Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Cara Mudah Menilai Etos Kerja Karyawan, Disiplinkan sejak Dini
ilustrasi suasana kerja (pexels.com/Thirdman)
  • Artikel menyoroti pentingnya menilai etos kerja karyawan sejak dini agar perusahaan tidak dirugikan oleh pekerja yang malas atau tidak disiplin.
  • Terdapat delapan indikator utama penilaian, mulai dari ketepatan waktu, penggunaan jam kerja, kepatuhan berpakaian, hingga kecepatan merespons pesan pekerjaan.
  • Karyawan dengan etos kerja rendah perlu ditegur dan didisiplinkan melalui motivasi atau sanksi tegas agar tetap profesional dalam menjalankan tugas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang sering mengira menjadi bos itu gampang. Tinggal memberikan perintah pada karyawannya dan tahu beres. Kalau ada pekerjaan yang gak beres, maka mereka dimarahi. Faktanya, mempekerjakan orang tak semudah itu.

Mungkin memang banyak orang yang mau bekerja padamu. Mereka butuh pemasukan buat memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi, dari sekian banyak karyawanmu belum tentu semuanya punya etos kerja yang tinggi.

Boleh jadi justru mayoritasnya angot-angotan dalam bekerja. Karyawan dengan etos kerja rendah begini sebenarnya cuma beban buat perusahaan. Dirimu membayar upah mereka sesuai kesepakatan di awal, tapi kinerjanya jauh dari maksimal. Biar kamu sebagai pimpinan tak kecolongan, nilai etos kerja mereka dari delapan kriteria berikut.

1. Jam berangkat dan pulang on time atau korupsi waktu sedikit-sedikit

ilustrasi suasana kerja (pexels.com/olia danilevich)

Cek etos kerja karyawan mulai dari jam mereka tiba di kantor. Dengan alasan apa pun, mereka tidak boleh sering terlambat. Keterlambatan hanya ditoleransi pada saat-saat tertentu.

Seperti terjadi kecelakaan atau demonstrasi dan penutupan jalan yang menghambat perjalanan. Bila karyawan cukup sering datang telat, pasti etos kerjanya rendah. Begitu pula kalau jam pulangnya maju. Sekalipun pekerjaan di kantor sedang sedikit, seharusnya mereka tetap di tempat hingga waktu pulang.

2. Cara menggunakan waktu kerja saat tidak ada atasan

ilustrasi suasana kerja (pexels.com/fauxels)

Ini dapat diawasi melalui rekaman CCTV. Bila dirimu sedang berada di kantor tentu karyawan rajin sekali. Mereka ada di meja masing-masing dan bekerja. Namun, karyawan dengan etos kerja yang rendah akan segera menyalahgunakan waktu begitu kamu pergi. Mereka cuma asyik mengobrol, bercanda, atau main smartphone melulu.

3. Jam istirahat sesuai atau molor

ilustrasi asyik ngemil (pexels.com/cottonbro studio)

Tentu karyawan perlu istirahat di siang hari untuk makan dan beribadah. Waktu satu jam seharusnya cukup untuk kedua kegiatan tersebut. Bahkan masih sisa 30 menit buat bersantai.

Namun, karyawan dengan etos kerja rendah seenaknya memperpanjang waktu istirahat. Misalnya, jam istirahat seharusnya 12.00 hingga 13.00. Akan tetapi, ia sudah mulai ke kantin pukul 11.45 dan baru kembali ke ruangannya 13.30.

4. Penampilan sesuai aturan berpakaian di kantor atau asal-asalan

ilustrasi memakai sepatu (pexels.com/Jonathan Borba)

Etos kerja juga dapat dinilai dari cara karyawan berpakaian selama berada di lingkungan kerja. Orang yang betul-betul bersemangat untuk bekerja pasti akan mematuhi setiap peraturan. Kamu perlu mendisiplinkan karyawan yang kedapatan di kantor cuma pakai sandal atau berpakaian tidak sesuai ketentuan yang telah diberitahukan sejak awal.

Kalau tidak, mereka pasti tambah asal-asalan dalam bekerja. Mereka merasa peraturan di kantor serba longgar. Gak ada teguran apalagi konsekuensi apa pun untuknya yang mulai melanggar tata tertib kantor.

5. Pekerjaan selesai sebelum, sesuai, atau melebihi deadline

ilustrasi suasana kerja (pexels.com/Anna Shvets)

Waktu penyelesaian tugas sangat akurat untuk menggambarkan etos kerja karyawan. Pekerjaan harus selesai tepat waktu apa pun yang terjadi. Lebih bagus lagi kalau penyelesaiannya bisa lebih cepat.

Sehingga ada waktu bila masih diperlukan perbaikan. Jika karyawan sampai tak mampu bekerja sesuai deadline padahal gak ada tumpukan pekerjaan lain, segera beri arahan dan pelatihan. Jangan membiarkannya karena bakal makin sering pekerjaannya tidak beres.

6. Reaksi saat diminta merevisi pekerjaan

ilustrasi suasana kerja (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Selama pekerjaan yang direvisi memang masih tanggung jawab seorang karyawan seharusnya dia gak keberatan. Ini seperti masa garansi dari suatu produk. Bila karyawan menolak melakukan perbaikan atau bersungut-sungut, ini alarm keras. Rasa tanggung jawabnya terhadap hasil kerja rendah. Ia cuma mau pekerjaannya lekas selesai tanpa memperhatikan sudah benar atau belum.

7. Kontribusi dalam kerja tim

ilustrasi suasana kerja (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Situasi kerja tim tidak menyulitkanmu untuk menilai etos kerja tiap orang. Malah etos kerja seseorang bisa lebih terlihat sebab ada perbandingan dengan teman-temannya. Karyawan dengan etos kerja minim menjadi beban buat anggota lainnya. Kerjanya malas-malasan, tapi numpang nama ketika tim berhasil.

8. Kecepatan merespons pesan terkait pekerjaan

ilustrasi suasana kerja (pexels.com/cottonbro studio)

Tentu orang tidak bisa selalu menjawab pesan dengan segera. Dia gak pasti sedang memegang smartphone. Akan tetapi, minimal ia tak menunjukkan sikap gak peduli saat seharusnya mampu merespons lebih cepat.

Contoh pengabaian adalah statusnya online atau pesan sudah dibaca, tetapi dia tidak membalas. Dapat pula satu pesan saja baru dibalas setelah lebih dari 1×24 jam. Padahal, ia masih aktif bikin status media sosial.

Karyawan beretos kerja rendah harus diberi perhatian khusus. Ia perlu ditegur, didisiplinkan, dimotivasi, sampai diancam dengan sanksi keras apabila tetap bandel. Percuma kamu punya banyak karyawan apabila sikapnya terhadap tugas-tugas gak profesional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article