Comscore Tracker

5 Tips Mengawasi Anak yang Baru Belajar Berjalan, Harus Hati-hati!

Pastikan tidak ada hal yang bisa memicu bahaya di sekitarnya

Anak-anak memiliki fase pertumbuhan yang berbeda-beda, namun hal ini biasanya terjadi secara natural seiring berjalannya waktu. Salah satunya adalah fase anak dalam belajar bagaimana caranya berjalan dengan benar.

Fase belajar berjalan pada anak biasanya sudah dimulai dari usia 9 hingga 18 bulan dengan proses awal agar anak dapat menapaki kakinya dengan baik. Proses ini bisa berbeda-beda tiap anaknya, entah lebih cepat atau bahkan lambat.

Jelas saja proses berjalan anak sering kali tak selalu aman, sebab tak jarang juga bisa membahayakannya, apalagi jika mereka belum fasih dalam berjalan. Para orangtua dapat mengawasi anak yang baru belajar berjalan melalui beberapa tips penting yang berikut ini.

1. Jauhkan anak dari jangkauan sisi-sisi meja yang tajam

5 Tips Mengawasi Anak yang Baru Belajar Berjalan, Harus Hati-hati!ilustrasi sisi meja (pexels.com/@fotoaibe)

Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah dengan memperhatikan benda-benda di sekeliling anak. Salah satu benda yang sebaiknya dijauhkan dari jangkauan anak adalah meja. Hal ini karena biasanya meja memiliki ujung yang tajam.

Berusahalah menjauhkan anak dari jangkauan-jangkauan sisi meja yang tajam dan dapat melukainya. Cobalah untuk menjauhkan meja dari area anak berjalan atau pun dengan menempelkannya tambalan khusus pada area sisi meja.

2. Letakan karpet lantai yang lembut

5 Tips Mengawasi Anak yang Baru Belajar Berjalan, Harus Hati-hati!ilustrasi anak di atas karpet (pexels.com/@pavel-danilyuk)

Anak-anak yang baru belajar berjalanan memang belum mampu mengontrol dan membawa berat tubuhnya dengan baik. Tidak heran bila banyak anak yang baru belajar berjalan justru sesekali mudah terjatuh atau tampak terhuyung dalam berjalan.

Untuk mencegah anak merasa sakit saat terjatuh, maka letakan karpet lantai yang lembut. Karpet yang dihamparkan cocok untuk membuat anak tetap merasa nyaman dalam berjalan di atasnya.

Baca Juga: 5 Tips Agar Anak Tidak Kelelahan Belajar, Beri Waktu untuk Bermain

3. Tidak melepaskan pengawasan pada anak

5 Tips Mengawasi Anak yang Baru Belajar Berjalan, Harus Hati-hati!ilustrasi menasehati anak (pexels.com/@ketut-subiyanto)

Meski mungkin anak-anak banyak yang belajar berjalan di rumah, namun orangtua tetap harus mampu mengawasinya dengan baik. Terkadang sulit memprediksi apa yang dilakukan anak, apalagi jika anak belum dapat berbicara sehingga cenderung diam.

Sebaiknya jangan sampai coba-coba melepaskan pengawasan pada anak begitu saja. Khawatir jika orangtua teledor, maka bisa menyebabkan bahaya tersendiri.

4. Memperingatkan anak secara halus agar tetap berhati-hati

5 Tips Mengawasi Anak yang Baru Belajar Berjalan, Harus Hati-hati!ilustrasi anak menguap (pexels.com/@wildlittlethingsphoto)

Anak harus memiliki kualitas komunikasi yang baik dengan orangtuanya, meski pun pada fase berjalan ternyata ada beberapa anak yang belum dapat berbicara. Meski mungkin belum bisa merespon secara jelas, namun bukan berarti anak belajar berjalan tanpa adanya komunikasi sama sekali dengan pasangan.

Sesekali orangtua tetap perlu memperingatkan anak secara halus agar tetap berhati-hati. Dengan demikian, maka anak akan memaknai hal tersebut dengan cara berjalan secara perlahan dan menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan bahaya.

5. Tidak menakut-nakuti anak

5 Tips Mengawasi Anak yang Baru Belajar Berjalan, Harus Hati-hati!ilustrasi anak menangis (pexels.com/@Helena-Lopes)

Orangtua pasti selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk dalam proses mereka berjalan. Sering kali orangtua banyak menyimpan kekhawatiran atas bahaya yang mungkin terjadi pada anak.

Meski demikian, jangan sampai kekhawatiran tersebut justru diungkapkan dengan justru menakut-nakuti mereka. Nantinya mereka akan ikut merasa takut dalam mencoba hal baru selama belajar berjalan.

 

Mengawasi anak dengan baik memang sudah menjadi tanggung jawab bagi para orangtua. Hal terpenting adalah dengan mempersiapkan area yang aman dan nyaman bagi anak dalam berjalan, sehingga minim risiko bahaya. Jangan lengah mengawasi anak, ya!

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kegiatan Edukatif Bersama Anak, Main Sambil Belajar!

Tresna Nur Andini Photo Verified Writer Tresna Nur Andini

Terima kasih sudah membaca tulisan saya | Seorang penulis biasa yang gemar berdiskusi. Mari berteman melalui ig : @tresnajaa

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya