Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Kiat Jaga Energi Positif dalam Diri, Saring Informasi yang Masuk

8 Kiat Jaga Energi Positif dalam Diri, Saring Informasi yang Masuk
ilustrasi perempuan muda (pexels.com/Hassan OUAJBIR)

Berada di dekat orang yang berenergi positif saja sudah terasa menyenangkan. Apalagi kalau kamu sendiri memilikinya dan bisa membagikannya pada orang lain. Dengan adanya energi positif dalam diri, hari-harimu niscaya terasa lebih baik.

Suasana hatimu tidak mudah memburuk, awet merasa bahagia, mudah bersikap ramah, dan suka menginspirasi orang lain. Energi positif dapat ditumbuhkan di dalam diri serta dijaga dari waktu ke waktu. Selalu lakukan delapan hal berikut supaya energi positifmu meski bisa berkurang tidak akan sampai menjadi negatif.

1. Jangan terlalu mengkhawatirkan sesuatu

ilustrasi menenangkan diri (pexels.com/Nicolas Postiglioni)
ilustrasi menenangkan diri (pexels.com/Nicolas Postiglioni)

Manusia dapat khawatir karena apa saja, terutama ketika kamu menghadapi situasi yang serba tak menentu. Ada kemungkinan harapanmu sama sekali tidak terwujud, segala langkah antisipasimu masih gagal juga, dan sebagainya. Tak salah jika siapa pun merasa cemas saat berada dalam situasi seperti di atas.

Namun, segera sadari bahwa kekhawatiran yang berlebihan juga gak ada gunanya. Manusia tidak punya kemampuan untuk melihat masa depan. Jangan habiskan energimu untuk terlalu memikirkan sesuatu. Kamu perlu belajar berserah diri setelah seluruh usaha terbaik supaya ketenanganmu segera kembali.

2. Hindari meragukan diri

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/DoDo PHANTHAMALY)
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/DoDo PHANTHAMALY)

Energi positif diawali dari cara memandang diri sendiri. Sekalipun kamu punya berbagai keterbatasan, jangan pandang rendah dirimu. Selalu yakin bahwa kemampuan yang dimiliki cukup untuk mengatasi berbagai tantangan dalam hidupmu.

Kamu juga masih dapat mengembangkan diri karena keterbatasan bukan sesuatu yang amat kaku. Kondisi yang hari ini disebut sebagai keterbatasan diri masih bisa sedikit diperbaiki dengan proses belajar. Kalau belum apa-apa kamu telah sering meragukan diri, perasaanmu menjadi tidak enak terus. 

3. Lebih fokus pada kebaikan orang ketimbang keburukannya

ilustrasi bersama teman (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi bersama teman (pexels.com/Mikhail Nilov)

Menganggap semua orang baik juga kurang tepat sebab pasti ada sisi minusnya dan terkadang perlu lebih diwaspadai olehmu. Namun, keburukan yang kecil jangan membuatmu seakan-akan melupakan seluruh sisi baiknya. Jangan terlalu mudah merasa terganggu oleh sisi buruk orang lain.

Kamu perlu belajar menoleransi banyak hal di dunia ini agar masih dapat merasa baik-baik saja saat berinteraksi dengan orang lain. Ini meningkatkan kenyamananmu berada di tengah mereka. Bila kebaikan seseorang masih lebih banyak daripada kejelekannya, fokuslah pada sisi positif itu dan maklumi sisanya seperti halnya dirimu tidak ingin dituntut menjadi sempurna.

4. Memperhatikan asupan informasi dan pengaruh orang-orang di sekitarmu

ilustrasi membuka media sosial (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi membuka media sosial (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Asupan informasi maksudnya semua hal yang kamu dengar dan baca. Bukan artinya dirimu gak boleh mendengarkan kabar yang buruk atau cerita yang menyedihkan dan menakutkan. Akan tetapi, jauhi segala hal yang penuh dengan keluhan serta makian yang tidak jelas.

Kamu masih boleh mengikuti berbagai isu di media sosial biar gak kudet. Namun, hindari pembahasan isu yang sudah ke arah provokasi, penggiringan opini, menjelek-jelekkan pihak tertentu, dan berlimpah kata kasar. Kalau informasi saja perlu disaring, apalagi orang-orang di lingkungan terdekatmu.

