Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Membereskan Urusan yang Sudah Lama Menumpuk

4 min read
5 Cara Membereskan Urusan yang Sudah Lama Menumpuk
Ilustrasi menulis daftar tugas (magnific.com/karlyukav)
  • Urusan kecil yang terus ditunda dapat menumpuk, memenuhi pikiran, dan membuat pekerjaan sederhana terasa lebih berat untuk dimulai.
  • Catat seluruh tugas tertunda, lalu urutkan berdasarkan tenggat waktu, urgensi, serta konsekuensinya agar fokus menyelesaikan satu per satu.
  • Pecah pekerjaan besar menjadi langkah kecil, sediakan waktu fokus 15–30 menit, dan hindari menambah target baru sebelum urusan lama berkurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada kalanya kamu punya banyak urusan yang sebenarnya gak terlalu sulit, tetapi terus ditunda. Mulai dari membalas pesan, merapikan dokumen, mencuci pakaian, sampai menyelesaikan pekerjaan yang sudah lama tertunda. Satu per satu mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika semuanya menumpuk, kamu bisa merasa bingung harus mulai dari mana.

Semakin lama dibiarkan, daftar urusan tersebut bisa terasa semakin berat untuk dimulai. Kamu mungkin terus mengingatnya di tengah aktivitas lain, lalu merasa terganggu karena masih ada banyak hal yang belum selesai. Kondisi seperti ini juga bisa membuat pekerjaan sederhana terasa membutuhkan lebih banyak energi.

Supaya gak terus memenuhi pikiran, kamu bisa mulai membereskannya secara bertahap. Gak perlu langsung menyelesaikan semuanya dalam satu waktu karena kamu bisa menentukan prioritas, membagi pekerjaan menjadi langkah kecil, dan menyediakan waktu khusus untuk mengerjakannya. Dengan cara ini, urusan yang tertunda bisa perlahan berkurang tanpa terasa terlalu membebani.

  1. 1. Buat daftar semua urusan yang tertunda

    Ilustrasi aktivitas menulis daftar semua urusan pada buku catatan untuk membantu mengatur tugas dan kebutuhan sehari-hari.
    Ilustrasi menulis daftar semua urusan (pexels.com/Vlada Karpovich)

    Ketika banyak hal menumpuk di kepala, kamu mungkin bingung harus mulai dari mana. Coba keluarkan semuanya dengan membuat daftar di catatan ponsel atau buku. Menuliskan berbagai urusan yang sedang memenuhi pikiran bisa membantu kamu melihatnya secara lebih teratur daripada terus mengingat semuanya dalam kepala.

    Tulis setiap urusan yang belum selesai tanpa memikirkan seberapa besar atau kecil tugasnya. Mulai dari pekerjaan, tagihan, pesan yang belum dibalas, sampai hal sederhana seperti merapikan kamar atau membeli kebutuhan rumah. Gak perlu langsung menentukan urutan karena fokus awalnya adalah memastikan semua hal yang perlu dilakukan sudah tercatat.

    Setelah semuanya terlihat, kamu bisa lebih mudah menentukan mana yang perlu segera dibereskan. Pisahkan tugas berdasarkan tenggat waktu atau tingkat kepentingannya, lalu pilih satu urusan untuk dikerjakan terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu gak perlu memikirkan semuanya secara bersamaan dan bisa menyelesaikan pekerjaan sedikit demi sedikit.

  2. 2. Prioritaskan berdasarkan urgensi

    Ilustrasi seseorang menyusun ulang prioritas dengan menulis catatan di buku untuk mengatur tugas dan rencana.
    Ilustrasi tulis ulang prioritas (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Gak semua urusan yang tertunda harus diselesaikan pada hari yang sama. Periksa kembali daftar tersebut dan pisahkan hal yang punya tenggat waktu, konsekuensi tertentu, atau memang perlu segera ditangani. Dengan begitu, kamu bisa melihat mana yang perlu mendapat perhatian lebih dulu.

    Mulailah dari urusan yang paling mendesak atau memiliki batas waktu paling dekat. Setelah satu pekerjaan selesai, lanjutkan ke urusan berikutnya sesuai prioritas. Kalau ada pekerjaan yang masih bisa ditunda tanpa menimbulkan masalah, kamu bisa mengerjakannya setelah hal yang lebih penting selesai.

