Anak usia 9–17 tahun biasanya mulai mengenal berbagai gambaran kesuksesan dari media sosial. Ada yang melihat seorang streamer bisa menghasilkan uang dari bermain gim, mengikuti kreator yang membagikan keuntungan investasi, atau menonton pengusaha muda yang mengaku berhasil membangun bisnis tanpa ijazah. Cerita seperti itu bisa membuat sekolah terlihat membosankan, apalagi jika anak sedang merasa pelajaran di kelas tidak menarik dan kegiatan sehari-hari terasa jauh dari hal yang ingin mereka capai.
Ketika anak mulai berkata, "Buat apa sekolah? Banyak orang sukses juga gak sekolah," respons orangtua sebaiknya tidak berhenti pada larangan atau ceramah tentang pentingnya pendidikan. Anak perlu diajak memahami bahwa cerita sukses yang ditonton di internet belum tentu memperlihatkan seluruh proses di baliknya. Orangtua juga bisa memanfaatkan cita-cita yang sedang disukai anak sebagai jalan untuk menunjukkan bahwa sekolah bukan penghalang, melainkan salah satu bekal untuk mengejar lebih banyak kemungkinan. Yuk, simak sejumlah trik menghadapi anak yang kehilangan minat untuk sekolah berdasarkan catatan di bawah ini!