Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Tips Menghemat Waktu di Perjalanan untuk Hidup Lebih Rileks

3 Tips Menghemat Waktu di Perjalanan untuk Hidup Lebih Rileks
Situasi stasiun MRT saat terjadi Badai Kong Rey, Taiwan pada 31 Oktober 2024. (IDN Times/Santi Dewi)

Menghadapi kemacetan lalu lintas di kota besar seperti Jakarta tentu menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang, khususnya Gen Z yang tinggal di sana. Generasi ini dikenal menempatkan waktu sebagai prioritas demi menjaga keseimbangan hidup. Tak heran, jika mereka sering memanfaatkan waktu yang dimiliki sebaik mungkin untuk melakukan berbagai hal, mulai dari meningkatkan produktivitas hingga menikmati momen santai untuk diri sendiri (me time).

Oleh sebab itu, bagi Gen Z, menentukan tempat tinggal yang ideal dan dekat dengan lokasi kantor atau kampus sangatlah penting. Selain bisa mengurangi waktu di perjalanan, hal ini juga bertujuan supaya mereka dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menjalani aktivitas penting lainnya.

Melihat fenomena ini, Cove, perusahaan teknologi properti (Protech) yang mengusung konsep “flexible co-living”, telah melakukan survei bersama Populix guna memahami preferensi Gen Z di Jakarta dalam menghadapi mobilitas sehari-hari. Berdasarkan hasil survei, ditemukan bahwa ternyata durasi perjalanan, baik itu ke kampus maupun kantor dapat memengaruhi produktivitas dan mood Gen Z.

Nah, kalau kamu salah satu Gen Z yang kerap mengalami stres akibat terlalu sering menghabiskan waktu perjalanan yang panjang di Jakarta, berikut telah kami rangkum temuan survei ini dan beberapa tips dari Cove untuk menghemat waktu perjalanan agar hidupmu menjadi lebih rileks. Simak, yuk!

1.Profil responden

ilustrasi mahasiswa (freepik.com/drobotdean)
ilustrasi mahasiswa (freepik.com/drobotdean)

Sebelum masuk ke dalam hasil survei dan beberapa tips dari Cove, berikut kami jelaskan sedikit tentang profil responden yang perlu diketahui. Riset ini melibatkan 100 responden Gen Z berusia produktif, yaitu antara 18 - 27 tahun yang bertempat tinggal di wilayah DKI Jakarta. Mereka merupakan bagian dari masyarakat perkotaan yang kerap menghadapi tantangan mobilitas sehari-hari, seperti kemacetan lalu lintas dan durasi perjalanan yang panjang.

Para responden ini juga berasal dari latar belakang ekonomi sosial yang berbeda, mulai dari kelas menegah hingga atas. Dengan begitu, dapat membantu memberikan gambaran yang lebih mendalam terkait pandangan mereka terhadap efesiensi perjalanan untuk mendukung keseimbangan hidup.

2.Bepergian di luar jam sibuk

ilustrasi seorang pria melihat jam di ponselnya (pexels.com/Diva Plavalaguna)
ilustrasi seorang pria melihat jam di ponselnya (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Beralih ke hasil survei dan tips dari Cove. Sudah bukan rahasia lagi kalau bepergian di jam-jam sibuk sekitar pukul 07.30 dan 17.30 dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas yang mengakibatkan durasi perjalanan menjadi lebih lama. Menurut survei yang dilakukan oleh Cove bersama Populix, ditemukan bahwa sebanyak 82 persen Gen Z di Jakarta merasa kalau durasi perjalanan mereka dapat berdampak terhadap produktivitas dan mood ketika belajar maupun bekerja.

Hal ini dikarenakan selama di perjalanan, mereka sering mengalami tekanan emosional atau stres yang disebabkan oleh kemacetan, sautan suara klakson, atau hilangnya waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk kegiatan self-care. Maka dari itu, guna memastikan perjalananmu lebih efisien, ada baiknya untuk melakukan perjalanan di luar jam sibuk karena pada jam-jam ini kondisi lalu lintas biasanya akan jauh lebih lengang.

