Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan di Medsos Ini Bikin Mental Health Anjlok, Sadar Gak?
ilustrasi orang melihat medsos di hp (freepik.com/katemangostar)
  • Membandingkan hidup dengan highlight orang lain dan mencari validasi dari like atau komentar dapat memicu kecemasan, rasa tidak cukup, serta merusak harga diri.

  • Mengecek notifikasi terus-menerus membuat otak siaga dan stres, sedangkan scroll tanpa batas sebelum tidur mengganggu melatonin, kualitas istirahat, serta meningkatkan gejala cemas dan depresi.

  • Komentar negatif mudah memengaruhi suasana hati; membatasi konten pemicu, mematikan notifikasi non-penting, dan menjadwalkan penggunaan media sosial dianjurkan untuk menjaga kondisi mental.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Aktivitas yang kita anggap ringan dan biasa ternyata punya dampak besar pada kondisi mental. Tanpa disadari, kebiasaan scroll, like, dan compare bisa menggerogoti kesehatan psikologis kita perlahan-lahan.

Banyak orang merasa semakin cemas dan tidak percaya diri setelah lama berselancar di dunia maya. Artikel ini akan membahas lima kebiasaan sepele yang sering dilakukan namun berbahaya bagi kesehatan mental. Mari kita evaluasi dan ubah sebelum semuanya menjadi semakin parah!

1. Membandingkan hidup dengan highlight orang lain memicu kecemasan

ilustrasi orang melihat medsos (freepik.com/cookie_studio)

Kita hanya melihat momen terbaik dan tersukses dari kehidupan orang lain di media sosial. Otak secara tidak sadar mulai membandingkan keseluruhan hidup kita dengan potongan sempurna tersebut. Perbandingan sosial yang tidak realistis ini menjadi pemicu utama rasa tidak cukup dan cemas.

Batasi waktu untuk melihat konten yang memicu perasaan inferior. Ingatkan diri sendiri bahwa media sosial hanyalah panggung, bukan dokumentasi kehidupan utuh. Fokuslah pada perjalanan dan pencapaian pribadi tanpa mengukur diri dengan orang lain.

2. Mengecek notifikasi terus-menerus meningkatkan kadar stres

ilustrasi orang mengecek notifikasi hp (freepik.com/wayhomestudio)

Kebiasaan ini membuat otak selalu dalam keadaan siaga dan tegang. Setiap bunyi atau getar ponsel memicu respons stres ringan yang menumpuk. Kita menjadi tidak pernah benar-benar istirahat atau fokus pada momen saat ini.

Matikan notifikasi non-penting untuk aplikasi media sosial. Jadwalkan waktu khusus untuk mengecek media sosial, misalnya tiga kali sehari. Gunakan fitur "Do Not Disturb" saat bekerja atau bersantai dengan keluarga.

3. Mencari validasi dari like dan komentar merusak harga diri

ilustrasi orang main hp (freepik.com/freepik)

Kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan jumlah interaksi di unggahan digital. Perasaan senang atau sedih menjadi tergantung pada respons virtual dari orang lain. Harga diri yang sehat seharusnya datang dari dalam, bukan dari validasi eksternal.

Ubah motivasi membagikan konten dari mencari pujian menjadi mengekspresikan diri. Hargai proses kreatif dan makna di balik unggahan, bukan hanya jumlah like. Bangun kepercayaan diri melalui pencapaian nyata dan pengembangan skill di dunia offline.

4. Scroll tanpa batas sebelum tidur mengganggu kualitas istirahat

orang main hp sebelum tidur (freepik.com/freepik)

Cahaya biru dari layar menekan produksi melatonin, hormon pengatur tidur. Konten emosional yang dikonsumsi membuat pikiran tetap aktif dan sulit tenang. Kualitas tidur yang buruk berhubungan langsung dengan meningkatnya gejala depresi dan kecemasan.

Terapkan aturan "no screen time" satu jam sebelum waktu tidur. Ganti kebiasaan scroll dengan membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan. Ciptakan rutinitas tidur yang sehat untuk memulihkan kesehatan mental.

5. Membaca komentar negatif mempengaruhi suasana hati

ilustrasi orang memegang hp (freepik.com/freepik)

Otak manusia cenderung lebih mudah mengingat dan terpengaruh oleh hal-hal negatif. Membaca komentar kasar atau kritik pedas bisa menimbulkan perasaan tertekan berkepanjangan. Emosi negatif dari orang asing secara online dapat meracuni pikiran kita sepanjang hari.

Hindari bagian komentar pada konten yang berpotensi provokatif atau negatif. Ingat bahwa komentar seringkali lebih mencerminkan si penulis daripada diri kita. Pilih untuk mengonsumsi konten yang membangun dan meninggalkan ruang digital yang toksik.

Coba pikir lagi, hal-hal kecil tadi bisa berdampak besar, lho. Yuk, mulai lebih mindful setiap kali buka media sosial! Kesehatan mental itu investasi jangka panjang yang harus kita jaga dari sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article