Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memengaruhi Kadar Kortisol

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memengaruhi Kadar Kortisol
Ilustrasi stres (magnific.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Hormon kortisol berperan penting dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, dan respons tubuh terhadap stres, namun keseimbangannya bisa terganggu oleh kebiasaan sehari-hari tertentu.
  • Kebiasaan seperti kurang tidur, stres berkepanjangan, konsumsi kafein berlebihan, jarang bergerak, dan kurang istirahat dapat meningkatkan kadar kortisol serta memengaruhi suasana hati dan energi.
  • Menjaga pola hidup sehat dengan tidur cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, serta memberi waktu istirahat yang cukup membantu menstabilkan kadar kortisol dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kortisol sering dikenal sebagai hormon stres karena kadarnya dapat meningkat saat tubuh menghadapi tekanan. Padahal, hormon ini memiliki banyak fungsi penting, seperti membantu mengatur metabolisme, menjaga tekanan darah, serta mendukung respons tubuh terhadap berbagai situasi. Dalam kondisi normal, kadar kortisol akan naik dan turun mengikuti ritme alami tubuh, tetapi beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi keseimbangannya.

Kalau perubahan kadar kortisol berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur, suasana hati, hingga tingkat energi. Karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan yang dapat memengaruhi hormon ini agar kamu bisa lebih bijak dalam menjaga kesehatan tubuh. Berikut beberapa kebiasaan yang tanpa disadari dapat memengaruhi kadar kortisol.

1. Kurang tidur secara terus-menerus

Seorang wanita tampak mengantuk berbaring di tempat tidur sambil meraih jam alarm berwarna emas di meja samping tempat tidurnya.
Ilustrasi kurang tidur (pexels.com/Miriam Alonso)

Tidur menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kadar kortisol. Saat waktu tidur berkurang atau kualitas tidur memburuk, tubuh dapat mengalami peningkatan kadar hormon ini sehingga lebih sulit merasa rileks keesokan harinya. Akibatnya, tubuh bisa terasa lebih cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan suasana hati menjadi lebih sensitif, terutama jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang lama.

Untuk membantu menjaga keseimbangan hormon, cobalah menerapkan jadwal tidur yang lebih teratur dan mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur. Kebiasaan sederhana ini dapat meningkatkan kualitas istirahat sehingga tubuh memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan energi dan menghadapi aktivitas pada hari berikutnya.

2. Mengalami stres berkepanjangan

Seorang wanita duduk di kursi kantor dengan tangan di kepala, tampak stres di depan meja kerja dengan laptop dan secangkir kopi.
Ilustrasi stres (magnific.com/freepik)

Tubuh akan melepaskan kortisol sebagai bagian dari respons alami saat menghadapi stres. Respons ini membantu kamu menghadapi tantangan dalam jangka pendek. Namun, jika stres berlangsung terus-menerus, kadar kortisol dapat tetap tinggi sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan. Tekanan pekerjaan, masalah keuangan, konflik dalam hubungan, atau tanggung jawab yang menumpuk menjadi beberapa contoh pemicu stres berkepanjangan.

Untuk membantu tubuh kembali lebih tenang, cobalah mengelola stres dengan cara yang sesuai untukmu, seperti berolahraga, melakukan teknik relaksasi, menjalani hobi, atau berbicara dengan orang yang dipercaya. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi tekanan sekaligus mendukung keseimbangan tubuh dalam menghadapi stres sehari-hari.

3. Terlalu sering mengonsumsi kafein

Seorang wanita duduk di meja kerja dengan laptop dan buku terbuka sambil menikmati minuman hangat di dekat jendela besar.
Ilustrasi minum hangat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Minuman seperti kopi, teh, atau minuman berenergi mengandung kafein yang dapat meningkatkan kewaspadaan. Namun, pada sebagian orang, konsumsi kafein dalam jumlah tinggi atau terlalu sering juga dapat memengaruhi pelepasan kortisol, terutama ketika tubuh sedang mengalami stres. Respons setiap orang terhadap kafein bisa berbeda. Ada yang tetap merasa nyaman, tetapi ada pula yang menjadi lebih mudah gelisah, jantung berdebar, atau sulit tidur.

Kalau mulai merasakan keluhan tersebut, cobalah memperhatikan jumlah dan waktu mengonsumsi minuman berkafein. Mengurangi konsumsi pada sore atau malam hari dapat membantu menjaga kualitas tidur sekaligus memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dengan lebih optimal.

4. Jarang bergerak atau berolahraga

Seseorang duduk di sofa abu-abu dengan laptop di pangkuan, tampak lelah dan bersandar dengan mata terpejam di ruang tamu yang terang.
Ilustrasi lelah (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Aktivitas fisik membantu tubuh mengelola stres sekaligus mendukung keseimbangan berbagai hormon, termasuk kortisol. Sebaliknya, kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak dapat membuat tubuh lebih sulit beradaptasi terhadap tekanan sehari-hari. Karena itu, menjaga tubuh tetap aktif menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Kamu gak perlu langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Berjalan kaki, bersepeda santai, yoga, atau aktivitas fisik ringan hingga sedang lainnya sudah dapat membantu tubuh terasa lebih rileks setelah beraktivitas. Yang terpenting adalah melakukannya secara konsisten sesuai kemampuan dan kondisi tubuh masing-masing.

5. Mengabaikan waktu untuk beristirahat

Seorang perempuan duduk di sofa dengan wajah lelah, memegang kepala sambil menatap dokumen di meja ruang tamu yang berantakan.
Ilustrasi lelah (pexels.com/Ron Lach)

Kesibukan yang padat sering membuat seseorang terus bekerja tanpa memberi jeda bagi tubuh maupun pikiran. Kebiasaan ini dapat membuat stres terus menumpuk sehingga memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk kortisol. Padahal, beristirahat bukan berarti bermalas-malasan. Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan energi agar kamu dapat kembali fokus dan menjalani aktivitas dengan lebih optimal.

Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membuatmu merasa lebih tenang, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau berjalan santai. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu tubuh mengelola stres dengan lebih baik sekaligus mendukung keseimbangan kadar kortisol dalam jangka panjang. Tidur yang cukup, rutin bergerak, dan menerapkan pola hidup sehat juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Perlu diingat bahwa perubahan kadar kortisol gak selalu menimbulkan gejala yang sama pada setiap orang. Kalau kamu mengalami keluhan yang berlangsung lama, seperti kelelahan berlebihan, gangguan tidur, atau perubahan berat badan tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis agar mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya

Related Articles

See More