bayi (unsplash.com/nate_dumlao)
ilustrasi balita dan bayi (unsplash.com/nate_dumlao)

Banyak bayi tidur siang secara acak sehingga orangtua kesulitan mengatur aktivitas harian. Hal ini umum terjadi pada bayi baru lahir, tetapi seiring bertambahnya usia, pola tidur seharusnya mulai lebih teratur. Ketidakkonsistenan jadwal bisa membuat bayi mudah rewel dan sulit tidur nyenyak.

Solusinya adalah mulai menerapkan jadwal tidur siang yang konsisten. Di usia sekitar tiga hingga empat bulan, bayi umumnya sudah bisa memiliki dua hingga tiga tidur siang yang lebih panjang. Rutinitas ini membantu bayi memahami waktu istirahat sekaligus membuat hari orangtua lebih terprediksi.

2. Bayi terlalu lelah hingga sulit ditidurkan

ilustrasi bayi menangis (pexels.com/sarahchai)
ilustrasi bayi menangis (pexels.com/sarahchai)

Tak jarang orangtua menunggu bayi terlihat sangat lelah sebelum menidurkannya. Sayangnya, kondisi ini justru bisa membuat bayi menjadi rewel dan sulit ditenangkan. Bayi yang terlalu lelah biasanya menangis keras saat diletakkan di tempat tidur.

Dikutip dari Parents, Marc Weissbluth, M.D., seorang sleep training bayi dan anak, menyebut bayi yang melewati waktu tidur ideal akan lebih sulit tidur. Karena itu, orangtua perlu peka terhadap tanda awal kantuk seperti mengucek mata atau tatapan kosong. Jika tidur siang terlewat, jadwal tidur berikutnya sebaiknya dimajukan agar bayi tidak kelelahan.

3. Bayi sulit tidur saat waktu tidur siang

ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)
ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

Sebagian bayi membutuhkan waktu lama untuk benar-benar tertidur saat siang hari. Transisi dari aktivitas bermain ke waktu istirahat sering kali terasa berat bagi mereka. Akibatnya, tidur siang menjadi momen yang melelahkan bagi bayi dan orangtua.

“Ada bayi yang bisa langsung tidur setelah dicium dan diletakkan di tempat tidur, tapi kebanyakan tidak seperti itu,” kata Kim West, sleep coach dan penulis The Sleep Lady’s Good Night, Sleep Tight, dikutip dari Parents.

Kim West menyarankan rutinitas pra-tidur siang seperti menutup tirai atau menyanyikan lagu lembut. Rutinitas sederhana ini membantu bayi merasa lebih tenang dan siap tidur.

4. Durasi tidur siang terlalu singkat

ilustrasi anak dan ayah (
ilustrasi anak dan ayah (pexels.com/rdne)

Bayi yang hanya tidur siang selama 10–15 menit sering kali belum mendapatkan kualitas istirahat yang optimal. Tidur singkat membuat bayi tetap lelah dan mudah rewel saat bangun. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan cara bayi tertidur.

Beberapa bayi terbiasa tertidur dengan bantuan seperti digendong atau diayun. Ketika terbangun di tengah siklus tidur, mereka kesulitan tidur kembali sendiri. Membiasakan bayi tertidur dalam kondisi mengantuk tapi masih sadar bisa membantu memperpanjang durasi tidur siangnya.

5. Bayi tidur nyenyak di daycare, tapi tidak di rumah

ilustrasi menimang anak bayi (pexels.com/mateusz-dach)
ilustrasi menimang anak bayi (pexels.com/mateusz-dach)

Fenomena bayi tidur siang lebih baik di daycare dibandingkan di rumah cukup sering terjadi. Lingkungan yang berbeda dan rutinitas yang tidak sama bisa memengaruhi kualitas tidur bayi. Akibatnya, akhir pekan di rumah terasa lebih melelahkan bagi orangtua.

“Kadang bayi tidak ingin tidur siang saat akhir pekan karena mereka tidak ingin kehilangan waktu bersama orangtuanya,” ujar Dr. Marc Weissbluth.

Ia menyarankan agar rutinitas tidur siang di rumah meniru kebiasaan di daycare. Selama tidur siang di hari kerja berjalan baik, beberapa hari yang tidak ideal tidak akan merusak kebiasaan tidur bayi.

6. Kebutuhan tidur bayi mulai berubah

ilustrasi orangtua dan bayi
ilustrasi orangtua dan bayi (pexels.com/nappy)

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan tidur siang bayi juga mengalami perubahan. Bayi yang sebelumnya tidur dua kali sehari perlahan mulai mengurangi durasinya. Hal ini sering membuat orangtua bingung menentukan jadwal yang tepat.

Dikutip dari Parents, menurut Jodi Mindell, Ph.D., penulis Sleeping Through the Night, sebagian besar balita berhenti tidur siang pagi di usia sekitar 18 bulan. Masa transisi ini biasanya tidak terjadi secara instan dan membutuhkan penyesuaian bertahap. Orangtua disarankan tetap fleksibel sambil memperhatikan tanda-tanda kelelahan pada anak.

Meski kerap menantang, masalah tidur siang bayi umumnya bisa diatasi dengan rutinitas yang konsisten dan penyesuaian sesuai usianya. Dengan peka pada sinyal kantuk dan tetap fleksibel, tidur siang dapat kembali berkualitas bagi bayi dan orangtua.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari dan Februari 2026

12 Jan 2026, 13:57 WIBLife