Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Rekomendasi Buku Horor Gotik Underrated Shirley Jackson

5 Rekomendasi Buku Horor Gotik Underrated Shirley Jackson
rekomendasi buku horor gotik Shirley Jackson (dok. Penguin/Hangsaman | dok. Penguin/Come Along with Me)
Intinya Sih
  • Karya Shirley Jackson menghadirkan horor gotik dengan tema psikologis dan kritik sosial yang kuat.

  • Ada novel, seperti Hangsaman, dan kumpulan cerpen, seperti Come Along with Me.

  • Ceritanya didominasi tokoh perempuan dengan konflik batin, misteri, dan tema gelap yang memancing interpretasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Nama Shirley Jackson gak perlu diperdebatkan lagi dalam dunia sastra. Ia paling dikenal lewat novel-novel horor gotiknya seperti We Have Always Lived in the Castle dan The Haunting of Hill House. Shirley Jackson memang bukan penulis horor biasa. Ia selalu menyelipkan komentar sosial yang memprovokasi pembaca. Semuanya lewat cara tersirat yang membuatmu tidak merasa digurui atau dinasihati. Mayoritas karakter utamanya pun perempuan dengan agensi dan masalah yang mencerminkan realitas.

Penasaran karya-karya lain yang bisa kamu baca dari Shirley Jackson? Ternyata pilihannya cukup banyak meski sayangnya underrated. Silakan pilih yang paling menarik menurut seleramu!

1. Hangsaman

Hangsaman karya Shirley Jackson
Hangsaman karya Shirley Jackson (dok. Penguin/Hangsaman)

Hangsaman berlakonkan Natalie Waite, gadis 17 tahun dari keluarga kelas menengah atas yang mulai merasakan kebebasan untuk pertama kalinya. Natalie tinggal jauh dari orangtuanya untuk berkuliah, tetapi di sana ia justru bertemu teman-teman toksik yang memanfaatkan kebaikan dan kepolosannya. Horor yang ia rasakan di kampus ternyata berakar dari trauma yang ia bawa dari rumah. Perlahan, semua disingkap Shirley Jackson dengan cara tak biasa dan seperti tipikal ceritanya, penuh teka-teki, simbolisme, analogi, dan metafora yang memaksamu untuk membuat kesimpulan serta makna sendiri.

2. The Sundial

The Sundial karya Shirley Jackson
The Sundial karya Shirley Jackson (dok. Penguin/The Sundial)

Shirley Jackson meramu The Sundial lewat kisah keluarga Halloran yang kaya raya. Namun, uang dan harta ternyata tak membuat mereka bisa hidup tenang. Sebaliknya, mereka justru disibukkan dengan politik keluarga dan perebutan harta sepeninggal pewaris utama mereka: Lionel. Istri Lionel merasa paling berhak atas warisan keluarga itu, tetapi upayanya menguasai segalanya diinterupsi. Fanny, tante iparnya, mengaku dapat wangsit dari ayahnya kalau kiamat akan segera datang. Awalnya, mereka menganggap Fanny hanya berhalusinasi, tetapi lama-kelamaan mereka ikut paranoid.

3. The Bird’s Nest

The Bird’s Nest karya Shirley Jackson
The Bird’s Nest karya Shirley Jackson (dok. Penguin/The Bird’s Nest)

Dalam The Bird’s Nest, Jackson akan mengajak kita menyelami batin seorang perempuan dengan masalah kesehatan mental dan orang-orang di sekitarnya. Sang lakon bernama Elizabeth yang bekerja di sebuah museum, tetapi belakangan mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, sakit punggung, dan insomnia. Kondisinya makin parah dan sang bibi yang tinggal serumah dengannya menyarankannya berkonsultasi ke psikiater. Di sinilah, fakta baru muncul. Elizabeth ternyata punya beberapa alter ego alias kepribadian lain dalam tubuhnya. Menariknya, kita gak hanya pakai POV Elizabeth. Jackson juga pakai perspektif si dokter dan sang bibi.

4. Come Along with Me

Come Along with Me karya Shirley Jackson
Come Along with Me karya Shirley Jackson (dok. Penguin/Come Along with Me)

Come Along with Me adalah kumpulan cerpen (kumcer) terbaik Shirley Jackson sepanjang kariernya. Ada satu novel yang belum terselesaikan dan belasan cerpen dalam buku ini, salah satunya The Lottery yang pernah terbit di surat kabar dan sukses berat. Seperti biasa, mayoritas lakon Jackson adalah perempuan yang bisa dibilang tak memenuhi standar yang ditetapkan masyarakat. Ada lajang sampai janda.

5. The Daemon Lover

The Daemon Lover karya Shirley Jackson
The Daemon Lover karya Shirley Jackson (dok. Penguin/The Daemon Lover)

The Daemon Lover sebenarnya adalah cerpen yang sedikit lebih panjang dari cerpen-cerpen Shirley Jackson lainnya. Ia berkutat pada perjalanan seorang perempuan muda untuk mencari keberadaan tunangannya. Seharusnya, sang tunangan menjemputnya pada pukul 10 pagi untuk melakukan upacara pernikahan sipil. Namun, sampai sore hari, batang hidung pria pujaannya itu tak kunjung tampak. Si perempuan malang itu lantas berinisiatif menyusul sang kekasih di apartemen yang ternyata sudah tak berpenghuni. Orang-orang yang ia tanyai hanya bisa ikut prihatin, tetapi tak sedikit juga yang mencibir “kebodohannya”.

Tak terbatas pada 2 judul populer, kepiawaian menulis Shirley Jackson bisa pula kamu nikmati lewat 5 buku. Semuanya begitu memukau, seru, dan kaya pesan tersirat sehingga cocok buat melatih daya pikir kritis. Jadi, mana yang mau kamu baca duluan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More