Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Gratis Ongkir Bisa Mengubah Keputusan Belanja

3 min read
5 Alasan Gratis Ongkir Bisa Mengubah Keputusan Belanja
Ilustrasi berbelanja online (pexels.com/Kindel Media)
  • Gratis ongkir membuat total pembayaran terasa lebih dekat dengan harga awal produk, sehingga transaksi dinilai lebih sederhana dan barang yang semula kurang menarik kembali dipertimbangkan.
  • Pada produk berharga rendah, ongkir dapat menjadi porsi besar dari total biaya; penghapusannya membuat pembelian barang kecil terasa lebih praktis dan layak dilakukan.
  • Syarat minimum promo dapat mendorong pembeli menambah barang yang bukan kebutuhan awal, sementara gratis ongkir juga mengurangi rasa rugi karena biaya dianggap lebih banyak dialokasikan ke produk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat tulisan “gratis ongkir” saat belanja online sering kali langsung membuat sebuah produk terasa lebih menarik. Padahal, harga barangnya sendiri belum tentu berubah sama sekali.

Menariknya, ongkos kirim bisa memengaruhi cara kita menilai sebuah transaksi. Yuk, lihat lima alasan berikut karena keputusan memasukkan barang ke keranjang ternyata gak selalu sesederhana membandingkan harga produk.

  1. 1. Gratis ongkir membuat harga terasa lebih mudah diterima

    Pria berbelanja online
    Ilustrasi pria berbelanja online (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Saat melihat harga produk, pembeli biasanya gak hanya memikirkan nominal barang, tetapi juga biaya tambahan yang muncul saat checkout. Ongkos kirim yang muncul belakangan bisa membuat harga akhir terasa lebih berat dari perkiraan awal.

    Ketika biaya tersebut dihilangkan, transaksi terasa lebih sederhana karena jumlah yang harus dibayar terlihat lebih dekat dengan harga yang pertama kali dilihat. Efeknya, produk yang sebelumnya terasa kurang menarik bisa kembali masuk pertimbangan.

  2. 2. Gratis ongkir bisa mengubah batas “layak dibeli”

    Pria berbelanja online
    Ilustrasi pria berbelanja online (pexels.com/Cup of Couple)

    Ada kondisi ketika seseorang sebenarnya tertarik pada suatu barang, tetapi merasa total pembayarannya gak sepadan setelah ditambah ongkos kirim. Di sinilah biaya pengiriman bisa menjadi semacam batas psikologis sebelum seseorang memutuskan membeli.

    Ketika ongkir hilang, batas tersebut ikut bergeser. Barang dengan harga yang sama bisa terasa lebih masuk akal karena pembeli gak lagi merasa harus membayar biaya tambahan untuk sesuatu yang secara fisik gak ikut dibawa pulang.

  3. 3. Gratis ongkir membuat barang murah terasa lebih menarik

    Pria membuka paket belanja online
    Ilustrasi pria membuka paket belanja online (pexels.com/Ivan S)

    Untuk barang dengan harga relatif rendah, ongkos kirim bisa mengambil porsi yang cukup besar dari total pembayaran. Akibatnya, membeli satu barang seharga puluhan ribu rupiah bisa terasa kurang menarik jika biaya pengirimannya hampir mendekati harga produk.

    Gratis ongkir mengubah perbandingan tersebut tanpa perlu menurunkan harga barang. Itulah sebabnya promo ini bisa membuat pembeli lebih terbuka membeli produk bernilai kecil yang sebelumnya dianggap kurang praktis untuk dipesan online.

  4. 4. Gratis ongkir bisa membuat pembeli menambah barang ke keranjang

    Berbelanja online di ponsel
    Ilustrasi berbelanja online di ponsel (pexels.com/V H)

    Promo pengiriman sering memiliki syarat tertentu, misalnya minimal jumlah pembelian atau batas nominal transaksi. Kondisi ini bisa mendorong pembeli mencari barang tambahan agar nilai belanjanya memenuhi syarat.

    Menariknya, barang tambahan tersebut belum tentu merupakan kebutuhan awal. Di sinilah “hemat ongkir” bisa berubah menjadi alasan untuk meningkatkan total belanja tanpa terasa seperti sedang mengeluarkan uang lebih banyak.

  5. 5. Gratis ongkir mengurangi rasa rugi setelah melakukan pembelian

    Kurir mengantar barang
    Ilustrasi kurir mengantar barang (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Ongkos kirim merupakan biaya yang gak menghasilkan barang tambahan di tangan pembeli. Karena itu, sebagian orang bisa merasa kurang nyaman ketika melihat biaya tersebut muncul di halaman pembayaran.

    Ketika ongkir menjadi gratis, perasaan tersebut ikut berkurang karena uang yang dibayarkan terlihat lebih banyak digunakan untuk produk yang memang dipilih. Jadi, bukan hanya nominal akhirnya yang diperhatikan, tetapi juga bagaimana pembeli memaknai setiap biaya dalam transaksi.

    Gratis ongkir memang bisa membuat belanja online terasa lebih menarik, tetapi bukan berarti setiap promo otomatis membuat sebuah pembelian menjadi lebih hemat. Yang perlu dilihat tetap total pembayaran dan barang yang benar-benar dibutuhkan.

    Jadi, sebelum tergoda tulisan “gratis ongkir”, coba cek lagi keranjang belanjamu. Bisa jadi kamu memang sedang mendapatkan keuntungan, atau justru sedang menambah barang hanya demi mengejar biaya kirim yang sebenarnya kecil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More