Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Berhenti Mengejar Standar yang Gak Realistis

5 min read
5 Cara Berhenti Mengejar Standar yang Gak Realistis
Ilustrasi mengambil keputusan (magnific.com/diana.grytsku)
  • Media sosial dapat memicu standar diri berlebihan; penting membedakan target pribadi dari tekanan lingkungan atau kebiasaan membandingkan pencapaian orang lain.
  • Target perlu disesuaikan dengan kondisi finansial, kemampuan, waktu, pengalaman, dan prioritas. Tujuan besar bisa dipecah menjadi langkah kecil yang lebih realistis.
  • Fokus pada perkembangan diri sendiri, bukan kesempurnaan. Kesalahan merupakan bagian belajar, sementara kemajuan juga terlihat dari kemampuan dan kebiasaan yang bertumbuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah penggunaan media sosial, pencapaian orang lain terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kamu bisa melihat teman yang sukses berkarier, punya penghasilan tinggi, tampil dengan penampilan yang menarik, atau menjalani kehidupan yang terlihat ideal. Tanpa disadari, berbagai hal tersebut bisa membuatmu membentuk standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri.

Memiliki target memang dapat membuat hidup terasa lebih terarah. Kamu jadi punya sesuatu yang ingin dicapai dan langkah yang bisa dilakukan untuk sampai ke sana. Meski begitu, standar yang gak sesuai dengan kondisi diri justru bisa membuatmu terus merasa kurang karena selalu ada hal lain yang ingin dikejar.

Kalau kamu mulai lelah mengejar gambaran hidup yang sempurna, coba beri ruang untuk melihat kembali target yang sedang dijalani. Perhatikan apakah tujuan tersebut memang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu saat ini atau muncul karena sering membandingkan diri dengan orang lain. Beberapa cara berikut dapat membantu kamu menjalani proses dengan standar yang lebih realistis.

  1. 1. Bedakan keinginan dan tekanan

    Ilustrasi seseorang sedang berpikir untuk menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan pribadi.
    Ilustrasi berpikir yang sesuai dengan kebutuhanmu (pexels.com/Vitaly Gariev)

    Coba perhatikan alasan di balik target yang sedang kamu kejar. Tanyakan kepada diri sendiri apakah kamu benar-benar menginginkannya atau merasa harus memilikinya karena melihat pencapaian orang lain. Keinginan untuk memiliki pekerjaan tertentu, mencapai penghasilan tertentu, atau mengikuti standar kehidupan tertentu bisa muncul dari berbagai sumber.

    Ketika sebuah standar lebih banyak muncul dari tekanan lingkungan, kamu bisa mempertimbangkan kembali apakah hal tersebut memang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini. Perhatikan apakah target tersebut membuatmu merasa punya arah atau justru terus merasa kurang karena berusaha memenuhi ekspektasi orang lain. Kamu juga bisa memberi waktu untuk memikirkan kembali alasan sebelum memutuskan untuk melanjutkannya.

    Memahami alasan di balik setiap target membuatmu lebih mudah menentukan mana yang memang penting untuk diperjuangkan. Kamu tetap bisa memiliki ambisi dan keinginan untuk berkembang, tetapi tujuan tersebut punya dasar yang jelas dan sesuai dengan kehidupan yang ingin kamu jalani. Dengan begitu, proses mengejar target terasa lebih personal dan gak sekadar mengikuti standar yang ada di sekitarmu.

  2. 2. Tentukan standar yang sesuai dengan kondisimu

    Seorang perempuan pirang berbaju putih menulis di buku catatan sambil minum teh di meja belajar dengan ekspresi serius.
    Ilustrasi tetapkan target (magnific.com/karlyukav)

    Standar yang cocok untuk orang lain belum tentu sesuai dengan kehidupanmu. Kondisi finansial, kemampuan, waktu, pengalaman, dan prioritas setiap orang berbeda. Karena itu, membandingkan targetmu dengan pencapaian orang lain bisa membuat kamu menetapkan ukuran yang sebenarnya kurang sesuai dengan keadaan sendiri.

    Cobalah membuat target berdasarkan kondisi yang sedang kamu jalani. Pertimbangkan waktu yang tersedia, kemampuan yang sudah dimiliki, serta hal-hal yang memang ingin kamu capai. Kalau ada tujuan yang terasa terlalu besar, kamu bisa membaginya menjadi beberapa langkah kecil agar lebih mudah dijalankan.

