Obesitas
Penyakit jantung
Diabetes tipe 2
Masalah metabolisme tubuh
Apa Itu Gaya Hidup Sedentari? makin Umum di Era Modern

- Gaya hidup sedentari adalah kebiasaan minim aktivitas fisik seperti duduk atau rebahan lama, yang kini makin umum di berbagai negara akibat kemajuan era modern.
- Perkembangan teknologi dan digitalisasi membuat banyak orang, terutama remaja dan pekerja kantoran, menghabiskan waktu hingga lebih dari 8 jam per hari dalam aktivitas sedentari.
- Gaya hidup sedentari meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta masalah kesehatan mental seperti stres dan tekanan akademik.
Era modern membuat orang cenderung lebih sedikit bergerak. Contohnya, duduk 8 jam di kursi kantor, seharian rebahan sambil bermain gadget atau menonton televisi, dan jarang beraktivitas fisik.Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat masyarakat modern menjalani gaya hidup sedentari.
Lantas, apa itu gaya hidup sedentari? Buat kamu yang masih bingung dengan istilah ini, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai gaya hidup yang umum di era modern. Berikut penjelasannya di bawah ini.
1. Apa gaya hidup sedentari itu?

Sedentari adalah gaya hidup yang minim beraktivitas di luar jam tidur, seperti lebih banyak duduk atau rebahan. Menurut Sedentary Lifestyle: Overview of Updated Evidence of Potential Health Risks (2020), aktivitas sedentari tidak banyak mengeluarkan energi, terhitung pengeluaran energinya kurang lebih 1,5 dari tugas metabolik (MET).
Sebuah penelitian yang dilakukan di Korea mencatat durasi harian perilaku sedentari sekitar 8 jam pada masyarakat Korea. Tidak hanya itu, kurang lebih selama 7 jam pada populasi di Amerika berperilaku sedentari juga. Jika disimpulkan, gaya hidup sedentari sudah menjamur di berbagai belahan dunia, terutama di era modern seperti saat ini.
2. Perkembangan teknologi berisiko menciptakan gaya hidup sedentari

Di era pesatnya perkembangan teknologi seperti sekarang. Tentu banyak sekali kemudahan yang kita rasakan. Namun, kemudahan tersebut dapat menjadi masalah serius yang dapat menciptakan gaya hidup sedentari.
Menurut Studi Deskriptif: Sedentary Lifestyle pada Remaja di Era Digital (2025) menyatakan, perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan terhadap gaya hidup remaja, termasuk gaya hidup sedentari.
Hasil studi ini menunjukkan sekitar 86 persen remaja memiliki gaya hidup sedentari yang tinggi. Dengan rata-rata waktu sedentarI mencapai 8.3 jam per hari. Aktivitas yang paling banyak dilakukan yaitu menggunakan komputer, laptop, dan ponsel untuk hiburan. Bahkan, salah satu jurnal tahun 2024 menyatakan gaya hidup sedentari juga dipengaruhi oleh pekerjaan, seperti pekerja kantoran yang lama duduk di depan laptop atau komputer.
3. Gaya hidup sedetari berisiko memicu penyakit berbahaya

Gaya hidup sedentari sangat minim bergerak. Tentu, gaya hidup ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Menurut Sedentary Lifestyle and the Threat of Obesity Among Young People (2025) menyampaikan, seseorang yang menjalani gaya hidup sedentari cenderung mengalami penyaktit berbahaya, diantaranya:
Tidak hanya itu, studi mengenai Relationship Between Sedentary Lifestyle, Physical Activity and Stress in University Students and Their Life Habits: A Scoping Review with PRISMA Checklist (PRISMA-ScR) menambahkan bahwa gaya hidup sedentari memicu masalah kesehatan mental. Dari studi tersebut, sejumlah mahasiswa dengan gaya hidup sedentari rentan mengalami masalah tekanan akademik dan juga stres.
4. Mulailah rutin beraktivitas dan tinggalkan gaya hidup sedentari.

Gaya hidup masyarakat modern semakin sedentari akibat pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan zaman. Menurut WHO (World Health Organization), kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko utama kematian akibat penyakit tidak menular. Seseorang yang kurang aktif memiliki risiko kematian 20 persen hingga 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang cukup aktif.
Oleh karena itu, mulailah rutin beraktivitas dan tinggalkan gaya hidup sedentari ini. Beberapa diantaranya:
Rutin berolahraga, setidaknya 2 sampai 3 kali seminggu
Kurangi duduk dan cobalah perbanyak berdiri
Kurangi screen time yang tidak perlu
Ubah mindset bahwa bergerak adalah kebutuhan
Gaya hidup sedentari sering kali terasa normal di era modern. Dari penjelasan artikel di atas kita menjadi tahu, gaya hidup sedentari berdampak nyata bagi kesehatan. Untuk itu, mulailah meninggalkan gaya hidup ini dengan lebih sering berdiri dan bergerak agar menjadi investasi untuk tubuh yang lebih sehat di masa depan.