"Hal yang paling mengubah saya sebagai seorang perempuan adalah menjadi ibu," akunya. "Sejak saat itu, anak-anak menjadi prioritas saya," lanjut perempuan 38 tahun ini.
Parenting Style ala Messi dan Antonella yang Bisa Ditiru, Prioritaskan Anak

Kehidupan pesepak bola internasional memang selalu menarik untuk dikulik lebih dalam, tak terkecuali soal gaya asuh mereka bersama pasangan. Seperti pasangan Antonela Roccuzzo dan Lionel Messi yang dikaruniai tiga orang putra. Pasangan yang menikah pada 30 Juni 2017 ini, memiliki gaya parenting yang cukup santai, namun tetap serius.
Sudah saling mengenal sejak kecil, membuat keduanya kompak dalam mendidik dan mengasuh ketiga jagoan mereka. Dalam sebuah wawancara media, Antonela Roccuzzo sempat membeberkan tips parenting-nya. Penasaran bagaimana parenting style ala Antonela Roccuzzo dan Lionel Messi? Berikut ulasan singkatnya.
1. Anak sebagai pusat dunia

Diketahui, dari pernikahannya bersama Lionel Messi, Antonela Roccuzzu melahirkan tiga orang putra yang diberi nama, Thiago Messi 13 tahun, Mateo Messi 10 tahun, dan Ciro Messi 8 tahun. Membesarkan tiga putra sekaligus tentu tidaklah mudah.
Meski begitu, bagi Roccuzze anak-anak adalah gambaran pengabdian terbesar dan pusat dunianya. Dikutip dari Hola! dalam sebuah wawancara dengan edisi Meksiko Harper's Bazaar, influencer asal Argentina ini menceritakan bagaimana peran sebagai ibu telah mengubah identitasnya. Hubungannya dengan Messi telah membentuk banyak aspek kehidupan, sedangkan menjadi ibu menandai titik balik yang lebih mendalam.
Status sebagai ibu terkadang membuat seseorang kewalahan dan terbebani. Tumbuh kembang anak yang begitu cepat, tentu menjadi perhatian setiap ibu, begitu pula dengan Roccuzzu. Mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak adalah upaya yang telah dilakukan pasangan ini untuk menjamin masa depan ketiga putranya. Apa pun kondisinya, anak adalah skala prioritas bagi mereka.
2. Menemukan ruang untuk terhubung kembali dengan diri sendiri ketika anak-anak sudah mulai mandiri

Meskipun tanggung jawab sebagai orangtua, terutama seorang ibu sangatlah melelahkan, tapi perlu disadari bahwa masa ini tak akan berlangsung selamanya. Anak-anak bakal tumbuh dewasa, mulai mandiri, dan memiliki dunianya sendiri. Pada saat itulah, tugas ibu dalam mengurus keperluan mereka mulai berkurang.
Antonela Roccuzzu pun menyadari akan hal ini. Dengan putra-putranya yang semakin mandiri, ia menemukan ruang untuk terhubung kembali dengan dirinya sendiri dengan cara yang sebelumnya sulit dijangkau.
"Sekarang, saya merasa lebih dewasa, fokus pada hal-hal yang benar-benar penting," kata perempuan yang kini menetap di Miami bersama keluarga kecilnya. "Anak-anak saya sudah lebih besar sekarang, dan itu memungkinkan saya untuk menikmati hal-hal tertentu buat diri saya sendiri yang sebelumnya tidak bisa saya lakukan," imbuhnya.
Di saat anak-anak sudah mulai bisa mengurus dirinya sendiri, tentu tugas ibu dalam merawat akan sedikit longgar. Contoh kecilnya, saat anak masih bergantung sepenuhnya pada orangtua, bahkan untuk buang air kecil atau mandi, tentu itu akan menyita waktu. Seorang ibu tidak akan bisa leluasa menyantap kudapan favoritnya tanpa diganggu pada saat itu.
Momen di mana anak-anak mulai mandiri ibarat seperti melihat ladang subur yang mulai siap dipanen. Jelas, proses untuk membentuk anak menjadi mandiri itu tidaklah mudah, tapi hasilnya selalu sepadan. Memanen kerja keras dan kesabaran sebagai orangtua, terutama ibu, akan selalu jadi saat yang membanggakan dan memuaskan.
3. Menempatkan diri sebagai pusat perhatian juga, adalah cara Roccuzzo menghargai diri dan perannya