    Target yang realistis tetap bisa membuatmu berkembang tanpa membuat setiap langkah terasa seperti perlombaan. Kamu tetap punya ruang untuk menyesuaikan rencana ketika kondisi berubah atau membutuhkan waktu lebih lama. Dengan begitu, kamu bisa terus bergerak sambil tetap menghargai kemampuan dan proses yang sedang dijalani.

  3. 3. Kurangi kebiasaan membandingkan diri

    Ilustrasi perempuan duduk dalam rapat kantor, menggambarkan pentingnya tidak membandingkan diri dengan orang lain.
    Ilustrasi jangan membandingkan diri (magnific.com/magnific)

    Terlalu sering melihat pencapaian orang lain dapat membuatmu lupa bahwa kamu sedang menjalani perjalanan sendiri. Apalagi, apa yang terlihat di media sosial biasanya hanya sebagian dari kehidupan seseorang. Kamu mungkin melihat pekerjaan baru, pencapaian, hubungan, atau momen menyenangkan mereka tanpa mengetahui berbagai proses dan tantangan yang terjadi di baliknya.

    Ketika mulai merasa tertinggal, coba kembali melihat perkembanganmu sendiri. Perhatikan hal-hal yang sudah kamu capai, kemampuan yang bertambah, kebiasaan yang berhasil kamu bangun, dan berbagai situasi yang sudah kamu lewati. Perubahan tersebut mungkin terasa kecil, tetapi tetap menunjukkan bahwa ada proses yang sedang kamu jalani.

    Kamu tetap boleh terinspirasi dari pencapaian orang lain tanpa menjadikannya sebagai ukuran untuk menilai kehidupan sendiri. Setiap orang punya kondisi, prioritas, dan waktu yang berbeda. Dengan kembali fokus pada perjalananmu, kamu bisa lebih menghargai perkembangan yang sudah terjadi sambil menentukan langkah berikutnya sesuai dengan tujuanmu.

  4. 4. Beri ruang untuk melakukan kesalahan

    Ilustrasi seseorang belajar dari kesalahan sebagai bagian dari proses pengembangan diri dan peningkatan kemampuan.
    Ilustrasi belajar dari kesalahan (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Standar yang terlalu tinggi sering membuat kamu merasa harus selalu melakukan sesuatu dengan sempurna. Kamu mungkin terus memikirkan detail kecil, takut melakukan kesalahan, atau merasa hasil yang sudah dikerjakan masih belum cukup baik. Akibatnya, kesalahan kecil pun bisa terasa seperti kegagalan besar dan membuat kamu lebih sulit menghargai usaha sendiri.

    Cobalah melihat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Ketika hasil belum sesuai harapan, perhatikan bagian mana yang memang perlu diperbaiki dan apa yang bisa kamu lakukan untuk membuatnya lebih baik. Evaluasi seperti ini dapat membantu kamu berkembang tanpa harus menganggap satu kesalahan sebagai gambaran dari kemampuan diri secara keseluruhan.

    Kamu juga gak perlu terus menghukum diri sendiri karena hasil yang belum sempurna. Ada kalanya sesuatu memang membutuhkan beberapa kali percobaan sebelum berjalan sesuai harapan. Beri dirimu kesempatan untuk belajar dari pengalaman, memperbaiki kekurangan, dan mencoba kembali dengan cara yang lebih sesuai.

  5. 5. Ukur perkembangan dari dirimu sendiri

    Ilustrasi refleksi diri tentang membandingkan perkembangan pribadi saat ini dengan diri sendiri pada masa sebelumnya.
    Ilustrasi membandingkan dirimu dengan sebelumnya (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Perkembangan gak selalu terlihat dari pencapaian besar. Kamu mungkin menjadi lebih berani mengambil keputusan, lebih mampu mengatur waktu, lebih tenang menghadapi masalah, atau mulai memahami batas diri. Cobalah membandingkan dirimu dengan versi sebelumnya, bukan dengan kehidupan orang lain. Dengan begitu, kamu dapat melihat bahwa perkembangan tetap terjadi meski prosesnya berjalan dengan ritme yang berbeda.

    Berhenti mengejar standar yang gak realistis bukan berarti kamu harus berhenti berkembang. Kamu tetap boleh memiliki ambisi dan target yang ingin dicapai. Yang perlu diperhatikan adalah alasan di balik target tersebut dan apakah standar yang kamu tetapkan masih sesuai dengan kemampuan serta kondisi saat ini. Hidup terasa lebih ringan ketika kamu memberi ruang untuk berkembang tanpa terus menuntut diri menjadi sempurna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More