Ramadan sering terasa seperti perjalanan emosional yang lengkap. Ada momen syahdu saat sahur, ada juga detik-detik rawan emosi menjelang berbuka. Tubuh menahan lapar, pikiran ikut bekerja lebih keras. Di situ, rumah punya peran penting sebagai tempat paling aman untuk kembali.
Namun, kenyataannya, tidak semua rumah otomatis terasa menenangkan. Suasana bisa jadi tegang hanya karena hal kecil yang menumpuk. Padahal, selama puasa, kestabilan mental sama pentingnya dengan asupan nutrisi. Yuk, simak cara sederhana menciptakan ruang yang lebih tenang dan suportif selama Ramadan.
