5 Buku Healing Fiction Jepang tentang Kucing yang Menghangatkan Jiwa

- Healing fiction Jepang bertema kucing menawarkan bacaan hangat dan menenangkan, dengan kisah sederhana yang menyoroti hubungan emosional manusia, hewan peliharaan, serta kehidupan sehari-hari.
- The Goodbye Cat, Diary of a Cat, dan The Calico Cat at the Chibineko Kitchen menghadirkan cerita keluarga, petualangan anak kucing, misteri ringan, hingga makanan yang membangkitkan kenangan.
- The Full Moon Coffee Shop dan The Blanket Cats menampilkan unsur fantasi: kedai berpindah dikelola kucing pemberi nasihat, serta tujuh kucing istimewa yang dapat dibawa pulang sementara.
Belakangan ini, genre healing fiction populer di kalangan pecinta buku. Healing fiction dinilai jadi bacaan yang menenangkan untuk sejenak rehat dari rutinitas harian. Salah satu healing fiction yang banyak digemari ialah buku-buku karya penulis Jepang.
Sastra Jepang memang piawai dalam menyajikan kisah-kisah sederhana, tapi sarat akan makna. Terlebih lagi, kalau kisah tersebut dipadungan dengan kehadiran kucing-kucing yang menggemaskan. Perpaduan ini mampu menghadirkan kehangatan bagi siapa pun yang membacanya, khususnya bagi pecinta kucing.
Kalau kamu sedang mencari bahan bacaan untuk mengisi waktu luang, berikut lima rekomendasi buku healing fiction Jepang tentang kucing yang bikin heartwarming!
1. The Goodbye Cat karya Arikawa Hiro

cover buku The Goodbye Cat karya Arikawa Hiro (www.gramedia.com) Buku yang ditulis oleh Penerbit Jepang ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Haru pada tahun 2025 dengan tebal 318 halaman. Buku ini terdiri dari tujuh cerita tentang kucing dan pemiliknya. Kalau kamu termasuk orang yang menyukai kisah-kisah hangat nan menenangkan hati, The Goodbye Cat amat cocok untuk menemani waktu bersantaimu.
Hubungan menarik sekaligus intens antara manusia dengan hewan peliharan tergambar jelas dalam buku ini, membuat haru sekaligus menghangatkan hati. Setiap judul menyajikan sisi kekeluargaan yang menyentuh, menunjukkan bahwa kehadiran hewan kesayangan bukan sekadar peliharaan, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga yang mampu memberikan dukungan emosional. Benar-benar heartwarming!
2. Diary of a Cat karya Mayumi Nagano

ilustrasi orang membaca ditemani kucing (pexels.com/https://kaboompics.com/) Novel ini jadi salah satu buku bestseller di Jepang. Menariknya, sang penulis, Mayumi Nagano membawakan cerita ini dari sudut pandang kucing. Cerita berfokus pada Chimaki dan Norimaki, dua anak kucing yang tersesat di Tokyo hingga mereka menemukan rumah keluarga Horai.
Lewat jurnal harian Chimaki, pembaca diajak melihat kehidupan keluarga Horai di rumah itu hingga misteri sosok asing yang berkeliling di rumah. Diselipkan pula humor ringan yang membuat pembaca gak merasa jenuh dengan ceritanya. Gak hanya itu, dari novel ini, kamu juga bisa mengetahui beragam kuliner Jepang.
3. The Calico Cat at the Chibineko Kitchen karya Yuta Takahashi

cover buku The Calico Cat at the Chibineko Kitchen karya Yuta Takahashi (www.amazon.com) Novel ini menyajikan kisah yang amat menghangatkan hati tentang sebuah restoran kecil bernama Chibineko Kitchen dengan seekor kucing bernama Chibi. Restoran yang berada di pinggir laut itu dikelola oleh koki bernama Kai dengan spesialisasi makanan tradisional yang mampu memantik kenangan berharga bersama orang terkasih. Dengan kata lain, setiap hidangan yang disajikan Kai gak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mampu menyembuhkan sedikit kerinduan dengan mereka yang telah tiada.
Di novel ini, sang penulis, Takahashi menjelaskan makanan secara sensoris, lengkap dengan latar belakang budaya lokal dan resep di setiap akhir bab, membuat pembaca semakin hanyut dalam suasana hangat yang menenangkan jiwa. Kamu bisa membaca versi terjemahan bahasa Indonesia novel ini yang diterbitkan oleh Noura Books dengan tebal 211 halaman.
4. The Full Moon Coffee Shop karya Mai Mochizuki

cover buku The Full Moon Coffee Shop karya Mai Mochizuki (www.penguinrandomhouse.com) Sesuai dengan judulnya, novel ini berfokus pada latar tempat, yakni sebuah kedai kopi bernama Full Moon Coffee Shop. Kedai kopi ini bukan kedai biasa karena lokasinya yang berubah, jam operasionalnya pun gak menentu. Menariknya lagi, kedai ini dikelola oleh kucing-kucing yang bisa berbicara.
The Full Moon Coffee Shop memang novel bergenre fantasi dengan kisah ringan dan memadukan unsur healing, yakni ketika pelanggan yang datang gak hanya disuguhi minuman hangat atau kue, tetapi juga bimbingan maupun nasihat untuk membantu pelanggannya menyembuhkan luka serta menemukan solusi atas masalah hidup mereka. Kamu bisa membaca versi terjemahan bahasa Inggris novel ini yang diterbitkan oleh Penerbit Water Lily Literary dengan tebal 240 halaman.
5. The Blanket Cats karya Kiyoshi Shigematsu

cover buku The Blanket Cats karya Kiyoshi Shigematsu (www.penguinrandomhouse.com) Novel ini punya ide cerita yang unik, berkisah tentang tujuh ekor kucing istimewa yang bisa dibawa pulang oleh siapa saja selama tiga hari dua malam dari toko hewan di sudut Kota Tokyo. The Blanket Cats mengacu pada kucing-kucing spesial tersebut yang selalu ditemani oleh selimut kesayangan mereka.
Untuk bisa membawa pulang kucing, para pelanggan harus bisa memastikan bahwa kucing-kucing itu hanya makan makanan dari pemiliknya, bepergian dengan selimut mereka yang gak boleh dicuci. The Blanket Cats telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Pastel Books pada tahun 2025 dengan tebal 315 halaman.
Dari kelima buku tersebut, ada yang sudah pernah kamu baca? Setiap kisah memang menawarkan sudut pandang unik tentang bagaimana kehadiran seekor kucing mampu memberikan kedamaian di tengah peliknya kehidupan, menjadi pelukan hangat di hari yang terasa berat. Selamat membaca!

























