buku Our Share of Night (penguinrandomhouse.com)
Jika empat buku sebelumnya banyak menonjolkan rumah menyeramkan dan misteri keluarga, Our Share of Night membawa horor gothic ke skala yang lebih luas. Novel ini mengikuti Juan dan putranya, Gaspar, yang melakukan perjalanan melintasi Argentina di tengah bayang-bayang kediktatoran militer. Juan memiliki kemampuan sebagai medium spiritual bagi sebuah sekte okultisme rahasia milik keluarga mendiang istrinya, yang berusaha mencapai keabadian melalui hubungan dengan entitas kegelapan.
Mariana Enríquez menggabungkan ritual okultisme, hubungan keluarga yang traumatis, dan sejarah politik Argentina menjadi kisah horor yang kompleks. Unsur gotiknya tidak hanya muncul melalui kekuatan supernatural, tetapi juga melalui kekuasaan, kekerasan, dan rahasia keluarga yang diwariskan lintas generasi. Karena ceritanya panjang dan temanya cukup berat, buku ini lebih cocok untuk kamu yang menyukai horor epik dengan lapisan sejarah, kritik sosial, dan eksplorasi psikologis mendalam. Buku setebal hampir 600 halaman ini pernah memenangkan penghargaan sastra bergengsi Premio Herralde pada tahun 2019, dan edisi terjemahan bahasa Inggrisnya oleh Megan McDowell yang rilis tahun 2023 mendapat pujian kritis yang luas secara global.
Kelima novel tersebut menunjukkan bahwa horor gothic modern tidak sekadar mengandalkan hantu, rumah tua, atau kutukan keluarga. Genre ini juga memanfaatkan ketakutan untuk membahas persoalan manusia, mulai dari obsesi terhadap kekuasaan hingga trauma yang sulit diputus dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kalau kamu baru ingin mencoba genre ini, Mexican Gothic bisa menjadi pilihan menarik berkat perpaduan misteri rumah terpencil dan kritik sosial. Namun, jika kamu lebih menyukai horor supernatural yang intens, The Hacienda dan The Haunting of Ashburn House patut dipertimbangkan, sedangkan Our Share of Night cocok bagi pembaca yang siap menghadapi cerita lebih kompleks. Dari lima buku tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran?