ilustrasi menganggap parfum sudah hilang karena wanginya gak lagi tercium (magnific.com/ marymarkevich)
Pernah merasa parfum sudah hilang, padahal orang lain masih bisa mencium wanginya? Fenomena ini dapat terjadi karena adaptasi penciuman atau olfactory adaptation. Ketika hidung terus-menerus terpapar aroma yang sama, kepekaan terhadap aroma tersebut bisa menurun sehingga wanginya terasa semakin samar bagi diri sendiri.
Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa parfum sudah habis aromanya hanya karena kamu gak lagi bisa menciumnya. Beri jeda sebelum mengevaluasi wanginya kembali atau mintalah pendapat orang tepercaya jika memang diperlukan. Hindari menambah semprotan berkali-kali tanpa pertimbangan karena aroma yang sudah samar bagi hidungmu belum tentu samar bagi orang lain.
Kalau parfum favoritmu terasa cepat memudar, jangan buru-buru menganggap produknya berkualitas buruk. Coba perhatikan cara penyimpanan, kondisi kulit, dan perkembangan aromanya setelah beberapa jam pemakaian. Bisa jadi, wanginya memang memiliki karakter yang lebih ringan atau hidungmu sudah terbiasa dengan aroma tersebut.
Kamu gak harus mencari parfum dengan aroma paling kuat untuk tetap wangi sepanjang hari. Kenali karakter parfum yang sesuai dengan kebutuhanmu, gunakan secukupnya, dan pertimbangkan untuk mengaplikasikannya kembali jika memang diperlukan.