Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips agar Mobil Gak Terlalu Penuh saat Mudik, Atur Barang Bawaan

5 Tips agar Mobil Gak Terlalu Penuh saat Mudik, Atur Barang Bawaan
ilustrasi mudik (pexels.com/RDNE Stock project)

Libur Lebaran makin dekat. Untukmu yang merantau tentu sudah bersiap-siap buat mudik. Jika kamu pulang kampung bersama sejumlah anggota keluarga, bawa kendaraan sendiri memang lebih praktis dan hemat. Semua barang bawaan tinggal dimasukkan ke mobil. 

Kalian tidak perlu sering mengangkat barang bawaan yang banyak dan berat. Biaya pun dapat ditekan. Meski ada ongkos bahan bakar dan tol masih lebih murah daripada beli tiket kereta, bus, apalagi pesawat untuk 3 sampai 4 orang. Dengan kamu membawa mobil sendiri, kalian juga dapat beristirahat sewaktu-waktu.

Lain dengan naik kendaraan umum yang mesti menyesuaikan dengan jadwal serta pemberhentian yang sudah ditetapkan. Namun, mudik dengan mobil sendiri juga bisa gak nyaman apabila muatannya terlalu banyak. Bagian dalam kendaraan menjadi sesak. Bahkan muatan berlebih akan membahayakan keselamatan. Supaya perjalanan mudik tetap nyaman, atur muatan dengan cara berikut.

1. Beli oleh-oleh di satu tempat saja

ilustrasi mudik (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi mudik (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Oleh-olehmu dinantikan keluarga di kampung halaman. Kamu juga tak enak bila datang jauh-jauh tidak membawa apa-apa sebagai buah tangan. Semangat berbagi kebahagiaan di hari raya begitu besar. Makin jarang dirimu pulang kampung, makin ada perasaan harus kasih oleh-oleh yang banyak dan bermanfaat.

Akan tetapi, sebaiknya kamu tak terus membeli buah tangan di sepanjang perjalanan. Selain pengeluaranmu menjadi tidak terkontrol, muatan di mobil juga terlalu banyak serta gak rapi. Setiap oleh-oleh yang dibeli di sepanjang jalan hanya ditumpuk-tumpuk. Akibatnya, ruang gerak penumpang makin terbatas.

Oleh-oleh berupa makanan juga menjadi lebih rentan rusak karena penempatan yang asal-asalan. Belilah buah tangan di satu tempat saja. Terbaik ialah di toko oleh-oleh di tempatmu merantau. Keluarga di kampung halaman mungkin cuma pernah menikmatinya saat dirimu membawakannya. Jika kamu membeli di satu toko, dirimu dapat meminta petugas mengemasnya seringkas mungkin dalam 1 atau 2 kardus.

2. Batasi mainan anak yang dibawa

ilustrasi mudik (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi mudik (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Mudik dengan membawa kendaraan sendiri memang cocok bila ada anak-anak. Anak yang mudah mabuk di dalam kendaraan umum biasanya lebih nyaman di kendaraan pribadi. Pun kalau sewaktu-waktu anak rewel tak akan mengganggu orang lain. Tapi bawa anak-anak juga sering kali berarti kudu membawa mainannya juga.

Terlebih perjalanan mudiknya panjang. Mereka bakal bosan jika sama sekali tidak membawa mainan. Kalau mereka bosan pasti ujung-ujungnya rewel juga. Gak apa-apa mainan anak dibawa, tetapi jangan banyak-banyak. Buat kesepakatan dengan mereka agar memilih satu mainan saja.

Atau bila ingin dua mainan, satu seperti boneka yang bisa dipeluk dan satu lagi mainan kecil yang cukup dalam genggaman. Contohnya, mobil-mobilan atau miniatur tokoh kartun. Beri penjelasan pada anak bahwa mobil akan penuh sekali kalau banyak mainan dibawa. Padahal boleh jadi nanti di kampung halaman mereka minta dibelikan mainan ketika berjalan-jalan ke tempat wisata.

