potret orangtua dan anak (pexels.com/Tamilles Esposito)
Setelah mendengarkan cerita dan menyusun langkah penyelesaian, orangtua perlu memastikan bahwa anak mendapatkan perlindungan yang memadai. Jika perundungan terjadi di sekolah, orangtua dapat menghubungi pihak sekolah untuk melaporkan kejadian dan meminta penanganan.
Pastikan sekolah mengetahui situasi yang dialami anak serta memiliki langkah konkret untuk mencegah perundungan terulang. Apabila bullying terjadi secara daring, orangtua juga dapat menyimpan bukti berupa tangkapan layar, memblokir akun pelaku, dan melaporkan konten yang merugikan.
"Hal yang paling utama adalah memastikan anak Anda merasa aman dan benar-benar dalam keadaan aman. Sangatlah penting bagi Anda untuk menunjukkan dukungan tanpa syarat saat ini, karena jika tidak, mereka mungkin tidak akan pernah mau terbuka kepada Anda lagi di masa mendatang," jelas Sameer.
Selain memastikan keamanan fisik, orangtua juga perlu memperhatikan kondisi emosional anak. Perubahan perilaku seperti enggan pergi ke sekolah, menarik diri dari pergaulan, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau sering merasa cemas perlu diperhatikan.
Perubahan tersebut tidak selalu berarti anak mengalami gangguan psikologis, tetapi dapat menjadi tanda bahwa mereka membutuhkan dukungan lebih lanjut. Jika dampaknya terus berlanjut atau mengganggu aktivitas sehari-hari, orangtua dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional. Orangtua tidak perlu menunggu hingga kondisi anak semakin memburuk untuk mencari bantuan
"Jika anak Anda mengalami kesulitan secara emosional, psikologis, atau fisiologis dan dampaknya tidak hilang dalam satu atau dua hari, hubungi tenaga profesional kesehatan mental atau dokter keluarga Anda. Perilaku apa pun-baik yang tergolong ringan, sedang, maupun berat-dapat menimbulkan dampak psikologis yang signifikan, tergantung pada individu, konteks, serta ketiadaan respons yang tepat dan mendukung," saran Sameer.
Ketika anak berani bercerita bahwa dirinya menjadi korban bullying, orangtua memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka adalah tempat paling aman untuk mencari perlindungan. Setiap anak mungkin membutuhkan waktu dan pendekatan yang berbeda untuk pulih dari pengalaman perundungan. Karena itu, orangtua perlu bersabar dan terus mendampingi anak agar mereka tidak merasa menghadapi masalah tersebut sendirian.