Peran seorang ibu dalam keluarga sangatlah penting. Tak jarang, ibu rela berkorban demi anak-anak dan malah mengesampingkan kebutuhannya sendiri. Namun, seiring pertumbuhan anak ke arah yang lebih dewasa, mereka mulai belajar mandiri dan pelan-pelan terlepas dari bantuan orangtua. Momen ini tidak akan terjadi, jika orangtua tidak bisa mengajarkan kemandirian pada anak sejak dini.
Roccuzzo mendapati dirinya memasuki fase baru dalam hidup seiring dengan pertumbuhan ketiga putranya. Fase ini memungkinkan dirinya untuk menyeimbangkan antara peran sebagai ibu dengan pertumbuhan pribadi.
"Saya sangat menikmati fase ini di mana anak-anak saya sudah tidak begitu kecil lagi," ujarnya seperti dikutip dari laman Hola! "Saya mulai menghargai diri sendiri dengan cara yang berbeda dan menempatkan diri saya sebagai pusat perhatian juga. Ini adalah sesuatu yang baru bagi saya, dan saya menjalaninya langkah demi langkah," sambungnya.
Di luar perannya sebagai istri dan ibu di rumah, Rocuzzo telah terjun ke dunia bisnis mode. Ia sukses berkolaborasi dengan merk ternama dunia seperti, Adidas, Tiffany & Co., dan Anastasia Beverly Hills, berikut mengelola beberapa usaha pribadi di Argentina.
4. Membesarkan anak di era digital yang tak mudah

Sepak bola tetap menjadi tumpuan keluarga ini. Ketiga putra mereka terlibat dalam akademi klub sepak bola Inter Miami, di mana ayah mereka menjabat sebagai kapten di sana. Ketiganya telah mencapai kesuksesan cukup besar dalam kompetisi di usia muda.
Meski begitu, sang ibu mengaku bahwa keseharian anak-anaknya di rumah tak hanya berkutat pada sepak bola. Roccuzzo mengungkapkan sebuah kegiatan menyenangkan yang kerap mereka jalani bersama di waktu luang, yakni menyusun LEGO.
"Bersama anak-anak saya, kami telah membuat semacam museum tempat kami memajang semua kreasi LEGO kami," ujarnya.
Roccuzzo menyadari betapa pentingnya menyisihkan waktu berkualitas bersama keluarga, terutama anak-anak. Momen sederhana yang dinikmati bersama, akan membangun bonding di antara orangtua dan anak.
Dalam sebuah wawancara dengan Vogue México y Latinoamérica, seperti ditulis di laman Hola! ia berbicara soal pendekatannya dalam pengasuhan dan prinsip-prinsip yang ingin diwariskan.
"Saya ingin anak-anak kami memiliki nilai-nilai yang baik, bersikap hormat, dan menghargai apa yang mereka miliki," katanya.
Perempuan asal Argentina ini menambahkan, penting untuk menanamkan pengertian pada anak-anaknya, bahwa mereka tak lebih baik dari orang lain. Ia juga menyoroti peran komunikasi dalam membesarkan ketiga putranya, khususnya di era digital. Baginya, komunikasi adalah kunci.
"Membahas media sosial, hadir dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan memahami apa yang mereka alami," ujarnya menerangkan bagaimana dirinya mencoba membangun kedekatan dengan anak.
Sebagai seorang ibu dari tiga anak laki-laki, Roccuzzo selalu menekankan tentang kesetaraan dan empati. Filosofi pengasuhannya berpusat pada keterbukaan, konsistensi, dan selalu memberikan contoh.
5. Dukungan dari pasangan adalah kunci kesuksesan dalam pengasuhan anak

Ibarat kerjasama tim dalam permainan sepak bola, sebagai orangtua, pasangan suami-istri juga harus kompak dan saling support. Hal inilah yang sangat dirasakan oleh Antonela Roccuzzo. Saat mulai fokus pada karier dan mengurangi intensitas waktu dengan ketiga putranya, Roccuzzo sempat merasa bersalah.
Dalam wawancara dengan majalah ELLE, ia mengaku bahwa sang suami, Messi selalu memberi dukungan pada apa pun usaha yang dikerjakannya. Dukungan ini membuat Roccuzzo menyadari bahwa tak masalah untuk berkarier dan meninggalkan rumah sejenak. Apalagi mengingat ketiga putra mereka sudah tumbuh menjadi anak yang mandiri.
"Saya berusaha fokus pada keluarga saya. Anak-anak adalah prioritas utama. Dan sekarang saya berada di posisi untuk mulai melakukan hal-hal untuk diri saya sendiri," ucapnya.
Roccuzzo mengakui bahwa tak mudah untuk menemukan keseimbangan antara keluarga, mengurus anak, dan karier. Kehadiran serta dukungan dari pasangan adalah booster yang paling penting baginya. Sehingga sekarang ia bisa mulai membangun karier, tapi tetap menjadikan anak dan keluarga sebagai fokus utamanya.
Menjadi ibu sembari berkarier bukanlah hal yang mudah. Akan selalu ada pertentangan batin yang membuat tidak nyaman. Tapi, melihat tumbuh kembang anak yang optimal, kemandirian mereka yang mulai timbul, dan selalu meluangkan waktu berkualitas bersama, adalah langkah jitu untuk tetap merawat bonding dengan mereka. Sekiranya hal-hal tersebut yang telah diterapkan oleh Antonela Roccuzzo dan Lionel Messi dalam pola asuh mereka.


















