ilustrasi teman (pexels.com/Arina Krasnikova)
Semakin banyak pengalaman yang kamu punya, semakin banyak pula pengetahuan kecil yang sebenarnya bisa membantu orang lain. Sayangnya, kamu mungkin sering menganggap informasi tersebut terlalu sederhana untuk dibagikan karena berpikir orang lain pasti sudah mengetahuinya. Padahal, pengalaman setiap orang berbeda sehingga hal yang menurutmu biasa saja bisa jadi justru merupakan informasi baru bagi orang lain. Kebiasaan menganggap semua orang sudah tahu juga bisa membuat banyak tips berguna berhenti di kepalamu sendiri.
Coba bayangkan ketika kamu mengetahui cara mendapatkan penawaran yang lebih baik, memahami suatu layanan, atau menghindari kesalahan tertentu setelah mengalaminya sendiri. Informasi seperti itu mungkin terlihat sepele, tapi bisa menghemat waktu, tenaga, bahkan uang orang lain. Kamu gak perlu takut dianggap sok tahu hanya karena membagikan pengalaman, selama kamu menyampaikannya sebagai informasi yang mungkin berguna. Sebaliknya, kamu juga bisa mendapatkan manfaat karena orang lain mungkin punya pengalaman berbeda yang ternyata bisa membantumu.
Pada akhirnya, adulting bukan tentang menjadi orang yang selalu tahu jawaban atau mampu menyelesaikan semua masalah dengan sempurna. Kamu punya kombinasi kemampuan yang berbeda dengan orang lain, termasuk kekuatan yang mungkin selama ini kamu anggap terlalu sederhana atau bahkan gak penting. Rasa canggung, bingung, dan ragu juga gak otomatis berarti kamu gak mampu menjalani kehidupan sebagai orang dewasa, ya.
Daripada terus membandingkan kemampuanmu dengan orang lain, lebih baik mulai mengenali kekuatan yang sudah kamu punya. Gunakan kemampuan tersebut ketika ada kesempatan untuk mengambil langkah baru ataupun ketika harus menghadapi masalah yang tak terduga. Kamu gak harus menjadi versi paling kompeten dari dirimu setiap saat, kok, karena menjadi orang dewasa juga berarti tahu kapan harus belajar, bertanya, dan menggunakan kekuatan yang kamu miliki.