"Kami percaya setiap anak memiliki potensi yang berbeda, sehingga pendekatan belajarnya pun tidak bisa disamakan. Melalui Genstarkids, kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap proses belajar sejak dini. Ketika anak menikmati proses belajarnya, mereka akan lebih berani mencoba, lebih ingin tahu, dan terus berkembang. Di situlah fondasi mindset Lifelong Learning mulai terbentuk," ujar Kish Gill, President Director of Gentem Lifelong Learning Group.
Gentem Luncurkan Genstarkids, Studio Pembelajaran Berbasis Kepribadian

Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, meskipun terpapar oleh pengalaman serupa. Perbedaan ini dipengaruhi oleh cara masing-masing anak memproses informasi, hal ini dapat berkaitan dengan minat dan potensi yang dimilikinya. Karena itu, penting untuk memberikan ruang bagi anak melakukan eksplorasi agar mereka dapat belajar sesuai kebutuhannya dan mengoptimalkan tumbuh kembang.
Menjawab tantangan tersebut, Gentem Lifelong Learning Group resmi meluncurkan Genstarkids, studio personality-based learning pertama yang dirancang untuk membantu anak usia 2,5 tahun hingga 12 tahun menyukai proses belajar. Studi pembelajaran berbasis kepribadian ini didesain agar anak menikmati proses belajar sesuai dengan minat, bakat dan kebutuhannya.
1. Genstarkids ajak orangtua meningkatkan potensi anak dengan cara belajar yang lebih personal

Genstarkids meluncurkan kampanye #PintarnyaBeda sebagai dasar pemahaman bagi orangtua bahwa setiap anak memiliki pendekatan belajar yang berbeda. Metode belajar yang tepat bagi karakter anak akan menumbuhkan rasa percaya diri untuk mengeksplorasi potensi dalam dirinya.
Memahami karakter anak menjadi landasan dasar untuk meningkatkan proses belajar, sebab langkah ini dinilai menjadi titik awal yang efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak. Genstarkids menghadirkan 4 metode pembelajaran untuk menjawan pendekatan tersebut, yakni Project Based Learning, Experiential Learning, Inquiry Based Learning, dan Cross Curricular Learning yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Tak hanya berupaya untuk mendukung anka dari sisi akademik, Genstarkids juga membangun life skill yang sangat berguna bagi masa depan anak. Tiga fondasi utama yang diperkuat oleh Genstarkids adalah Communication, Character, dan Cognitive.
2. Genstarkids menciptakan ekosistem agar anak jadi pembelajar sepanjang hayat

Kehadiran Genstarkids menjadi bagian dari komitmen Gentem Group dalam membangun mindset Lifelong Learning sejak usia dini. Mindset pembelajar sepanjang hayat perlu ditumbuhkan sejak usia dini, ketika anak mulai mengenal diri dan dunia di sekitarnya. Pola pikir untuk terus menjadi pembelajar juga akan mendorong anak untuk berani mencoba hal baru dan menikmati proses belajar.
Genstarkids resmi diluncurkan bertepatan dengan Grand Opening Gentem Center di Living World Kota Wisata Cibubur sebagai center ke-12 Gentem Group di Indonesia. Gentem berkomitmen untuk memperluas akses pembelajaran yang mendampingi setiap fase kehidupan, mulai dari anak usia dini hingga profesional.
3. Psikolog: Genstarkids mendorong anak untuk mencintai proses belajar dan memiliki rasa ingin tahu

Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Pritta Tyas menilai, setiap anak memiliki karakter serta cara belajar yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih personal. Hal ini disampaikan Pritta dalam sesi talkshow bertajuk "Thriving in Uncertainty: The Lifelong Learning Advantage." Menurutnya, salah satu keunggulan Genstarkids terletak pada pendekatan pembelajarannya yang disesuaikan dengan karakter masing-masing anak.
"Setiap anak memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda. Yang saya apresiasi dari Genstarkids adalah pendekatannya yang benar-benar berangkat dari karakter setiap anak. Ketika anak menikmati proses belajarnya, rasa ingin tahu dan semangat untuk berkembang akan berkembang secara alami." ujar Pritta Tyas.
Sesi dialog edukatif menghadirkan sejumlah profesional dan ahli dalam dunia pendidikan seperti Kish Gill, President Director of Gentem Lifelong Learning Group, Pritta Tyas, Psikolog sekaligus Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori, Gisela Thesa, Puteri Indonesia Pendidikan 2026 dan Dr. Marshall E. Schott, President of Sampoerna University.





















