Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Chameleon Effect, Alasan Kenapa Pasangan Bisa Terlihat Mirip

4 min read
Mengenal Chameleon Effect, Alasan Kenapa Pasangan Bisa Terlihat Mirip
ilustrasi chameleon effect pada pasangan (unsplash.com/Vitaly Gariev)
  • Chameleon effect adalah peniruan tidak sadar terhadap perilaku, bahasa tubuh, ekspresi, aksen, atau nada suara orang yang sering ditemui, sehingga pasangan atau sahabat lama bisa terlihat mirip.
  • Fenomena ini dapat memperkuat koneksi sosial, kedekatan, empati, dan komunikasi bahasa; prosesnya berkaitan dengan empati, kesamaan, kemampuan adaptasi, serta mirror neurons di otak.
  • Peniruan yang berlebihan atau disengaja berisiko dianggap mengolok-olok dan merusak rasa hormat; penerapannya perlu sederhana, berempati, menjadi pendengar baik, serta berorientasi pada hubungan sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah nggak sih, kamu bertemu dengan pasangan yang udah lama bersama dan kamu merasa mereka semakin mirip dari hari ke hari? Atau dua orang sahabat yang terlihat mirip padahal mereka nggak sedarah? Ternyata itu semua ada penjelasannya, loh! Namanya chameleon effect. 

Bukan cuma pasangan, tapi kita semua pasti pernah mengalami chameleon effect ini. Kita cuma nggak menyadarinya aja. Nah, apa itu chameleon effect dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan kita sehari-hari? Temukan jawabannya disini.

  1. Apa itu chameleon effect?

    ilustrasi chameleon effect interaksi pertemanan
    ilustrasi chameleon effect dalam interaksi pertemanan (unsplash.com/Brooke Cagle)

    Mengutip dari laman Verywell Mind, chameleon effect adalah sebuah fenomena dimana kamu menirukan tingkah laku, bahasa tubuh (gesture), dan ekspresi wajah orang-orang yang paling sering kamu lihat. Ini membuat kamu secara nggak sadar melakukan perubahan perilaku supaya selaras dengan perilaku orang terdekat atau bahkan orang asing yang kamu temui.

    Fenomena ini juga dikenal dengan istilah non-conscious mimicry atau peniruan tidak sadar. Mungkin kamu pernah terkejut mendapati diri menirukan logat atau gerak gerik karakter yang sering kamu lihat di TV tanpa kamu sadari. Ini bukan terjadi karena kamu dihipnotis, bukan juga berarti kamu nggak punya kepribadian karena sering terlihat menirukan tingkah laku atau gerak tubuh orang lain. Itu terjadi karena dorongan alami yang disebut dengan chameleon effect.

  2. Contoh chameleon effect dalam kehidupan sehari-hari

    ilustrasi menirukan gesture lawan bicara
    ilustrasi menirukan gesture lawan bicara (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Chameleon effect seringnya nggak mencolok, terjadi secara halus dan nggak disadari. Hal ini bisa tercermin dalam banyak bentuk, seperti:

    • Menirukan pola bicara seorang teman
    • Menyilangkan kedua tangan saat lawan bicara melakukan
    • Membalas senyuman 
    • Menirukan postur tubuh orang lain di dalam rapat
    • Menyamakan nada suara dengan lawan bicara
    • Menyilangkan kaki setelah orang di dekat kamu melakukannya

    Bagi pasangan yang sudah lama bersama, peluang mereka untuk saling menirukan atau menyamakan perilaku semakin besar. Seorang istri tanpa sadar bisa terlihat lebih maskulin karena suaminya adalah seorang prajurit. Atau seorang suami tanpa sadar sering menggunakan kata-kata lucu saat bicara dengan anak karena sering melihat istrinya melakukan hal yang sama. 