    Gak perlu merasa harus membereskan seluruh daftar dalam satu waktu. Setelah satu atau dua hal selesai, biasanya daftar yang terlihat panjang akan terasa lebih ringan. Kamu juga bisa meninjau kembali daftar tersebut dan menyesuaikan prioritas jika ada urusan baru yang muncul.

  3. 3. Pecah tugas besar menjadi langkah kecil

    Ilustrasi konsep pecah tugas untuk membagi pekerjaan besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih terstruktur dan mudah dikelola.
    Ilustrasi pecah tugas (pexels.com/Alena Darmel)

    Beberapa urusan terasa berat karena kamu membayangkan semuanya harus selesai sekaligus. Cobalah membaginya menjadi beberapa langkah yang lebih sederhana agar lebih mudah dimulai. Fokus pada satu bagian terlebih dahulu daripada memikirkan seluruh pekerjaan dalam waktu yang sama.

    Misalnya, daripada langsung menargetkan membersihkan seluruh kamar, mulai dari merapikan meja, mengumpulkan pakaian kotor, atau mengembalikan barang ke tempatnya. Setelah satu bagian selesai, kamu bisa melanjutkan ke bagian berikutnya sesuai waktu dan energi yang tersedia.

    Cara ini bisa membuat pekerjaan terasa lebih ringan karena kamu punya target yang lebih jelas. Gak perlu memaksakan diri menyelesaikan semuanya dalam satu waktu. Kalau hari ini baru sempat membereskan satu bagian, kamu bisa melanjutkannya lagi ketika punya waktu tanpa merasa harus mengulang dari awal.

  4. 4. Gunakan waktu khusus untuk menyelesaikannya

    Ilustrasi seorang pria berkacamata fokus mengerjakan tugas di depan laptop sambil menopang dagu di meja kerja.
    Ilustrasi fokus mengerjakan tugas (magnific.com/DC Studio)

    Pilih waktu tertentu untuk mengerjakan urusan yang sudah lama tertunda. Kamu bisa menyediakan sekitar 15–30 menit tanpa melakukan aktivitas lain yang gak berkaitan. Selama waktu tersebut, fokus pada satu urusan yang ingin diselesaikan agar perhatianmu gak terbagi.

    Mulailah dari pekerjaan yang paling mudah atau paling sering terlintas di pikiran. Misalnya, membalas pesan penting, merapikan dokumen, membayar tagihan, atau menyelesaikan pekerjaan rumah yang sempat tertunda. Setelah satu urusan selesai, kamu bisa melanjutkan ke hal berikutnya jika masih punya waktu dan energi.

    Gak perlu menunggu sampai punya waktu luang seharian untuk membereskan semuanya. Waktu singkat yang digunakan secara fokus tetap bisa membantu mengurangi daftar pekerjaan yang menumpuk. Kalau dilakukan secara rutin, beberapa urusan yang sebelumnya terus tertunda bisa perlahan terselesaikan tanpa terasa terlalu membebani.

  5. 5. Jangan menambah urusan baru sebelum yang lama selesai

    Ilustrasi seseorang mencatat urusan atau pekerjaan yang telah dikerjakan dalam sebuah buku catatan.
    Ilustrasi catat urusan yang teah dikerjakan (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Ketika sedang membereskan banyak hal, kamu mungkin kembali menambahkan berbagai tugas baru ke dalam daftar. Akhirnya, daftar tersebut terasa gak ada habisnya. Cobalah menyelesaikan beberapa urusan lama terlebih dahulu sebelum menambah target baru. Kalau ada hal baru yang memang penting, catat saja agar gak lupa dan kerjakan sesuai prioritas.

    Urusan yang sudah lama menumpuk memang bisa membuat pikiran terasa penuh. Semakin lama ditunda, semakin besar pula kesan bahwa semuanya sulit untuk diselesaikan. Kamu gak perlu membereskan semuanya dalam satu hari. Mulailah dari satu urusan kecil, lalu lanjutkan secara bertahap. Setiap hal yang berhasil diselesaikan bisa membuat beban pikiran terasa sedikit lebih ringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More