Belakangan ini, istilah doom spending sering muncul dalam pembahasan mengenai kebiasaan mengelola keuangan. Doom spending adalah kecenderungan membelanjakan uang secara impulsif sebagai pelarian dari rasa cemas, stres, atau ketidakpastian terhadap masa depan. Kebiasaan ini dapat membuat seseorang merasa lega untuk sesaat, tetapi berisiko menimbulkan masalah finansial jika terus berulang.
Anak muda termasuk kelompok yang cukup rentan mengalami perilaku tersebut karena berada pada fase kehidupan yang penuh perubahan. Tekanan akademik, pekerjaan, hingga tuntutan sosial dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan saat menggunakan uang. Lebih lengkapnya, berikut beberapa alasan yang membuat anak muda lebih mudah terjebak dalam doom spending.
