Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tips Mempersiapkan Hari Pertama Anak di Daycare
ilustrasi opsi untuk daycare (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Orangtua disarankan mengenalkan lingkungan daycare lebih awal, termasuk pengasuh dan aktivitasnya, agar anak memiliki gambaran yang familiar sebelum hari pertama.

  • Rutinitas tidur, makan, dan persiapan pagi perlu disesuaikan sebelumnya. Barang kebutuhan anak juga harus disiapkan lengkap, diberi label, serta mengikuti aturan daycare.

  • Saat mengantar, orangtua perlu berpamitan singkat, tenang, dan konsisten tanpa diam-diam pergi. Komunikasi dengan pengasuh penting untuk memantau adaptasi serta kebutuhan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari pertama anak di daycare atau tempat penitipan anak sebetulnya bisa menjadi pengalaman baru yang penuh dengan tantangan. Anak mungkin akan merasa cemas ketika harus berada di lingkungan yang terasa berbeda, bertemu dengan pengasuh barunya, hingga berinteraksi dengan teman sebaya tanpa didampingi oleh orangtua secara langsung.

Untuk memastikan agar prosesnya berlangsung dengan lancar, orangtua harus mempersiapkan hari pertama anak di daycare. Persiapan yang tepat, mulai dari mengenalkan lingkungan daycare hingga membiasakan rutinitas harian yang berbeda, dapat membantu anak untuk merasa lebih aman dan membuat orangtua lebih tenang ketika harus meninggalkannya.

1. Kenalkan anak dengan lingkungan daycare sebelum hari pertama

ilustrasi sarana prasarana di daycare (pexels.com/CDC)

Sebelum mulai dititipkan, sebaiknya ajak anak untuk mengunjungi daycare apabila tempat tersebut memang menyediakan kesempatan untuk melakukan kunjungan lebih awal. Biarkan anak melihat ruang bermain, mengenal pengasuh barunya, hingga memperlihatkan aktivitas yang nantinya akan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari agar mereka tidak sampai merasa terlalu asing.

Orangtua bisa turut menceritakan aktivitas menyenangkan yang nantinya akan dilakukan anak di sana, seperti bermain, membaca buku, bernyanyi, hingga bertemu teman baru. Berikanlah penjelasan yang sederhana, namun mudah dimengerti agar anak dapat membangun gambaran yang lebih realistis terkait pengalaman pertamanya di daycare.

2. Biasakan rutinitas harian sebelum anak mulai dititipkan

ilustrasi anak tidur (pexels.com/Alex Green)

Adanya perubahan jadwal tidur, waktu makan, dan aktivitas harian sebetulnya bisa membuat anak jadi lebih mudah merasa lelah dan rewel saat mulai mengatur rutinitas. Orangtua sebaiknya mulai menyesuaikan jadwal tidur baru beberapa hari atau minggu sebelumnya agar perubahan tersebut tidak sampai terasa terlalu membebani bagi anak.

Bukan hanya mengatur waktu tidur, sebaiknya biasakan rutinitas pagi seperti mandi, sarapan, berpakaian, dan mempersiapkan barang bawaan dengan urutan yang konsisten setiap harinya. Rutinitas yang bisa diprediksi tentu akan membantu anak memahami apa yang nantinya akan dilakukan, sekaligus mengurangi kerepotan orangtua ketika harus berangkat pada pagi hari.

3. Siapkan barang kebutuhan anak dengan lengkap

ilustrasi anak kecil sedang mandi (Pexels/Eman Genatilan)

Sebelum hari pertama, sebaiknya tanyakan kepada pengelola daycare terkait barang apa saja yang harus dibawa anak, seperti pakaian ganti, popok, botol minum, hingga perlengkapan makan atau kebutuhan lainnya. Siapkan semua barang tersebut sejak malam sebelumnya dan berikan label nama pada setiap perlengkapan agar tidak mudah tertukar dengan anak lainnya.

Jika memang diperbolehkan oleh pihak daycare, maka orangtua bisa turut membawa benda-benda kesayangan yang dapat membuat anak merasa nyaman. Benda yang sudah dikenal tentu akan membantu anak agar tetap merasa lebih tenang pada saat harus berada di kondisi lingkungan baru, namun pastikan memang barang tersebut aman digunakan dan sudah sesuai dengan peraturan tempat penitipan yang ada.

4. Berikan perpisahan yang singkat, tenang, dan konsisten

ilustrasi anak dan ayah (pexels.com/Sasha Kim)

Sebagian anak mungkin akan menangis atau bahkan menunjukkan penolakan pada saat harus berpisah dengan orang tua untuk pertama kalinya. Pada saat mengantar anak, sebaiknya sampaikan bahwa orangtua akan kembali menjemputnya setelah aktivitas selesai, lalu mulai berpamitan dengan tenang tanpa menghilang secara diam-diam.

Selalu usahakan untuk tidak memperpanjang perpisahan karena hal tersebut justru akan membuat anak semakin sulit memahami perubahan situasi yang sedang terjadi. Orangtua tentu sebaiknya dapat mengikuti prosedur penjemputan dan komunikasi yang memang telah ditetapkan oleh pengelola daycare agar dapat memperoleh informasi tentang anak selama dititipkan.

Hari pertama anak di daycare memang memerlukan persiapan dan kesabaran karena setiap anak memiliki waktu adaptasi yang berbeda-beda. Dengan mempersiapkan hari pertama anak di daycare, mereka dapat menjalani pengalaman baru dengan lebih nyaman. Jangan berkecil hati apabila anak masih menangis, namun tetap jalin komunikasi dengan pengasuh agar kebutuhan dan perkembangan anak selama masa adaptasi tetap diperhatikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article