Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Ramah Lingkungan selama Ramadan, Bikin Mental Lebih Tenang

5 Kebiasaan Ramah Lingkungan selama Ramadan, Bikin Mental Lebih Tenang
ilustrasi menggunakan tas belanja (freepik.com/freepik)

Ramadan selalu punya cara unik untuk bikin hati lebih lembut. Ritme hidup terasa berubah, dari yang serba cepat jadi lebih tertata. Kamu jadi lebih sadar pada waktu, makanan, dan cara memperlakukan orang lain. Tapi pernah gak sih kepikiran kalau ramadan ramah lingkungan juga bisa bikin batin lebih adem?

Banyak orang fokus pada ibadah ritual, tapi lupa bahwa menjaga bumi juga bagian dari tanggung jawab spiritual. Saat kamu memilih hidup lebih eco friendly, ada rasa puas yang muncul diam-diam. Bukan cuma karena merasa “baik”, tapi karena kamu tahu sedang melakukan sesuatu yang bermakna. Yuk simak lima kebiasaan sederhana yang bisa bikin Ramadanmu lebih tenang dan penuh kepuasan batin.

1. Ambil makanan secukupnya saat berbuka

ilustrasi berbuka puasa
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Michael Burrows)

Momen berbuka sering jadi ajang balas dendam setelah seharian menahan lapar. Meja penuh takjil, piring menumpuk, semuanya terlihat menggoda. Tanpa sadar, kamu mengambil lebih banyak dari yang benar-benar dibutuhkan. Akhirnya, makanan tersisa dan terbuang begitu saja.

Coba mulai dengan porsi kecil dan tambah jika masih kurang. Cara ini terdengar sepele, tapi dampaknya besar untuk mengurangi sampah makanan. Saat kamu makan secukupnya, ada rasa cukup yang ikut tumbuh di dalam hati. Kepuasan batin itu datang dari kontrol diri, bukan dari piring yang penuh.

2. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai

ilustrasi membawa tumbler
ilustrasi membawa tumbler (pexels.com/RDNE Stock project)

Bulan Ramadan identik dengan berburu takjil di luar rumah. Kantong plastik, gelas sekali pakai, dan sendok instan jadi pemandangan biasa. Kalau dibiarkan, sampahnya menumpuk tanpa kamu sadari. Lingkungan menanggung konsekuensi dari kebiasaan kecil yang berulang.

Mulai sekarang, bawa wadah dan botol minum sendiri saat membeli makanan. Mungkin terasa repot di awal, tapi lama-lama jadi kebiasaan. Kamu akan merasa lebih bertanggung jawab pada pilihanmu. Ramadan ramah lingkungan seperti ini bikin ibadah terasa lebih utuh.

3. Pilih menu sahur dan buka yang lebih bijak

ilustrasi perempuan membuat daftar belanja
ilustrasi perempuan membuat daftar belanja (freepik.com/benzoix)

Godaan belanja bahan makanan berlebihan sering muncul selama Ramadan. Rasanya ingin mencoba banyak resep sekaligus. Ujung-ujungnya, kulkas penuh dan sebagian bahan tak terpakai. Situasi ini bukan cuma boros, tapi juga bikin pikiran terasa sesak.

Cobalah merencanakan menu mingguan dengan realistis. Belanja sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan sesaat. Saat dapur lebih tertata, kamu juga merasa lebih tenang. Ada kepuasan batin ketika tahu tidak ada yang terbuang sia-sia.

4. Hemat listrik dan air saat beraktivitas

ilustrasi menghemat listrik
ilustrasi menghemat listrik (freepik.com/shaynech13)

Selama puasa, waktu di rumah biasanya lebih banyak. Lampu menyala lebih lama, AC jarang dimatikan, air mengalir tanpa henti saat mencuci. Kebiasaan ini terlihat kecil, tapi dampaknya nyata untuk bumi. Padahal, Islam sendiri mengajarkan untuk tidak berlebihan.

Coba lebih sadar saat menggunakan energi. Matikan lampu yang tidak terpakai dan gunakan air secukupnya saat wudhu. Tindakan sederhana ini bikin kamu lebih mindful. Rasanya seperti menyelaraskan ibadah lahir dan batin dalam satu langkah.

5. Perbanyak sedekah yang berdampak jangka panjang

ilustrasi menanam pohon
ilustrasi menanam pohon (freepik.com/freepik)

Sedekah di bulan Ramadan memang terasa lebih istimewa. Banyak orang berlomba berbagi makanan atau pakaian. Itu baik, tapi kamu juga bisa memilih bentuk berbagi yang lebih berkelanjutan. Misalnya mendukung gerakan lingkungan atau program tanam pohon.

Saat kontribusimu memberi manfaat jangka panjang, ada rasa bangga yang berbeda. Kamu bukan hanya membantu sesaat, tapi ikut menjaga masa depan. Kebiasaan eco friendly seperti ini memperluas makna ibadah. Hati terasa lebih lapang karena kebaikanmu berdampak lebih jauh.

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga tentang memperbaiki cara hidup. Saat kamu lebih peduli pada lingkungan, ibadah terasa lebih menyentuh dan nyata. Ada ketenangan yang muncul karena tindakanmu selaras dengan nilai yang diyakini. Yuk mulai Ramadan ramah lingkungan dari kebiasaan kecil hari ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tips Biar Gak Ngantuk Parah saat Puasa di Kantor

26 Feb 2026, 07:31 WIBLife