Punya anak sering kali menjadi salah satu fase terbesar dalam kehidupan pasangan suami istri. Ada anggota keluarga baru yang harus dirawat, mulai dari bangun tengah malam, menyiapkan kebutuhan bayi, sampai memastikan si kecil tumbuh dengan baik. Di tengah semua kesibukan tersebut, tanpa disadari, suami istri bisa semakin jarang punya waktu untuk sekadar duduk dan ngobrol berdua.
Padahal, waktu berkualitas bersama pasangan tetap dibutuhkan setelah memiliki anak. Bukan berarti harus selalu pergi berdua atau menghabiskan waktu berjam-jam seperti sebelum punya anak. Obrolan sederhana, makan bersama tanpa terganggu oleh pekerjaan rumah, atau menonton sesuatu setelah anak tidur pun bisa menjadi bentuk quality time. Masalahnya, kesempatan seperti ini sering kali justru menjadi semakin sulit ditemukan. Lantas, mengapa pasangan kehilangan waktu berkualitas setelah ada anak?
