Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Menikmati Hidup di Tengah In This Economy, Lebih Hemat!
Ilustrasi menikmati hidup (magnific.com)
  • Artikel membahas fenomena ekonomi sulit yang membuat masyarakat harus lebih bijak mengatur keuangan dan tetap mencari cara menikmati hidup tanpa boros.
  • Ditekankan pentingnya menemukan kebahagiaan sederhana, berhenti membandingkan diri di media sosial, serta memanfaatkan hiburan gratis untuk menjaga kewarasan finansial dan mental.
  • Penulis menyoroti nilai hubungan berkualitas, self reward terencana, serta rasa syukur terhadap hal-hal yang sudah dimiliki sebagai kunci menikmati hidup di tengah tekanan ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, kalimat "in this economy" sering bermunculan di timeline media sosial. Ungkapan tersebut biasanya dipakai ketika kondisi ekonomi hari ini yang tidak menentu ditambah rupiah semakin melemah, sementara harga barang semakin mahal sedangkan gaji kita tidak mengalami penambahan. Fenomena ini juga tercermin dari masyarakat Indonesia yang bertahan serta berusaha mengatur dan menentukan prioritas finansial di tengah ekonomi sulit.

Meski dalam keadaan yang tentu membuat pening kepala juga marah-marah sebab kebijakan yang mempersulit kita. Namun, kita masih bisa memilih untuk menikmati hidup sesuai dengan kemampuan kita. Berikut tujuh cara menikmati hidup yang bisa kita lakukan di tengah in this economy.

1. Healing tanpa harus keluar uang

Ilustrasi healing di taman (magnific.com)

Dalam keadaan hari ini mengeluarkan uang untuk healing rasanya sulit sebab banyak pengeluaran lainnya yang justru lebih penting. Maka dari itu, healing tuh gak harus mengeluarkan uang, gak harus dengan staycation, liburan ke luar kota atau nongkrong di kafe estetik. Padahal, istirahat dari rutinitas bisa dilakukan dengan cara jauh yang lebih sederhana.

Seperti berjalan kaki, menikmati udara segar maupun sekadar duduk di taman, dan membaca buku juga bisa menjadi cara untuk mengisi ulang energi. Yang terpenting bukan seberapa mahal aktivitasnya melainkan apakah kita benar-benar merasa lebih tenang setelah melakukannya.

2. Berhenti membandingkan hidup dengan apa yang kita lihat di media sosial

Ilustrasi seseorang berhenti membandingkan hidup dengan orang di media sosial (magnifi.com)

Media sosial kerap kali hanya menampilkan momen terbaik seseorang. Tanpa sadar, kita jadi merasa kurang cukup serta tertinggal karena melihat orang lain liburan, membeli barang baru, atau makan di tempat yang mahal.

Padahal, kondisi finansial setiap orang berbeda-beda. Daripada hanya fokus mengejar standar orang lain, lebih baik kita fokus pada perjalanan hidup sendiri. Karena ketika kita lebih fokus pada diri sendiri serta berhenti membandingkan hidup kita dengan apa yang kita lihat di media sosial, hidup akan terasa ringan.

3. Temukan kebahagiaan dari hal-hal kecil

Ilustrasi menemukan kebhagiaan lewat hal-hal kecil (magnific.com)

Banyak dari kita yang seringkali menganggap kebahagiaan itu berasal dari hal-hal yang besar, sehingga melupakan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita yang diam-diam membuat kita kembali mengukir senyuman setelah seharian bergelut dengan rutinitas. Kita suka lupa kalau kebahagiaan itu bisa datang dari mana saja meski lewat hal-hal kecil sekalipun.

Hal-hal kecil tersebut misalnya, menikmati secangkir teh di rumah, bercanda dengan keluarga, melihat burung-burung berterbangan, bertemu dengan anak-anak kecil yang menggemaskan maupun melihat langit sore sepulang kerja. Hal-hal sepert inilah yang perlahan membuat hari terasa lebih bermakna.

4. Menyisihkan anggaran khusus untuk self reward

Ilustrasi seseorang menyisihkan anggaran untuk self reward (magnific.com)

Menikmati hidup bukan berarti menghabiskan seluruh gaji. Justru, self reward akan terasa lebih menyenangkan jika sudah direncanakan sejak awal.

Sisihkan sebagian kecil uang setiap bulan untuk hal yang benar-benar kita sukai. Nominalnya tidak perlu besar. Dengan begitu, kita akan tetap bisa menikmati hasil kerja keras tanpa merasa bersalah karena mengganggu kebutuhan utama.

5. Memanfaatkan hiburan gratis di sekitar

Ilustrasi membaca buku di perpustakaan (magnific.com)

Kondisi hari ini memungkinkan kita untuk meminimalisasi pengeluaran. Nah, hiburan gak melulu harus keluar uang. Banyak pilihan hiburan yang sebenarnya bisa kita dapatkan dengan cuma-cuma dan tak menguras dompet.

Kita bisa mengunjungi taman kota, datang ke festival gratis, mengikuti rangkaian acara komunitas, pinjam buku dari teman, maupun baca buku di Perpustakaan.

Selain hemat, pengalaman seperti ini dapat memperluas relasi sekaligus memberi suasana baru tanpa mengeluarkan banyak biaya.

6. Investasi waktu pada hubungan yang berkualitas

Ilustrasi hubungan yang berkualitas (magnific.com)

Di tengah ekonomi yang sulit, kehadiran orang-orang terdekat dapat menjadi sumber kekuatan sekaligus kebahagiaan yang paling berharga.

Mengobrol bersama keluarga, bertemu serta update kehidupan dengan sahabat maupun menikmati makan malam sederhana bersama pasangan, dapat memberi rasa hangat yang tidak bisa dibeli dengan uang. Selain itu, pengalaman bersama biasanya dapat meninggalkan kesan yang dalam dibandingkan dengan barang yang hanya memberi kepuasaan sesaat.

7. Merawat dan menghargai apa yang telah kita miliki

Ilustrasi merawat apa yang telah kita miliki (magnific.com)

Di tengah banyaknya tuntutan dan keinginan yang belum terwujud, kita kerapkali hanya fokus pada hal-hal yang masih belum dimiliki hingga lupa merawat yang ada. Padahal, kesehatan, keluarga, sahabat, pekerjaan, waktu luang bahkan ketenangan pikiran merupakan hal-hal yang patut kita jaga.

Merawat dan menghargai apa yang telah kita miliki bukan berarti berhenti bermimpi atau merasa cepat puas. Kita boleh tetap punya mimpi yang tinggi, asal jangan sampai mengabaikan kebahagiaan yang sedang hadir hari ini.

Menikmati hidup di tengah in this economy juga bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang sedang terjadi atau menerima begitu saja keadaan yang terasa memberatkan. Kita tetap bisa peduli terhadap isu-isu di sekitar, bersikap kritis, dan menyuarakan hal-hal yang perlu diperjuangkan. Pada saat yang sama, kita juga berhak mencari cara untuk bertahan, menjaga kesehatan mental, dan mewaraskan diri agar tetap memiliki tenaga untuk menghadapi hari-hari yang penuh tantangan.

Sebab, bertahan hidup dan memperjuangkan perubahan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Kita bisa merawat diri, menikmati hidup, sekaligus tetap berharap dan berupaya menghadirkan perubahan yang lebih baik.

Adakah yang sudah kamu lakukan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article