Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips yang Sering Diabaikan saat Mengecat Rumah sebelum Lebaran
ilustrasi mengecat rumah (unsplash.com/Theme Photos)
  • Pilih jenis cat sesuai fungsi ruangan agar hasilnya tahan lama dan tidak mudah rusak.

  • Perbaiki retakan dan gunakan cat dasar agar warna lebih rata serta kuat menempel.

  • Hitung kebutuhan cat dan pilih waktu pengecatan yang tepat agar hasil maksimal serta tidak boros.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen menjelang Lebaran sering dimanfaatkan untuk mempercantik rumah, salah satunya lewat mengecat ulang tembok. Dengan begitu, tampilan bisa lebih segar dan bersih. Banyak orang fokus pada warna cat yang terlihat menarik di brosur toko, tetapi justru melewatkan hal-hal teknis yang berpengaruh besar pada hasil akhir.

Akibatnya, tembok cepat kusam, warna tidak merata, bahkan muncul retak beberapa minggu setelah dicat. Padahal, mengecat rumah bukan sekadar soal estetika, melainkan juga soal ketahanan, fungsi ruang, dan perencanaan biaya agar tidak boros. Agar hasilnya benar-benar maksimal saat open house nanti, berikut beberapa hal yang sering luput diperhatikan.

1. Pemilik rumah perlu menyesuaikan jenis cat dengan fungsi ruangan

ilustrasi cat (unsplash.com/Azha Ashiq)

Banyak orang memilih cat hanya berdasarkan warna tanpa memahami bahwa setiap ruangan memiliki kebutuhan berbeda. Dinding ruang tamu, misalnya, sebaiknya menggunakan cat dengan fitur mudah dibersihkan karena sering terkena noda tangan, bekas gesekan kursi, atau cipratan minuman. Sementara itu, area dapur membutuhkan cat tahan lembap dan tidak mudah mengelupas akibat uap panas dan minyak.

Untuk kamar mandi atau dinding luar, pilih cat berlabel weather shield atau antijamur karena mampu menahan perubahan suhu dan kelembapan tinggi. Ruang kamar tidur justru lebih cocok memakai cat dengan kadar bau rendah agar tidak mengganggu pernapasan setelah pengecatan. Memahami fungsi ini membantu menghindari kesalahan umum, seperti cat halaman luar yang cepat pudar karena sebenarnya dirancang untuk cat interior.

2. Harus memperbaiki retak rambut sebelum mengecat

ilustrasi retak rambut (unsplash.com/Matt Artz)

Retak rambut sering dianggap sepele karena berukuran kecil dan terlihat seperti garis tipis saja. Jika langsung ditimpa cat, retakan akan muncul kembali setelah beberapa minggu, bahkan bisa semakin melebar. Penyebabnya biasanya karena plester yang menyusut, perubahan suhu, atau pergerakan struktur bangunan.

Solusinya, bersihkan retakan menggunakan ampelas halus, lalu isi dengan wall filler atau dempul khusus tembok. Setelah kering, permukaan perlu diampelas ulang hingga rata sebelum diberi cat dasar. Langkah sederhana ini membuat hasil pengecatan terlihat lebih halus dan tahan lama.

3. Perlu menghitung kebutuhan cat secara akurat

ilustrasi mengecat rumah (unsplash.com/Bastian Cimander)

Kesalahan yang sering terjadi ialah membeli cat terlalu sedikit sehingga warna tidak konsisten karena beda batch atau justru terlalu banyak hingga sisa menumpuk. Cara sederhana menghitungnya ialah mengukur luas dinding, yaitu panjang dikali tinggi, lalu dikurangi area pintu dan jendela. Rata-rata, 1 liter cat mampu menutup sekitar 8–10 meter persegi untuk satu lapisan.

Jika ruangan luasnya 40 meter persegi, biasanya membutuhkan sekitar 5 liter untuk dua lapisan. Cat kemasan 1 kg cocok untuk perbaikan kecil, sedangkan ukuran 5 kg hingga 20 kg lebih ekonomis untuk pengecatan seluruh ruangan. Perhitungan ini membantu menghemat biaya sekaligus mencegah warna belang akibat kekurangan cat di tengah proses.

4. Sebaiknya menggunakan cat dasar sebelum cat warna

ilustrasi cat dasar (unsplash.com/Karl Solano)

Banyak orang melewati tahap cat dasar karena ingin lebih cepat selesai. Padahal, cat dasar berfungsi menutup pori tembok, meratakan warna lama, dan membantu cat utama menempel lebih kuat. Tanpa lapisan ini, warna bisa terlihat kusam meski baru selesai dicat.

Cat dasar juga mengurangi konsumsi cat warna sehingga justru lebih hemat dalam jangka panjang. Prosesnya cukup dilakukan satu lapis tipis setelah tembok dibersihkan dan kering. Hasil akhir biasanya tampak lebih rata dan tidak mudah mengelupas.

5. Pemilik rumah perlu memilih waktu mengecat yang tepat

ilustrasi mengecat rumah (unsplash.com/Ali Mkumbwa)

Waktu pengecatan sering dianggap tidak penting, padahal sangat memengaruhi hasil. Mengecat saat musim hujan atau ketika udara terlalu lembap membuat cat sulit kering dan rentan berjamur. Begitu pula mengecat pada siang hari yang terlalu panas, ini bisa menyebabkan cat cepat mengering sebelum diratakan.

Waktu terbaik biasanya pagi hingga menjelang siang dengan sirkulasi udara baik. Jika mengecat interior, buka jendela agar bau cepat hilang dan lapisan cat kering merata. Pengaturan waktu ini membuat hasil pengecatan lebih rapi dan tahan lama.

Mengecat rumah sebelum Lebaran sebenarnya tidak rumit jika dilakukan dengan perencanaan yang tepat. Mulai dari memilih jenis cat hingga menghitung kebutuhan secara detail bisa membuat hasil terlihat jauh lebih rapi dan awet. Dengan persiapan yang matang, rumah tidak hanya tampak baru, tetapi juga nyaman saat menyambut tamu nanti. Jadi, apakah kamu dan keluarga sudah siap membuat suasana Lebaran terasa lebih berkesan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