Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tips Mengasah Pisau Dapur dengan Batu Asah agar Tajamnya Awet!

Tips Mengasah Pisau Dapur dengan Batu Asah agar Tajamnya Awet!
ilustrasi pisau dapur (pexels.com/Lukas Blazek)

Memasak di dapur bakal terasa jauh lebih menyenangkan kalau peralatan yang kita gunakan dalam kondisi prima, terutama pisau. Pernah gak sih kamu merasa kesal karena memotong tomat saja susahnya minta ampun sampai bentuknya hancur? Itu tandanya pisau kamu sudah tumpul dan butuh perhatian ekstra. Jangan buru-buru beli yang baru, karena sebenarnya kamu bisa mengatasinya sendiri di rumah.

Mengasah pisau menggunakan batu asah atau whetstone adalah cara paling efektif untuk mengembalikan ketajaman bilah baja. Memang terlihat teknis, tapi kalau kamu tahu teknik yang benar, hasilnya bakal jauh lebih awet dibandingkan pakai alat pengasah instan. Simak langkah-langkah praktis mengasah pisau dapur dengan batu asah berikut ini agar aktivitas memotong jadi makin sat-set!

1. Rendam batu asah dan siapkan permukaan

ilustrasi pisau dapur
ilustrasi pisau dapur (unsplash.com/Alyson McPhee)

Hal pertama yang tidak boleh kamu lewatkan adalah merendam batu asah di dalam air. Batu asah memiliki pori-pori yang perlu diisi air agar proses pengasahan berjalan mulus dan tidak merusak material pisau akibat panas gesekan. Rendamlah batu sekitar 10 hingga 15 menit sampai tidak ada lagi gelembung udara yang keluar.

Setelah itu, letakkan batu asah di atas permukaan yang rata dan tidak licin. Kamu bisa menggunakan alas karet bawaan batu asah atau sekadar menggunakan kain lap basah di bawahnya. Pastikan batu tidak bergeser saat kamu mulai menggosokkan pisau. Ingat, jangan pernah mengasah dalam kondisi batu yang kering karena hal itu hanya akan membuat mata pisau kamu cepat aus dan rusak.

2. Tentukan sudut kemiringan yang konsisten

ilustrasi pisau dapur
ilustrasi pisau dapur (pexels.com/Mengliu Di)

Kunci utama dari pisau yang tajam adalah konsistensi sudut saat mengasah. Untuk pisau dapur standar, sudut yang paling ideal biasanya berada di kisaran 15 hingga 20 derajat. Bagaimana cara mengukurnya tanpa alat? Kamu bisa menaruh dua koin bertumpuk di bawah punggung pisau untuk mendapatkan perkiraan sudut tersebut.

Saat mengasah, pastikan tangan kamu stabil dan tidak merubah kemiringan pisau dari awal sampai akhir. Jika sudutnya berubah-ubah, mata pisau tidak akan terbentuk dengan sempurna dan malah jadi tumpul di beberapa sisi. Jangan terburu-buru; lebih baik pelan tapi sudutnya terjaga dengan baik. Kamu tidak perlu menekan terlalu kuat, biarkan berat tangan dan tekstur batu yang bekerja mengikis bagian yang tumpul.

3. Gunakan teknik mengasah dua sisi (grid kasar ke halus)

ilustrasi pisau dapur
ilustrasi pisau dapur (unsplash.com/Kevin Doran)

Biasanya, batu asah memiliki dua sisi dengan tingkat kekasaran yang berbeda (grit). Mulailah dengan sisi yang lebih kasar (angka grit lebih kecil) untuk memperbaiki mata pisau yang sudah benar-benar tumpul atau gompal. Gosokkan pisau dengan gerakan searah atau memutar, mulai dari bagian pangkal hingga ke ujung pisau. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 hingga 15 kali, lalu balikkan pisau untuk mengasah sisi satunya.

Setelah kamu merasa muncul burr (serpihan besi tipis di pinggir mata pisau), barulah pindah ke sisi batu yang lebih halus (grit tinggi). Sisi halus ini berfungsi untuk memoles dan menghaluskan bekas asahan kasar tadi sehingga pisau menjadi benar-benar tajam dan halus saat digunakan memotong sayuran atau daging.

4. Uji ketajaman dan bersihkan pisau

ilustrasi pisau dapur
ilustrasi pisau dapur (pexels.com/Evgeniy Alekseyev)

Setelah selesai mengasah di kedua sisi, jangan lupa untuk menguji hasilnya. Cara paling mudah adalah dengan mencoba memotong selembar kertas secara vertikal. Jika pisau bisa memotong kertas dengan mulus tanpa robekan, berarti teknik kamu sudah berhasil. Kalau masih tersendat, kamu mungkin perlu mengulangi proses di sisi batu yang halus sebentar lagi.

Terakhir, pastikan kamu membersihkan pisau dan batu asah dengan benar. Cuci pisau menggunakan sabun dan air mengalir untuk menghilangkan sisa-sisa serbuk besi yang menempel agar tidak mengontaminasi makanan. Keringkan pisau segera dengan lap bersih agar tidak muncul noda karat. Untuk batu asahnya, cukup bilas dengan air dan biarkan kering di udara terbuka sebelum disimpan kembali.

Bagaimana, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, kan? Dengan rutin merawat pisau dapur, kamu tidak hanya menghemat uang, tapi juga menjaga keamanan saat memasak karena pisau tajam justru lebih jarang menyebabkan kecelakaan dibanding pisau tumpul yang sering meleset.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Nasi Goreng Kornet, Ide Bekal Praktis yang Nikmat

30 Mar 2026, 18:50 WIBFood