Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel Suspense Berlatar Tempat yang Tak Terlupakan, Seru!

4 min read
5 Novel Suspense Berlatar Tempat yang Tak Terlupakan, Seru!
serial adaptasi novel Sharp Objects (Dok. HBO/Sharp Objects)
  • Lima novel suspense menempatkan lokasi sebagai elemen penting yang membangun ketegangan, rasa terkurung, dan misteri, hingga terasa seperti karakter tersendiri.
  • The Only One Left, Sharp Objects, dan The Cutting Season mengusung rumah tebing, kota kecil Missouri, serta perkebunan Louisiana dengan jejak kekerasan dan masa lalu kelam.
  • The Devil and the Dark Water memakai kapal Batavia-Amsterdam yang terisolasi, sementara The Blue Hour berlatar pulau pasang-surut Skotlandia dengan akses yang bergantung pada laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam novel suspense, lokasi bukan sekadar tempat berlangsungnya sebuah cerita. Sebuah pulau terpencil, kapal terjebak di tengah laut, atau rumah tua di atas tebing bisa menjadi bagian penting yang membuat pembaca semakin tegang. Latar yang kuat bahkan mampu menciptakan rasa terkurung dan tidak aman, seolah-olah para karakter tidak memiliki jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi.

Beberapa penulis suspense berhasil memanfaatkan setting dengan sangat baik hingga tempat tersebut terasa seperti karakter tersendiri. Suasana, sejarah, hingga kondisi geografisnya ikut memengaruhi misteri yang sedang diungkap. Kalau menyukai novel thriller dan suspense dengan latar yang memorable, lima judul berikut menawarkan tempat-tempat unik yang membuat ceritanya semakin menarik.

  1. 1. The Only One Left — Riley Sager

    The Only One Left.
    The Only One Left (waterstones.com)

    Sebuah rumah besar di atas tebing menjadi pusat misteri dalam The Only One Left. Kit datang ke rumah tersebut untuk merawat Lenora, seorang perempuan lanjut usia yang menjadi satu-satunya anggota keluarganya yang masih hidup setelah keluarganya dibunuh ketika ia berusia 17 tahun. Lenora sendiri tidak pernah dinyatakan bersalah, tetapi banyak orang tetap mencurigainya sebagai pelaku.

    Bagi Kit, pekerjaan tersebut akhirnya berubah menjadi kesempatan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi bertahun-tahun lalu. Rumah tersebut terasa seperti karakter tersendiri karena kondisinya ikut berubah seiring cerita berjalan. Noda darah dari tragedi masa lalu masih terlihat di karpet tangga besar, sementara bangunan itu berdiri tepat di tepi tebing.

  2. 2. Sharp Objects — Gillian Flynn

    Tampilan sampul novel berjudul Sharp Objects pada halaman Goodreads, dengan judul buku sebagai elemen utama.
    Sharp Objects (goodreads.com)

    Dalam Sharp Objects, Gillian Flynn membawa pembaca ke Wind Gap, sebuah kota kecil di Missouri yang terlihat sempurna dari luar. Camille, seorang jurnalis yang baru keluar dari rumah sakit jiwa, kembali ke kampung halamannya untuk meliput pembunuhan dua gadis muda. Wind Gap memiliki rumah-rumah bergaya Victoria, halaman yang terawat, dan kehidupan masyarakat kecil yang tampak sopan.

    Namun, di balik penampilan tersebut terdapat hierarki sosial yang kejam dan sejarah kekerasan yang membuat kota ini jauh lebih gelap daripada kelihatannya. Suasana panas dan lembap selama musim panas semakin memperkuat rasa tidak nyaman dalam cerita. Camille sendiri sedang berjuang menghadapi berbagai masalah pribadi ketika harus kembali berhadapan dengan lingkungan yang menyimpan banyak kenangan buruk.

  3. 3. The Cutting Season — Attica Locke

    Sampul buku The Cutting Season berlatar perkebunan dengan siluet pohon dan rumah besar di kejauhan.
    The Cutting Season (harpercollins.com)

    The Cutting Season mengambil tempat di Belle Vie, sebuah perkebunan gula fiktif di Louisiana yang menyimpan sejarah panjang dan kelam. Ketika jasad seorang pekerja migran perempuan ditemukan di dekat perkebunan, manajer Belle Vie yang merupakan perempuan kulit hitam mulai terlibat dalam penyelidikan. Kasus tersebut perlahan membawanya kembali pada sejarah perbudakan yang pernah terjadi di tempat itu.

    Pada saat yang sama, ia juga menemukan hubungan keluarganya sendiri dengan tanah yang penuh masa lalu tersebut. Belle Vie terasa semakin nyata karena terinspirasi dari Oak Alley, sebuah lokasi bersejarah di Louisiana. Keindahan perkebunan dengan pepohonan besar dan lanskap yang memesona justru menjadi kontras dengan sejarah kekerasan yang tersembunyi di baliknya.

  4. 4. The Devil and the Dark Water — Stuart Turton

    Sampul buku The Devil and the Dark Water, menampilkan kapal layar di laut bergelombang yang gelap.
    The Devil and the Dark Water (publishersweekly.com)

    Bayangkan harus menghabiskan perjalanan selama berbulan-bulan di sebuah kapal yang berlayar dari Batavia, atau Jakarta pada masa kini, menuju Amsterdam pada 1634. Itulah situasi yang menjadi latar The Devil and the Dark Water. Ketika kapal mulai bergerak jauh dari daratan, berbagai kejadian aneh mulai muncul, termasuk pesan misterius, fenomena yang sulit dijelaskan, dan serangkaian kejahatan.

    Para penumpang kemudian mulai bertanya-tanya apakah ada kekuatan jahat yang ikut berada di kapal bersama mereka. Setting kapal menjadi sangat efektif karena tidak ada tempat untuk benar-benar melarikan diri. Laut yang luas berada di sekeliling mereka, tetapi justru membuat keadaan semakin menyesakkan karena bantuan dari luar hampir mustahil datang dengan cepat.

  5. 5. The Blue Hour — Paula Hawkins

    Sampul buku The Blue Hour dengan ilustrasi burung hitam di atas latar langit biru dan judul berwarna putih.
    The Blue Hour (goodreads.com)

    Pulau Eris di Skotlandia menjadi salah satu daya tarik utama The Blue Hour. Pulau pasang-surut tersebut hanya terhubung dengan daratan utama pada waktu tertentu, sehingga akses keluar dan masuknya sangat bergantung pada kondisi laut. Situasi ini menciptakan semacam jam penghitung waktu bagi siapa pun yang berada di sana.

    Ketika tulang manusia ditemukan di dalam sebuah patung karya seniman terkenal yang telah meninggal, seorang kurator seni datang ke pulau tersebut untuk menyelidiki masa lalu sang seniman dan orang misterius yang mewarisi rumahnya. Paula Hawkins memanfaatkan lokasi terpencil itu untuk membangun suasana yang indah sekaligus mengancam.

    Kelima novel suspense tersebut membuktikan bahwa latar tempat bisa menjadi bagian penting dari sebuah misteri. Dari kelima novel tersebut, latar tempat mana yang paling membuatmu penasaran?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More