Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Merawat Pisau Dapur agar Tetap Tajam dan Awet

3 min read
5 Cara Merawat Pisau Dapur agar Tetap Tajam dan Awet
ilustrasi pisau dapur (magnific.com/stockking)
  • Simpan pisau di balok kayu agar bilah tidak bergesekan dengan peralatan lain dan cepat rusak.
  • Cuci pisau segera dengan spons lembut, lalu keringkan; hindari mesin pencuci karena suhu, deterjen, dan benturan dapat merusak bilah serta gagang.
  • Gunakan talenan kayu atau plastik, pakai pisau sesuai fungsi, dan asah berkala dengan alat serta sudut yang tepat agar ketajamannya terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pisau yang tajam bisa membuat pekerjaan di dapur terasa jauh lebih ringan. Sebaliknya, pisau tumpul justru sering bikin proses memotong lebih lama dan tenaga yang dikeluarkan makin besar. Karena itu, merawat pisau dapur penting dilakukan kalau kamu ingin peralatan masak tetap nyaman digunakan.

Menjaga ketajaman pisau sebenarnya gak harus selalu bergantung pada alat mahal. Cara menyimpan, membersihkan, dan mengasahnya secara rutin justru punya pengaruh besar terhadap umur mata pisau. Yuk simak beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kamu terapkan setelah selesai memasak.

  1. 1. Simpan pisau pada balok kayu

    Ilustrasi tempat penyimpanan pisau dapur untuk menjaga peralatan memasak tetap rapi, aman, dan mudah dijangkau.
    ilustrasi tempat menyimpan pisau (pexels.com/AJ Ahamad)

    Meletakkan pisau begitu saja di laci memang terasa praktis, terutama ketika dapur sedang berantakan. Namun, mata pisau bisa bergesekan dengan peralatan lain setiap kali kamu mengambil atau menyimpannya. Gesekan tersebut lama-kelamaan bisa membuat bagian tajamnya cepat rusak.

    Balok kayu khusus pisau bisa menjadi pilihan penyimpanan yang lebih aman. Pisau tersimpan pada slotnya tanpa saling berbenturan dengan peralatan lain. Pilih balok dengan ukuran slot yang sesuai supaya bilah gak terjepit atau bergesekan berlebihan.

  2. 2. Cuci pisau segera setelah digunakan

    Ilustrasi tangan mencuci piring dan peralatan dapur di wastafel dengan busa sabun serta keran air mengalir.
    ilustrasi mencuci peralatan dapur (magnific.com/magnific)

    Sisa makanan yang dibiarkan menempel membuat pisau lebih sulit dibersihkan nantinya. Apalagi bahan seperti garam, asam, atau saus tertentu bisa memengaruhi permukaan bilah jika terlalu lama menempel. Setelah digunakan, biasakan membersihkan pisau sebelum beralih ke pekerjaan lain.

    Gunakan spons lembut dan sabun, lalu bilas sampai bersih. Hindari menggosok mata pisau dengan benda kasar karena permukaannya bisa tergores. Setelah itu, segera keringkan dengan kain bersih agar kelembapan gak tertinggal terlalu lama.

  3. 3. Jangan asal memasukkan pisau ke mesin pencuci

    Ilustrasi pisau dapur dengan gagang hitam dan bilah logam untuk keperluan memasak sehari-hari.
    ilustrasi pisau dapur (pexels.com/RDNE Stock project)

    Peralatan masak yang terlihat aman masuk mesin pencuci belum tentu berlaku untuk semua jenis pisau. Suhu tinggi, deterjen kuat, dan benturan dengan benda lain bisa mempercepat kerusakan bilah maupun gagangnya. Pisau dengan konstruksi tertentu juga lebih rentan mengalami perubahan pada bagian sambungannya.

    Mencuci menggunakan tangan biasanya memberi kontrol yang lebih baik. Pegang bagian gagang dengan stabil dan arahkan mata pisau menjauh dari tangan. Kebiasaan ini bukan cuma membantu merawat pisau dapur, tetapi juga mengurangi risiko cedera saat membersihkannya.

  4. 4. Gunakan talenan yang tepat

    Ilustrasi tangan memotong bawang di atas talenan menggunakan pisau dapur, dengan potongan bawang di sekelilingnya.
    ilustrasi memotong bawang menggunakan talenan (magnific.com/rawpixel-com)

    Talenan ternyata ikut menentukan seberapa lama pisau bisa mempertahankan ketajamannya. Permukaan yang terlalu keras seperti kaca atau batu dapat memberikan tekanan besar pada mata pisau setiap kali digunakan. Akibatnya, pisau bisa lebih cepat tumpul meski jarang dipakai.

    Gunakan talenan berbahan kayu atau plastik yang cukup kokoh untuk aktivitas memotong sehari-hari. Hindari pula menggunakan pisau untuk memotong benda yang memang bukan peruntukannya. Mata pisau akan lebih awet ketika digunakan sesuai fungsi dan pada permukaan yang tepat.

  5. 5. Mengasah pisau secara rutin

    Ilustrasi proses mengasah pisau untuk menjaga ketajaman bilah sebagai bagian dari perawatan peralatan dapur.
    ilustrasi mengasah pisau (pexels.com/HONG SON)

    Pisau gak perlu menunggu benar-benar tumpul untuk mulai diasah. Mengasah pisau secara berkala membantu mempertahankan ketajaman sebelum kondisinya semakin menurun. Frekuensinya bisa disesuaikan dengan seberapa sering pisau digunakan.

    Gunakan whetstone atau pengasah yang sesuai dengan jenis pisau. Jangan menekan terlalu keras karena teknik yang agresif justru bisa mengikis bilah secara berlebihan. Kalau belum terbiasa, pelajari sudut pengasahan yang sesuai agar prosesnya membantu, bukan malah merusak mata pisau.

    Pisau yang dirawat dengan benar bisa tetap nyaman digunakan dalam waktu lama. Kamu gak perlu menunggu mata pisau benar-benar tumpul untuk mulai memperhatikannya. Sedikit lebih teliti saat menyimpan, mencuci, menggunakan, dan mengasah bisa membuat peralatan masak tetap siap menemani rutinitas di dapur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More