  3. Apa manfaat chameleon effect?

    ilustrasi chameleon effect di lingkungan kerja
    ilustrasi chameleon effect di lingkungan kerja (pexels.com/Yan Krukau)

    Beberapa studi menunjukkan bahwa chameleon effect berdampak positif untuk interaksi dan kehidupan sosial manusia. Secara umum, ada dua manfaat dari chameleon effect, yaitu:

    1. Meningkatkan koneksi antar manusia. Salah satu dampak utama chameleon effect adalah memfasilitasi hubungan sosial. Ia bekerja seperti “lem” yang menyatukan antara perasaan terhubung, kedekatan, dan kebersamaan dengan orang lain. Saat kamu menyukai seseorang, tanpa sadar kamu menirukan gaya bahasa dan cara bicaranya. Setelah itu mereka akan merasa ada kemiripan atau kesamaan yang cocok di antara kalian. Ini akan membuat kamu lebih mudah disukai karena koneksi terbangun lebih cepat.
    1. Mendukung kemampuan bahasa. Laman The Decision Lab menyebutkan kalau chameleon effect dalam bentuk peniruan aksen bahasa bisa mendukung kemampuan komunikasi seseorang. Hasil penelitian menunjukkan kalau meniru bisa memperlancar komunikasi sosial kita, sehingga memungkinkan kita untuk saling memahami dengan lebih baik pada tingkat linguistik, sekaligus memicu perasaan empati dan kedekatan yang lebih abstrak.

  4. Bagaimana cara kerja chameleon effect?

    ilustrasi menirukan gerak tubuh lawan bicara
    ilustrasi menirukan gerak tubuh lawan bicara (pexels.com/Ninthgrid)

    Mungkin kamu masih bertanya, bagaimana bisa pasangan atau sahabat yang sudah lama bersama jadi terlihat mirip? Jawabannya adalah karena mereka punya beberapa hal yang membuat chameleon effect bekerja dalam diri mereka, yaitu:

    1. Empati. Empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan terhubung dengan emosi, pengalaman, dan perspektif orang lain. Empati punya peranan penting dalam membangun ikatan sosial yang kuat berdasarkan kepercayaan.
    2. Kesamaan (similarity). Teori yang menjelaskan bahwa kita cenderung bergerak ke arah orang-orang yang punya kesamaan karakteristik, seperti nilai, latar belakang, keyakinan, dan sikap yang sama. 
    3. Adaptif. Manusia mempunyai kemampuan beradaptasi agar bisa bertahan hidup dan menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungan. Saat ada perbedaan dalam suatu hubungan, biasanya kita akan cepat beradaptasi secara alami.
    4. Mirror Neurons. Ini adalah sel di dalam otak yang aktif ketika kita mengamati perilaku seseorang sambil melakukan tindakan yang sama di saat yang bersamaan. Sel inilah yang memicu chameleon effect terjadi.

  5. Tips menerapkan chameleon effect secara positif

    ilustrasi menjadi pendengar yang baik
    ilustrasi menjadi pendengar yang baik (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Chameleon effect terjadi secara alami, nggak disadari, dan nggak direncanakan. Namun, proses peniruan ini bisa berisiko kalau dilakukan secara berlebihan atau disengaja dengan cara yang kurang tepat. Kamu bisa dianggap mengolok-olok lawan bicara dan ini bisa meruntuhkan rasa hormat antara satu sama lain. 

    Supaya terhindari dari masalah yang nggak diinginkan, kamu bisa mencoba untuk belajar lebih empati terhadap orang lain. Cobalah untuk memposisikan diri pada tempat orang lain dan rasakan apa yang mereka rasakan. Selain itu, cobalah untuk jadi pendengar yang baik, kalau ingin menirukan lawan bicara lakukan untuk alasan yang benar, dan niatkan untuk membangun hubungan yang sehat dan bermakna. 

    Meniru orang yang sedang berinteraksi dengan kamu bisa meningkatkan atau menurunkan tingkat kesukaan orang lain terhadap kamu, tergantung cara kamu melakukannya. Kuncinya adalah kesederhanaan. Cara terbaik untuk meniru seseorang adalah dengan menjadi diri sendiri dan membiarkannya terjadi tanpa berusaha secara sadar. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More