Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Dampak Positif Punya Idola, Bukan Sekadar Bikin Halu
ilustrasi bertemu idola (pexels.com/Ron Lach)
  • Mengidolakan figur publik dapat menjadi sumber kebahagiaan instan melalui karya, kabar, atau aktivitas idola yang memberi hiburan.
  • Citra positif, kesederhanaan, kerendahan hati, dan semangat berkarya dari idola bisa mendorong penggemar meniru kebiasaan baik serta mengejar prestasi.
  • Idola dapat mengurangi rasa sepi, membuat hidup lebih berwarna, dan membuka pertemanan luas dengan sesama penggemar tanpa harus berujung obsesi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa idolamu yang juga dikenal luas oleh masyarakat? Mungkin dia seorang penyanyi, pemain film, penulis, atau siapa pun yang kiprahnya diakui oleh banyak orang. Wajar sih, bila tokoh-tokoh publik seperti di atas dikagumi.

Dari sekian banyak orang di tanah air, hanya sebagian kecilnya yang memiliki popularitas setinggi itu. Belum lagi nilai plus lain darinya seperti kualitas karya, sikap, dan sebagainya. Kesukaan penggemar terhadap idolanya menciptakan hubungan parasosial.

Hubungan ini seakan-akan bersifat satu arah dan sering kali dituduh sebagai penyebab orang menjadi halu. Mereka senang berkhayal gara-gara sangat mengidolakan seseorang. Hidupnya tidak realistis. Padahal, rasa suka terhadap idola sebenarnya juga bisa kasih dampak positif seperti di bawah ini.

1. Lihat segala hal tentang idola saja sudah bikin bahagia

ilustrasi syuting (pexels.com/Erman Kayıkcı)

Kalau kamu punya idola, ia adalah sumber kebahagiaan yang efeknya sangat cepat bisa dirasakan. Makin dirimu menggemarinya, makin senang rasanya setiap kamu mengetahui informasi apa pun tentangnya. Dirimu cuma melihat foto pemandangan hasil jepretannya saja bikin happy seharian.

Apalagi saat idolamu tampak sangat prima. Idola dapat menjadi pelipur lara instan kapan pun kamu membutuhkannya. Tidak ada hiburan lainnya yang seefektif dan seefisien semua hal terkait idola. Apalagi bila ada kabar luar biasa darinya.

Contohnya, idolamu seorang penyanyi dan ia akan segera mengeluarkan album terbaru. Atau, sebentar lagi dia hendak menyelenggarakan konser di kotamu, bagi-bagi hadiah, dan sebagainya. Perkara kamu bisa nonton konser dan dapat hadiahnya atau tidak bukan hal utama. Dirimu baru mendengarnya pun sudah antusias.

2. Citra positifnya menjadi role model buatmu

ilustrasi seorang DJ (pexels.com/Gustavo Fring)

Idola juga berperan besar dalam memberikan contoh terhadap para penggemarnya. Misalnya, mengenai kesederhanaan dalam hidup. Sebenarnya di sekitarmu juga banyak orang yang tetap mempertahankan gaya hidup sederhana.

Sekalipun aslinya mereka bisa saja hidup bermewah-mewah jika mau. Namun, pemandangan itu seperti kurang menginspirasimu. Kamu tetap berpikir wajar mereka hidup sederhana. Mereka sukses sih, tapi belum sehebat idolamu yang super terkenal.

Andai idolamu yang bergaya hidup sederhana, baru deh dirimu sangat tergugah untuk menirunya. Walaupun sebetulnya situasinya juga bisa dikembalikan seperti pandangamu sebelumnya. Memang sudah sepantasnya kamu hidup sederhana karena kehidupanmu tidak ada apa-apanya dibandingkan sang idola.

3. Semangatnya dalam berkarya memotivasimu untuk berprestasi juga

ilustrasi pengambilan gambar (pexels.com/Kyle Loftus)

Idola memang tidak bisa dipilih secara sembarangan. Kamu harus sangat selektif menentukan siapa sosok yang pantas dikagumi. Sebab saat kekagumanmu terhadapnya sudah tumbuh, dirimu cenderung mengikuti apa pun yang dilakukannya dan sifat-sifatnya.

Kalau idolamu sosok yang rendah hati, kamu pun bakal terdorong menirunya. Dia yang sudah hebat saja gak sombong. Tentu dirimu malu apabila bersikap tinggi hati. Idolamu tampil sederhana bahkan terang-terangan menerapkan frugal living, kamu pun terinspirasi melakukan hal yang sama.

Begitu pula ketika ia rutin mendapatkan penghargaan, pasti dirimu juga ingin mencetak banyak prestasi di bidangmu. Lebih mudah untukmu menyerap hal-hal baik apabila sosok yang diidolakan juga menjalankannya. Hal yang sama kalau dilakukan atau dinasihatkan oleh orang lain belum tentu dipedulikan olehmu.

4. Menjauhkan hidup dari rasa sepi dan hampa

ilustrasi konser (pexels.com/Yan Krukau)

Ada atau tidaknya idola kasih efek yang berbeda pada tiap orang. Sebagian orang merasa hidupnya baik-baik saja sekalipun tak pernah mengidolakan siapa-siapa. Namun, jika dirimu gampang kesepian mempunyai idola akan lebih baik.

Sosok idola dapat sangat membantu membuat hidupmu lebih berwarna. Walaupun di sekitarmu ada banyak orang, kehidupan mereka yang monoton termasuk sepi pencapaian bikin kamu kurang semangat menjalani hari. Rasanya kamu terjebak dalam circle membosankan tersebut.

Bukannya dirimu tidak menghargai mereka. Kamu pun mungkin sadar diri. Hidupmu sama datarnya dan semua itu membuatmu makin merasa sepi serta hampa. Sosok idola berikut segala gebrakannya yang positif bikin hidupmu terasa lebih berwarna.

5. Punya pertemanan yang seru dan luas dengan sesama penggemar

ilustrasi grup band (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Pasti bukan cuma kamu yang mengidolakan public figure tersebut. Ada ribuan bahkan jutaan orang yang juga menyukainya. Mereka datang dari berbagai daerah, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan sebagainya.

Kalian semua berlainan, tapi punya setidaknya satu kesamaan yang menciptakan hubungan kuat. Yaitu, rasa suka pada sang idola. Walaupun kalian tidak bisa sering bertemu, saling mengomentari unggahan idola saja sudah membuat perasaanmu hangat.

Kalian mungkin juga membuat grup khusus agar lebih leluasa mengunggah berbagai hal mengenai idola tanpa mengganggu akun aslinya. Kamu pun bisa mengusulkan pertemuan untuk sesama penggemar yang satu kota. Pertemananmu menjadi ganda. Circle sesama penggemar plus teman sehari-hari yang punya idola masing-masing.

Cap negatif terhadap orang yang mengidolakan public figure muncul karena mereka hanya fokus pada beberapa penggemar fanatik. Tipe penggemar yang sampai terobsesi pada idolanya. Mereka menganggap idolanya sebagai pasangan. Mereka juga gampang marah pada tokoh lain berikut penggemarnya. Padahal, punya idola gak selalu bikin halu atau bersikap negatif seperti itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article