Konsistenlah memilih pertemanan yang positif. Jauhi orang yang toksik baik di dunia nyata maupun maya karena mereka bakal menguras energimu dan mengubahnya menjadi negatif. Jangan menunda-nunda untuk meninggalkan lingkungan yang beracun.

5. Hidup dengan niat yang baik

ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Niat yang baik adalah dasar dari energi positif. Jangan pernah punya niat yang buruk pada siapa pun bahkan ketika kamu begitu kesal padanya. Bila dirimu mulai berpikir tentang rencana untuk mencelakakan orang, artinya kebencian sudah menguasaimu.

Jangan mau dikalahkan oleh dorongan yang tidak baik dari diri sendiri. Cukupkan diri pada rasa kesal sebentar, tetapi hindari mengembangkan keinginan buat balas dendam. Kamu akan mendapati bahwa hati yang terjaga tak bakal membuatmu rugi bahkan membantumu diterima dengan baik oleh siapa saja.

6. Menjaga keseimbangan hidup

ilustrasi perempuan di tepi danau (pexels.com/Anete Lusina)
ilustrasi perempuan di tepi danau (pexels.com/Anete Lusina)

Hidup yang gak seimbang di aspek apa pun akan membuatmu merasa tidak nyaman dan lelah. Dalam jangka panjang, energimu pun berubah menjadi negatif. Jagalah keseimbangan hidup, salah satunya dengan mengatur kesibukanmu agar menjadi pribadi produktif tidak berarti meniadakan waktu istirahat.

Tak cuma kesibukan yang perlu diatur, caramu berinteraksi dengan orang lain juga mesti diperhatikan. Selalu menyendiri atau gak punya waktu buat diri sendiri karena terus dikelilingi teman sama buruknya dan menciptakan kebosanan akut. Meski keseimbangan hidup sulit dicapai dengan sempurna, minimal gak ada aspek yang hilang dari kehidupanmu.

7. Tak bersikap sok pintar

ilustrasi tiga teman (pexels.com/Felicity Tai)
ilustrasi tiga teman (pexels.com/Felicity Tai)

Kalau kamu tahu mengenai sesuatu dan orang memerlukan pengetahuan tersebut, bagikanlah. Akan tetapi, gak usah bersikap sok pintar dengan berbicara atau menulis status melebihi pengetahuanmu yang sesungguhnya. Sikap sok pintar akan membuatmu terlalu berisik dan itu mengganggu orang lain.

Pun lagak bak orang pintar bikin kamu gak sempat melihat ke dalam diri. Evaluasi diri tak pernah dilakukan sehingga kamu tidak termotivasi untuk lebih banyak belajar. Tanpa belajar dan cuma mengandalkan sikap sok pintar, setiap perkataanmu justru terdengar menyebalkan bagi orang lain.

8. Bersyukur dalam keadaan apa pun

ilustrasi pria membawa bunga (pexels.com/Thượng Nguyễn97)
ilustrasi pria membawa bunga (pexels.com/Thượng Nguyễn97)

Jangan menunggu segala hal dalam hidupmu sesuai dengan keinginan baru kamu bersyukur. Bahkan ketika hidupmu diuji pun, rasa syukur mesti tetap dipertahankan. Fase sulit dalam hidup akan terasa lebih mudah dilalui dengan mempertebal rasa syukur.

Kamu bakal merasa lebih tenang dan bisa berpikir dengan jernih dalam situasi tersebut. Walaupun kehidupanmu sedang memprihatinkan, dirimu terhindarkan dari kesukaan mengeluh. Kamu masih bisa menjaga semangat untuk terus berusaha sehingga lebih cepat keluar dari situasi itu. 

Energi positif yang tidak dijaga bisa cuma sebentar bertahan dalam diri. Apalagi kalau kamu berada di lingkungan yang buruk, sulit untuk mempertahankan energi positif tersebut. Punya energi positif bukan berarti kamu gak boleh sedih, kecewa, atau marah. Akan tetapi, di atas semua perasaan negatif itu kamu masih dapat berperilaku terkendali, tak merusak diri, atau bikin orang lain ikut stres.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Marliana Kuswanti
EditorMarliana Kuswanti
Follow Us