6 Kesalahan Memakai Setrika yang Bisa Merusak Pakaian dan Alatnya

- Pengaturan suhu harus disesuaikan dengan label kain; panas berlebihan dapat membuat bahan sintetis meleleh, berubah bentuk, mengilap, atau berubah warna.
- Hindari menyetrika pakaian yang terlalu basah dan jangan meninggalkan setrika panas di atas kain karena berisiko merusak pakaian serta memicu masalah perangkat listrik.
- Rawat setrika dengan membersihkan tapak dan lubang uap sesuai petunjuk, lalu cabut, dinginkan, dan simpan kabel secara longgar agar perangkat tetap aman.
Menyetrika pakaian terlihat seperti pekerjaan rumah yang sederhana. Kamu tinggal memanaskan setrika, menggesernya di atas kain, lalu pakaian kusut pun kembali rapi. Namun, kalau dilakukan asal-asalan, kebiasaan kecil saat menyetrika bisa membuat pakaian rusak sekaligus memperpendek usia setrika.
Masalahnya gak selalu muncul dalam bentuk pakaian yang langsung gosong. Kadang kain menjadi mengilap, meninggalkan bekas, atau warnanya berubah tanpa kamu tahu penyebabnya. Setrika juga bisa mengalami masalah kalau terlalu sering digunakan secara keliru, terutama pada bagian tapak, lubang uap, dan kabelnya.
1. Menggunakan suhu terlalu tinggi

ilustrasi setrika uap (pexels.com/cottonbro studio) Suhu tinggi memang bisa membuat kusut lebih cepat hilang. Namun, gak semua jenis kain tahan terhadap panas yang sama, sehingga mengatur suhu secara asal bisa berisiko. Bahan sintetis tertentu bahkan bisa meleleh atau berubah bentuk ketika terkena permukaan setrika yang terlalu panas.
Sebelum mulai, cek label perawatan pada pakaian dan sesuaikan pengaturan suhu. Kalau kamu menyetrika beberapa jenis kain sekaligus, mulai dari bahan yang membutuhkan suhu rendah lalu naikkan secara bertahap. Cara ini membantu mengurangi risiko pakaian rusak karena panas berlebihan.
2. Menyetrika pakaian yang masih terlalu basah

ilustrasi setrika uap (pexels.com/Ron Lach) Setrika uap memang dirancang untuk menggunakan uap atau kelembapan dalam jumlah tertentu. Namun, bukan berarti pakaian yang masih menetes atau sangat basah aman langsung disetrika. Air berlebihan bisa membuat proses menyetrika lebih lama dan pada kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko masalah pada perangkat listrik.
Kalau pakaian baru selesai dicuci, pastikan airnya sudah cukup banyak berkurang sebelum disetrika. Untuk bahan tertentu, sedikit kelembapan justru dapat membantu menghilangkan kusut. Namun, jumlah air tetap perlu disesuaikan dengan jenis setrika dan petunjuk penggunaan.
3. Mengabaikan lubang uap yang mulai tersumbat

ilustrasi setrika uap (pexels.com/Ron Lach) Setrika uap memiliki lubang-lubang kecil pada bagian tapaknya untuk mengeluarkan uap. Seiring pemakaian, mineral dari air bisa meninggalkan endapan di area tersebut. Kalau dibiarkan, aliran uap bisa menjadi gak merata atau muncul noda pada pakaian.
Kamu perlu membersihkan setrika sesuai petunjuk produsen, terutama kalau menggunakan fitur uap secara rutin. Jangan asal menusuk lubang menggunakan benda tajam karena bagian tersebut bisa rusak. Perawatan sederhana secara berkala bisa membantu menjaga aliran uap tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
4. Meletakkan setrika langsung di atas pakaian

ilustrasi setrika baju (freepik.com/pressfoto) Pernah terganggu sesuatu saat sedang menyetrika lalu meninggalkan setrika begitu saja di atas kain? Kebiasaan ini cukup berisiko karena tapak setrika tetap menghasilkan panas selama beberapa waktu. Kalau dibiarkan terlalu lama, pakaian bisa berubah warna atau bahkan terbakar.
Saat harus berhenti sebentar, letakkan setrika pada posisi dan permukaan yang memang dirancang untuk menahannya. Jangan meninggalkan setrika panas tanpa pengawasan. Selain melindungi pakaian, kebiasaan ini juga membantu mengurangi risiko kecelakaan di rumah.
5. Menyetrika bagian yang kotor tanpa membersihkan tapaknya

ilustrasi setrika (freepik.com/freepik) Tapak setrika bisa terkena sisa bahan dari pakaian, terutama jika kamu pernah menyetrika kain sintetis pada suhu yang terlalu tinggi. Sisa tersebut dapat menempel pada permukaan dan berpindah ke pakaian lain. Akibatnya, pakaian yang awalnya bersih justru bisa mendapatkan noda atau bekas mengilap.
Kalau tapak setrika mulai terlihat kotor, jangan terus menggunakannya seperti biasa. Bersihkan sesuai metode yang direkomendasikan oleh produsen dan pastikan setrika dalam kondisi aman saat dibersihkan. Hindari mengikis permukaannya memakai benda kasar karena lapisan tapak bisa tergores.
6. Menarik kabel atau menyimpan setrika secara sembarangan

ilustrasi setrika (freepik.com/fabrikasimf) Kabel merupakan salah satu bagian yang sering dilupakan saat merawat setrika. Menarik kabel dari jaraknya, melilitnya terlalu kencang, atau menyimpannya dalam kondisi panas bisa membuat kabel dan sambungannya lebih cepat rusak. Kerusakan kabel juga bukan sesuatu yang sebaiknya dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keamanan listrik.
Setelah selesai menyetrika, cabut steker dari stopkontak dan biarkan perangkat cukup dingin sebelum disimpan. Gulung kabel secara longgar sesuai petunjuk penggunaan. Kalau kabel terlihat terkelupas, retak, atau terasa panas secara tidak normal, hentikan penggunaan sampai perangkat diperiksa.
Ternyata, cara kamu menggunakan setrika punya pengaruh besar terhadap kondisi pakaian dan perangkat itu sendiri. Suhu yang tepat, tapak yang bersih, lubang uap yang terawat, serta cara menyimpan yang benar bisa membuat proses menyetrika jauh lebih aman. Kebiasaan kecil yang keliru justru bisa membuat pakaian cepat rusak dan setrika lebih cepat bermasalah.
Mulai sekarang, coba perhatikan lagi kebiasaan kamu saat menyetrika. Jangan hanya mengejar pakaian cepat rapi, tetapi pastikan suhu dan tekniknya sesuai bahan kain yang sedang kamu tangani. Setrika pun bisa lebih awet, sementara pakaian favorit kamu tetap terlihat rapi tanpa harus menerima bekas panas yang gak diinginkan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