3.Gunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan

ilustrasi seorang pria menaiki salah satu moda transportasi umum LRT (unsplash.com/Rendy Novantino)
ilustrasi seorang pria menaiki salah satu moda transportasi umum LRT (unsplash.com/Rendy Novantino)

Transportasi umum juga bisa jadi alternatif untuk mengurangi kemacetan di kota besar sekaligus menghemat waktu perjalanan. Sebab, transportasi umum seperti MRT, KRL, dan TransJakarta biasanya mempunyai jalur tersendiri yang membuat rute perjalanan menjadi lebih cepat.

Namun, berdasarkan survei yang sama, ditemukan bahwa sebanyak 41 persen responden masih memakai kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan harian mereka. Dengan kata lain, temuan ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Jakarta belum beralih ke moda transportasi umum.

Sebenarnya, sah-sah saja bila kamu ingin menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian, apalagi jika kamu tinggal di daerah yang akses transportasi umumnya masih terbatas. Akan tetapi, jika wilayah tempat tinggal, tempat kerja, atau kampusmu dapat dijangkau dengan mudah oleh moda transportasi umum, seperti MRT, KRL, dan TransJakarta, maka sangat disarankan untuk mulai menggunakan transportasi umum.

Selain mampu mengurangi kemacetan lalu lintas, menggunakan transportasi umum juga dapat membantu menghindari stres, lho. Ini karena selama di pejalanan, kamu bisa bersantai. Di samping itu, transportasi umum juga biasanya menawarkan harga tiket yang relatif terjangkau, sehingga dapat membantu menghemat pengeluaran.

4.Pilih lokasi tempat tinggal yang lebih dekat dengan kantor atau kampus

ilustrasi pindah rumah (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi pindah rumah (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Tips terakhir yang gak kalah penting ialah memilih tempat tinggal yang lebih dekat dengan kantor atau kampus. Berdasarkan hasil Survei yang dilakukan Cove bersama Populix, ditemukan bahwa sebanyak 6 dari 10 responden yang berpartisipasi dalam survei ini, setuju kalau tempat tinggal yang memiliki jarak lebih dekat dengan kantor atau kampus dianggap mampu mengurangi durasi perjalanan harian mereka, mengingat di kota besar seperti Jakarta, kemacetan dan perjalanan panjang sering kali menjadi hal yang sulit dihindari.

Tak sampai di situ, pilihan tersebut juga didukung dengan respons dari 47 persen Gen Z di Jakarta yang menganggap bahwa durasi perjalanan ideal ke kantor atau kampus, yaitu sekitar 15-30 menit. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z mengedepankan perjalanan yang cukup singkat.

Di sisi lain, sebanyak 32 persen responden memilih durasi kurang dari 15 menit, yang menegaskan bahwa efisiensi waktu sangat penting bagi mereka. Sementara itu, hanya sedikit responden yang nyaman melakukan perjalanan lebih dari 30 menit, karena durasi perjalanan yang panjang sering dianggap dapat menguras energi dan mengurangi produktivitas.

Jika kamu ingin mencari tempat tinggal, ada beberapa derah yang dapat dipertimbangkan. Misalnya, daerah perkantoran yang strategis, seperti SCBD, Tebet atau Kuningan karena selain memiliki akses yang lebih cepat ke pusat bisnis, juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat menunjang gaya hidup. Selain itu, daerah tersebut juga menawarkan berbagai bentuk tempat tinggal, baik yang berbasis sewa (kost atau co-living) maupun permanen.

Nah, itulah beberapa hasil survei dan tips dari Cove untuk mengurangi waktu perjalanan harian kamu. Menerapkan beberapa tips di atas bisa membantu menciptakan kehidupan yang lebih rileks. Selain itu, apabila kamu masih kesulitan dalam membeli tempat tinggal permanen di lokasi strategis, Cove bisa menjadi alternatif untuk sewa hunian dengan pilihan co-living di titik-titik strategis dan tentunya sesuai dengan kebutuhan Gen Z. Bagaimana, kamu tertarik?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us