6 Tips Melambatkan Hidup yang Tergesa-gesa, Kembalikan Ketenanganmu

Hidup yang terasa selalu diburu waktu bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti ambisi, ketidakmampuan menolak tugas yang terus berdatangan dari luar, hingga kecemasan akibat berbagai problem pribadi.
Pikiran yang terpecah-pecah atau justru terlalu fokus pada sesuatu bisa bikin kamu tidak bisa merasakan jalannya waktu. Dirimu menjalani hari demi hari nyaris tanpa berpikir lagi.
Semuanya seperti otomatis saja dilakukan. Sekilas, respons-respons otomatis begini seakan-akan paling efisien untukmu. Malah berpikir terasa membuang-buang waktu. Namun, ada harga yang harus dibayar dari ketidakmampuanmu melambatkan hidup.
Kecepatanmu melompat dari satu urusan ke urusan yang lain bakal menurunkan kewaspadaanmu. Di lompatan kesekian kamu dapat tiba-tiba terjatuh baik oleh rasa lelah jasmani maupun rohani. Penting buat segera belajar melambatkan hidup dan mengembalikanmu ke mode tenang dengan melakukan enam tips ini.
1. Berolahraga sendirian

Jika tujuanmu hanya menyehatkan badan, berolahraga sendirian maupun beramai-ramai sama baiknya. Namun, khusus buat keperluan melambatkan hidup supaya dirimu merasa lebih tenang, olahraga seorang diri lebih disarankan. Kalaupun tempat olahraganya gak bisa sepenuhnya bebas dari orang lain, setidaknya kamu tak datang membawa teman.
Ini membuatmu punya waktu untuk hanya fokus pada latihanmu. Dirimu juga bebas memilih jenis latihannya. Kamu dapat terus berlari dan menikmati kesendirianmu sekalipun di sekitarmu juga ada para pelari yang gak dirimu kenal.
Berolahraga sendirian membantu membangun kesadaran akan tubuh, pikiran, perasaan, dan apa yang ingin dilakukan. Menikmati 1 jam berolahraga tanpa perlu berbicara dengan siapa pun membuatmu merasa lebih tenteram. Satu jam bakal terasa betul-betul 1 jam, bukan 30 menit atau lebih sedikit lagi, lantaran fokus yang terus terpecah oleh keberadaan orang yang kamu kenal.
2. Mendekatkan diri dan mengambil pelajaran dari alam

Ada keunikan dari cara alam bekerja yang barangkali selama ini masih kerap luput dari perhatianmu, yaitu alam tidak pernah tergesa-gesa. Seperti tanaman yang sangat sabar dalam proses pertumbuhannya.
Bahkan musim hujan dan kemarau juga tak saling menggantikan secara mendadak. Ada proses peralihan dari kedua musim itu, sehingga makhluk hidup sempat untuk beradaptasi dengan perubahan. Demikian pula langit yang gelap di malam hari tidak tiba-tiba berubah terang dan menyilaukan.
Begitulah seharusnya kehidupan ini dijalani. Kamu gak perlu selalu harus cepat dalam segala hal. Proses dalam hidupmu akan tetap berlangsung walau dirimu memilih berjalan dan bukan berlari. Bahkan, boleh jadi berjalan lebih baik ketimbang berlari, mengingat perjalananmu masih panjang sekali dan lari bikin kamu lebih cepat capek.
3. Membaca buku 1-2 jam per hari

Membaca buku secara rutin juga dapat membantu mengerem kecepatan dalam menjalani hidup. Kehidupan yang selalu terasa diburu waktu lama-lama bisa terlepas dari kendalimu dan justru dirimu yang terseret oleh gerak cepatnya. Berhentilah sejenak setiap hari dengan membaca buku yang menarik bagimu.
Selama aktivitas membaca ini, jauhkan diri dari aneka gangguan seperti keramaian serta dorongan buat terus memeriksa smartphone. Biarkan buku menenggelamkanmu dalam keasyikan membaca. Selama waktu itu, jika hanya berisi kegiatan membaca akan menyadarkanmu. bahwa waktu itu panjang.
Kalau 1-2 jam saja tidak terasa singkat, apalagi 24 jam dalam sehari. Menikmati bacaanmu kata demi kata dalam waktu tertentu melatihmu buat menikmati setiap pergerakan waktu dan kejadian. Kamu gak lagi merasa tiba-tiba hari sudah malam atau rasanya kemarin baru Senin, tapi sekarang telah tiba di akhir pekan. Dirimu sadar betul tentang apa saja yang dilakukan di setiap jamnya.
4. Mengingat momen-momen terbebas dari masalah

