Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengurangi Kebiasaan Sedentari dalam Rutinitas Harian
Ilustrasi stretching (pexels.com/SHVETS production)
  • Artikel menyoroti bahaya kebiasaan duduk terlalu lama yang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, penyakit jantung, serta nyeri otot dan sendi.
  • Ditekankan pentingnya perubahan kecil seperti berdiri tiap jam, berjalan kaki lebih sering, dan melakukan peregangan ringan untuk mengurangi perilaku sedentari.
  • Penulis mendorong pembaca menjadikan aktivitas fisik bagian dari rutinitas harian agar tubuh tetap aktif, bugar, dan terhindar dari dampak negatif duduk berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, mulai dari bekerja di depan komputer, berkendara, hingga bersantai sambil menonton atau bermain ponsel. Kebiasaan ini dikenal sebagai perilaku sedentari atau sedentary behavior, yaitu kondisi ketika tubuh minim bergerak dalam waktu yang lama.

Meski terlihat sepele, kebiasaan sedentari yang dilakukan terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan. Duduk terlalu lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan metabolisme, penyakit jantung, hingga nyeri pada otot dan sendi. Karena itu, penting untuk memberi tubuh lebih banyak kesempatan bergerak setiap hari.

Kabar baiknya, kamu gak harus langsung menjalani olahraga berat untuk mengurangi kebiasaan sedentari. Perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari sudah bisa membantu tubuh menjadi lebih aktif. Berikut lima cara yang bisa kamu coba.

1. Bangun dan bergerak setiap satu jam sekali

Ilustrasi berjalan (magnific.com/freepik)

Kalau pekerjaanmu mengharuskan duduk dalam waktu lama, usahakan untuk bangun setidaknya setiap 30–60 menit. Manfaatkan waktu tersebut untuk berjalan sebentar, melakukan peregangan, mengambil air minum, atau sekadar berdiri sejenak agar tubuh gak terus berada dalam posisi yang sama. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi waktu duduk yang terlalu lama selama bekerja.

Gerakan ringan membantu melancarkan sirkulasi darah sekaligus mengurangi rasa kaku pada leher, bahu, punggung, dan kaki. Selain membuat tubuh terasa lebih nyaman, jeda singkat juga dapat membantu menyegarkan pikiran sehingga kamu lebih fokus saat kembali melanjutkan pekerjaan.

Kalau sering lupa untuk bergerak, manfaatkan alarm atau pengingat di ponsel sebagai pengingat untuk berdiri sejenak. Seiring waktu, kebiasaan ini akan terasa lebih alami sehingga tubuh menjadi lebih aktif tanpa perlu terus diingatkan.

2. Manfaatkan kesempatan untuk berjalan kaki

Ilustrasi berjalan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Aktivitas berjalan kaki dapat dengan mudah disisipkan ke dalam berbagai rutinitas harian tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Misalnya, berjalan saat menerima panggilan telepon, memilih tangga daripada lift, memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari tujuan, atau turun satu halte lebih awal saat menggunakan transportasi umum. Langkah-langkah sederhana ini membuat tubuh lebih sering bergerak sepanjang hari.

Meski terlihat sepele, kebiasaan kecil tersebut dapat membantu menambah jumlah langkah harian tanpa terasa seperti sedang berolahraga. Jika dilakukan secara konsisten, aktivitas fisik akan meningkat secara bertahap sehingga tubuh menjadi lebih aktif meski memiliki jadwal yang padat.

Semakin sering tubuh bergerak, semakin sedikit waktu yang dihabiskan dalam posisi duduk. Kebiasaan ini menjadi salah satu cara paling mudah untuk mengurangi perilaku sedentari sekaligus mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

3. Lakukan peregangan saat bekerja

Ilustrasi rileks (freepik.com/ benzoix)

Duduk terlalu lama dapat membuat otot terasa kaku, terutama pada leher, bahu, pinggang, dan kaki. Kalau dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa membuat tubuh terasa kurang nyaman dan mengganggu konsentrasi saat bekerja. Karena itu, sempatkan meluangkan beberapa menit untuk melakukan peregangan ringan di sela-sela aktivitas agar tubuh tetap rileks.

Kamu gak memerlukan alat khusus untuk melakukan peregangan. Gerakan sederhana, seperti memutar bahu, meregangkan tangan, meluruskan kaki, atau berdiri sejenak sambil menggerakkan tubuh, sudah cukup membantu mengurangi ketegangan otot sekaligus memperbaiki sirkulasi darah setelah duduk dalam waktu lama.

Selain membuat tubuh terasa lebih nyaman, peregangan juga dapat membantu mengembalikan fokus dan energi untuk melanjutkan pekerjaan. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan sederhana ini menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi dampak negatif dari kebiasaan duduk terlalu lama.

4. Kurangi waktu duduk saat bersantai di rumah

Ilustrasi sayang peliharaan (pexels.com/ Pitipat Usanakornkul)

Setelah bekerja seharian, banyak orang kembali menghabiskan waktu dengan duduk sambil menonton televisi atau bermain media sosial. Padahal, waktu santai di rumah juga bisa menjadi kesempatan untuk menambah aktivitas fisik tanpa harus melakukan olahraga yang berat. Dengan bergerak lebih banyak, tubuh gak hanya terasa lebih segar, tetapi juga terhindar dari kebiasaan duduk terlalu lama.

Cobalah menyisipkan aktivitas ringan, seperti berjalan-jalan di sekitar rumah, melakukan pekerjaan rumah tangga, bermain dengan hewan peliharaan, menyiram tanaman, atau melakukan peregangan sebelum tidur. Kegiatan sederhana ini membuat tubuh tetap aktif sekaligus membantu mengurangi rasa kaku setelah seharian duduk saat bekerja.

Kamu tetap bisa menikmati waktu luang tanpa harus terus berada dalam posisi duduk. Menjaga keseimbangan antara beristirahat dan bergerak dapat membantu mengurangi perilaku sedentari sekaligus mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

5. Jadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas

Ilustrasi olahraga (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Kamu gak perlu menunggu memiliki waktu luang untuk mulai bergerak. Cobalah menyisipkan aktivitas fisik ke dalam rutinitas yang sudah dilakukan setiap hari agar lebih mudah menjadi kebiasaan. Misalnya, berjalan kaki setelah makan siang, bersepeda ke minimarket terdekat, atau melakukan olahraga ringan selama 15–20 menit setiap pagi. Pilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan jadwalmu sehingga terasa lebih realistis untuk dijalani.

Saat aktivitas fisik sudah menjadi bagian dari rutinitas, tubuh akan lebih sering bergerak tanpa terasa sebagai beban. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi perilaku sedentari secara bertahap sekaligus membuat tubuh terasa lebih bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Konsistensi jauh lebih penting daripada memaksakan diri berolahraga dengan intensitas tinggi, tetapi hanya dilakukan sesekali.

Pada akhirnya, mengurangi kebiasaan sedentari gak selalu membutuhkan perubahan besar. Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang. Semakin banyak kesempatan yang kamu berikan kepada tubuh untuk bergerak, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan bagi kesehatan fisik maupun kualitas hidup secara keseluruhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article