Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Menjelaskan Konsep Ngabuburit ke Anak-anak

5 Tips Menjelaskan Konsep Ngabuburit ke Anak-anak
ilustrasi ngabuburit (unsplash.com/Umar ben)
Intinya Sih
  • Ngabuburit adalah cara mengisi waktu menunggu berbuka dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan, bukan sekadar jalan-jalan.

  • Anak perlu diberi contoh konkret agar paham bahwa ngabuburit bisa dilakukan di rumah maupun di luar.

  • Kesepakatan dan variasi kegiatan membantu anak menikmati ngabuburit tanpa harus selalu keluar rumah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ngabuburit identik dengan suasana sore Ramadan yang ramai, mulai dari banyaknya penjaja makanan musiman hingga kegiatan santai menjelang waktu berbuka. Banyak anak kemudian memaknai ngabuburit hanya sebagai momen keluar rumah untuk jalan-jalan dan membeli takjil. Padahal, makna utamanya mengisi waktu menunggu berbuka dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan.

Ketika pemahaman ini tidak dijelaskan sejak awal, wajar jika anak menganggap ngabuburit harus selalu dilakukan di luar. Agar persepsi tersebut tidak keliru, berikut beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan. Simak, yuk!

1. Cerita pengalaman sehari-hari membantu anak memahami makna ngabuburit

ilustrasi ngobrol dengan anak
ilustrasi ngobrol dengan anak (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Anak biasanya lebih mudah menangkap penjelasan yang dikaitkan dengan situasi yang pernah mereka alami. Ngabuburit bisa dijelaskan sebagai kegiatan menunggu berbuka sambil melakukan hal yang membuat waktu terasa cepat, seperti saat mereka menunggu jam pulang sekolah. Perbandingan semacam ini membuat konsepnya terasa dekat, bukan sesuatu yang terdengar abstrak.

Cerita juga bisa diambil dari pengalaman keluarga sendiri, misalnya ketika dulu ngabuburit diisi dengan membantu menyiapkan makanan atau sekadar bermain di halaman rumah. Contoh konkret semacam ini membantu anak memahami bahwa ngabuburit tidak selalu identik dengan pergi ke pusat keramaian. Dari situ, mereka mulai melihat bahwa inti kegiatan tersebut ialah mengisi waktu, bukan soal tempatnya.

2. Contoh kegiatan menunjukkan variasi ngabuburit

ilustrasi memasak
ilustrasi memasak (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Penjelasan akan lebih mudah diterima jika disertai praktik yang bisa langsung dilihat. Anak dapat diajak menyiapkan menu sederhana, menata gelas minum, atau memilih piring untuk berbuka. Aktivitas kecil seperti ini memberi gambaran bahwa ngabuburit bisa dilakukan di rumah tanpa terasa membosankan.

Pilihan lain yang tetap menarik misalnya membuat minuman dingin bersama atau menonton tayangan bertema Ramadan sambil menunggu waktu berbuka. Ketika anak merasakan sendiri keseruannya, mereka tidak lagi menganggap keluar rumah sebagai satu-satunya pilihan. Hal ini membantu mengubah persepsi mereka.

3. Kesepakatan waktu membuat ekspektasi anak lebih realistis

ilustrasi pergi bersama anak
ilustrasi pergi bersama anak (unsplash.com/Tim Mossholder)

Anak sering meminta keluar setiap sore karena yang mereka pahami tentang ngabuburit hanyalah pergi mencari takjil. Ketika tidak ada penjelasan yang jelas, mereka mengira kegiatan itu memang harus dilakukan setiap hari. Situasi ini biasanya memicu rengekan, terutama saat orang di rumah sudah lelah setelah beraktivitas seharian. Karena itu, penting memberi gambaran yang sederhana tentang kapan kegiatan keluar rumah bisa dilakukan.

Kesepakatan bisa dibuat secara konkret, misalnya hanya keluar pada akhir pekan atau pada hari tertentu setelah semua pekerjaan selesai. Penjelasan seperti ini membantu anak memahami bahwa ngabuburit tetap bisa dilakukan tanpa harus menjadi rutinitas sehari-hari. Mereka juga belajar bahwa ada kondisi yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan suatu kegiatan. Dengan begitu, permintaan keluar tidak lagi muncul setiap hari karena anak sudah memiliki gambaran waktu yang jelas.

4. Penjelasan tentang tujuan ngabuburit membantu anak memahami maknanya

ilustrasi ngobrol dengan anak
ilustrasi ngobrol dengan anak (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Banyak anak menganggap ngabuburit hanya sebagai waktu bersenang-senang sebelum buka puasa. Padahal, inti dari kegiatan ini sebenarnya untuk mengisi waktu supaya menunggu berbuka tidak terasa lama. Penjelasan bisa dimulai dari hal sederhana, misalnya dengan mengatakan bahwa ngabuburit itu seperti mencari kegiatan agar tidak terus melihat jam.

Contoh paling mudah bisa dengan anak asyik menggambar atau bermain sampai tidak sadar waktu sudah mendekati azan. Dari situ, mereka bisa memahami bahwa kegiatan apa pun boleh dilakukan selama membuat waktu terasa cepat. Pemahaman ini membantu anak melihat bahwa ngabuburit bukan soal pergi ke mana, melainkan bagaimana memanfaatkan waktu sebelum berbuka.

5. Alternatif kegiatan sederhana membantu anak tetap menikmati ngabuburit

ilustrasi mengaji
ilustrasi mengaji (unsplash.com/Mishary Alafasy)

Keinginan keluar rumah setiap sore sering muncul karena anak hanya mengenal satu gambaran tentang ngabuburit. Ketika pilihan kegiatannya diperluas, mereka biasanya lebih mudah menerima bahwa menunggu berbuka tidak selalu identik dengan pergi jauh. Sebagai contoh, sore hari bisa diisi dengan membuat es buah sederhana bersama atau memilih menu takjil yang ingin dicoba di rumah.

Pilihan lain yang tidak kalah menarik misalnya bermain tebak kata, menyusun puzzle, atau mengaji bersama teman-teman. Kegiatan semacam ini membuat suasana sore tetap hidup tanpa perlu keluar biaya besar. Anak juga belajar bahwa keseruan tidak selalu bergantung pada tempat, melainkan pada kegiatan yang dilakukan bersama. Dari situ, mereka perlahan memahami bahwa ngabuburit bisa tetap menyenangkan meski dilakukan di rumah.

Ngabuburit bukan sekadar soal pergi keluar rumah, melainkan tentang bagaimana keluarga mengisi waktu menjelang berbuka dengan cara yang sesuai kondisi masing-masing. Penjelasan yang sederhana, konkret, dan konsisten biasanya lebih mudah dipahami anak daripada nasihat panjang. Semoga anak-anak bisa mengerti hal ini, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Life

See More