ilustrasi tertawa (pexels.com/Rodolfo Quirós)
Adakalanya kamu sudah melakukan segala sesuatu dengan benar, tapi hasil akhirnya tetap gak sesuai harapan. Dalam kondisi seperti ini, terus memikirkan apa yang seharusnya terjadi hanya akan menguras energi. Salah satu cara menghadapi tekanan tersebut adalah memberi sedikit ruang untuk humor. Menertawakan sisi absurd dari sebuah situasi terkadang bisa membantu pikiran keluar dari mode panik dan melihat masalah dengan perspektif berbeda.
Pembahasan mengenai penggunaan humor dalam Rational Emotive Behavior Therapy juga menunjukkan bahwa humor dapat digunakan untuk membantu meredakan tekanan emosional dan membuka ruang untuk melihat situasi secara lebih fleksibel. Hal tersebut dibahas dalam The Rational Emotive Behaviour Therapist oleh Daniel Fryer. Namun, menerima keadaan bukan berarti kamu harus menganggap semua masalah menyenangkan atau berhenti berusaha memperbaikinya. Penerimaan lebih berkaitan dengan memahami bahwa ada bagian tertentu dalam hidup yang memang gak bisa dikendalikan.
Pada akhirnya, pikiran irasional sering muncul ketika kamu memberikan tuntutan terlalu besar terhadap diri sendiri, orang lain, atau keadaan. Kamu boleh punya target tinggi, berharap sesuatu terjadi, dan berusaha keras mendapatkan hasil terbaik. Namun, tetap beri ruang bahwa rencana bisa berubah dan hasil gak selalu sesuai keinginan. Saat kamu mulai mengganti tuntutan "harus" dengan keinginan yang lebih fleksibel, menerima ketidakpastian, serta menantang pikiran negatif, hidup bisa terasa sedikit lebih ringan.