ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/paveldanilyuk)
Kebiasaan memantau anak gak selalu berhenti ketika mereka sudah gak membutuhkan baby monitor. Kekhawatiran yang sama bisa membuat orangtua beralih ke bentuk pengawasan lain, seperti melacak ponsel, memantau perangkat, atau menggunakan aplikasi untuk mengetahui keberadaan anak. Jika dilakukan tanpa alasan keselamatan yang jelas, pengawasan tersebut dapat lebih mencerminkan kecemasan orangtua daripada kebutuhan anak.
Dikutip dari Parents, Gary T. Marx, Ph.D., profesor emeritus MIT yang banyak menulis tentang pengawasan, menjelaskan bahwa teknologi dapat membuat orangtua merasa harus terus memantau anak untuk mencegah kemungkinan buruk. Seiring bertambahnya usia anak, orangtua juga perlu memberi ruang agar mereka belajar bertanggung jawab dan menjaga diri sendiri, sembari tetap mempertimbangkan pengawasan ketika ada alasan keselamatan yang nyata serta menghormati privasi anak.
“Orangtua ingin menjadi orangtua yang baik, tetapi perangkat ini memanfaatkan rasa bersalah. Jika kamu gak melakukan hal tersebut, anakmu mungkin berisiko menyalahgunakan narkoba atau mengemudi terlalu cepat,” kata Gary.
Baby monitor tetap bisa digunakan selama memang dibutuhkan untuk memastikan keamanan anak. Namun seiring bertambahnya usia, beri anak ruang untuk belajar merasa aman, menenangkan diri, dan menjadi lebih mandiri.