Pernah gak sih kamu merasa sudah minum banyak saat berbuka, tapi tetap saja kepala terasa berat dan tubuh kurang segar keesokan harinya? Banyak orang mengira yang penting adalah jumlah airnya, padahal cara minum juga menentukan seberapa efektif tubuh menyerap cairan. Saat Ramadan, pola hidrasi berubah total karena kamu gak bisa minum sepanjang hari. Di sinilah hydration science jadi relevan banget untuk dipahami. Bukan cuma soal 'yang penting 8 gelas', tapi bagaimana strategi minumnya supaya tubuh tetap optimal.
Tubuh kamu sebenarnya punya sistem canggih untuk mengatur keseimbangan cairan. Ginjal, hormon, hingga elektrolit bekerja sama menjaga agar sel-sel tetap terhidrasi. Kalau kamu minum terlalu banyak sekaligus, sebagian cairan justru bisa cepat dibuang lewat urine. Sebaliknya, kalau kamu terlalu sedikit minum atau hanya fokus di satu waktu, risiko dehidrasi meningkat. Jadi, yuk kita bahas lima cara minum yang lebih selaras dengan cara kerja tubuh kamu selama Ramadan.