3. Gak usah membawa banyak bantal apalagi kasur lipat

ilustrasi mudik (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi mudik (pexels.com/Kampus Production)

Siapa nih, yang biasanya membawa bantal sampai kasur lipat saat mudik? Mungkin pertimbanganmu bawa bantal adalah supaya anak bisa tidur lebih nyaman di dalam kendaraan. Sementara itu, kasur lipat juga dibawa karena di rumah orangtua kasurnya terbatas. 

Namun, penambahan satu bantal saja seperti yang biasa dipakai tidur di rumah sudah mengurangi ruang di mobil. Apalagi dua bantal plus kasur lipat. Sekalipun kasur lipat dimasukkan ke bagasi atau celah antara kursi depan dengan belakang, mobilmu menjadi sesak. Pergerakan penumpang kian terbatas.

Untuk bantal, bawalah bantal leher yang praktis. Sementara itu, daripada kamu membawa kasur lipat ke mana-mana lebih baik mengirim uang ke kampung halaman. Minta tolong keluarga di sana buat membeli kasur lipat. Setelah Lebaran, kasurnya disimpan di rumah orangtua supaya bisa kembali digunakan kapan pun dirimu dan keluarga pulang.

4. Bawa pakaian yang bisa untuk banyak acara

ilustrasi menata pakaian (pexels.com/Timur Weber)
ilustrasi menata pakaian (pexels.com/Timur Weber)

Berapa koper yang biasa dibawa olehmu saat mudik? Jumlah koper sangat dipengaruhi oleh banyaknya pakaian yang dibawa buat dikenakan di kampung halaman. Artinya, biar mobil gak penuh oleh beberapa koper, dirimu perlu mengurangi jumlah pakaian.

Seleksi baik-baik pakaian apa saja yang hendak dipakai selama mudik. Biar muatan gak berlebihan, pilih model serta bahan pakaian yang cocok di banyak suasana. Kamu dan keluarga tidak perlu terlalu sering berganti pakaian hanya buat menyesuaikan dengan acara. Usahakan dalam sehari kalian ganti atasan maksimal dua kali.

Celana dapat digunakan lebih dari sekali apabila setiap kali pemakaian tidak sampai seharian. Gak usah membedakan pakaian tidur dengan pakaian sekadar untuk berwisata. Kaus dan celana pendek atau panjang berkolor lebih fleksibel di kedua kegiatan tersebut. Dengan cermat memilih pakaian, dua koper bisa dikurangi menjadi satu koper saja. Atau koper besar dapat diganti koper berukuran sedang.

5. Tidak perlu mengajak ART atau pengasuh jika tak mendesak

ilustrasi mudik (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi mudik (pexels.com/Kampus Production)

Untukmu yang dalam keseharian menggunakan jasa ART atau pengasuh anak, perlukah mengajaknya selama mudik? Sebenarnya peran keduanya lebih dibutuhkan ketika kamu dan pasangan tidak ada di rumah. Mereka akan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga atau menjaga anak.

Namun, ketika kamu mudik bersama pasangan seharusnya mampu bekerja sama buat mengurus anak. Tanpa kalian mengajak ART atau pengasuh anak, satu tempat duduk di mobil menjadi kosong. Begitu pula tak ada barang bawaannya. Ini sangat lumayan buat bikin kendaraan lebih longgar.

Sama-sama mereka tidak pulang kampung, lebih baik ditugaskan buat jaga rumah saja. Biar rumah lebih aman dari kemungkinan menjadi target pencurian dan tetap bersih ketika kalian kembali. Bila pun mereka memilih pulang kampung, kamu juga menjadi lebih hemat. Dirimu tak perlu memberikan upah lebih seperti seandainya mereka ikut denganmu di hari raya.

Sebagus apa pun kendaraanmu, kenyamanan bakal sangat berkurang jika muatannya berlebih. Baik jumlah penumpang maupun barang bawaan harus diatur. Hindari mudik hanya beberapa hari, tetapi kamu seperti akan pindah rumah. Mudik simpel lebih praktis dan nyaman selama perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Marliana Kuswanti
EditorMarliana Kuswanti
Follow Us