Rasa tergesa-gesa dalam hidup juga dapat disebabkan oleh rasa tertekan akibat berbagai persoalan. Kamu sedang mengalami kepanikan dan khawatir tidak dapat mengatasi masalah sampai waktumu habis. Padahal makin dirimu panik, makin sukar pula buatmu menemukan jalan keluar.
Maka kamu harus terlebih dahulu menenangkan diri. Salah satunya dengan mengingat pengalaman-pengalaman ketika dirimu juga hampir putus asa karena suatu perkara. Namun, kemudian masalah itu seperti terangkat dengan sendirinya. Jika kejadian serupa terjadi berkali-kali, tak ada alasan untukmu terlalu cemas kini.
Dirimu memang tidak dapat mengandalkan keajaiban semata dalam penyelesaian masalah. Kamu harus tetap berpikir dan berusaha, tetapi gak perlu terlampau cemas bakal gagal. Dengan mengingat kejadian terbebas dari berbagai persoalan di masa lalu, dirimu bisa lebih optimis dengan situasi saat ini.
5. Menikmati percakapan, termasuk membicarakan masalahmu

Memperlambat hidup juga bisa dilakukan dengan cara sesederhana menikmati interaksimu dengan orang lain. Bercakap-cakap dengan orang lain meski sebentar kalau dinikmati bakal membuatmu merasa lebih baik. Sebaliknya, terlalu menyendiri dengan harapan waktumu terasa lebih lambat, justru bisa membuat jumlah jammu setiap hari seperti makin berkurang.
Bila dirimu sedang memiliki masalah, membicarakannya dengan orang lain juga membantu mengurangi stres yang dirasakan. Kalau kamu gak stres, menikmati waktu lebih mudah dilakukan. Tidak ada ketakutan yang berlebihan akan hari esok karena dirimu sudah memperoleh masukan dan dukungan dari teman bicaramu.
Jika kamu menyimpan semua permasalahanmu, masalah itu seperti membesar dan mengejar-ngejarmu. Namun dengan dirimu bercerita pada orang lain, persoalan itu seolah-olah mengecil dan tidak memburumu, karena melihatmu telah memiliki sekutu. Secara tidak langsung, membicarakan problemmu dengan orang yang tepat mempercepat penyelesaiannya, karena dirimu bisa berpikir lebih jernih.
6. Mengatur ulang kesibukan

Jangan terjebak di antara dua pilihan, yaitu sibuk atau menganggur. Kesibukan memang diperlukan, tetapi kalau kamu gak bisa mengaturnya bakal menimbulkan masalah yang serius. Dirimu seperti diperbudak oleh kesibukan, padahal mulanya diri sendiri yang memilih setiap kesibukan.
Mau tidak mau kamu harus mengatur ulang berbagai kesibukanmu sekarang. Tetapkan kapan dirimu ingin berhenti dari berbagai kegiatan buat sepenuhnya beristirahat. Bila perlu hapus beberapa kesibukan yang sebetulnya gak penting untuk dilakukan.
Jika dirimu mencermati setiap kesibukan, boleh jadi cuma separuhnya yang benar-benar perlu dilakukan. Sisanya mungkin tugas orang lain yang diambil olehmu atau muncul akibat kegagalanmu bekerja secara efektif dan efisien, plus tidak membuat skala prioritas. Kamu harus tetap memiliki kesibukan. Namun, jangan mau dikendalikan oleh kesibukan sampai dirimu gak mampu menikmati waktu, bahkan hidupmu secara keseluruhan.
Hidup yang telah bergerak tidak terkendali akan menyusahkanmu. Kelelahan yang dirasakan baik secara fisik maupun mental begitu besar dan kamu tidak tahu untuk apa menjalani semua ini. Hentikan perasaan tergesa-gesa yang selama ini dialami dengan enam cara di atas. Kamu bakal hidup lebih tenang.